Daily School Life
 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Mukka [O]

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Ichinomiya Kaname

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : II-1
Tinggi/Berat : 172/55
Trivia : Obsessive Compulsive Disorder
Posts : 72
Join date : 2012-12-29
Age : 21

PostSubject: Mukka [O]   Tue Jan 22, 2013 2:11 pm

Time: sore hari dan sekolah usai.
-------------------------------

langkah santai terus menerus menyusuri koridor dan ruangan yang ada di sekolah ini, sebenarnya Kaname belum bisa mengingat ruang-ruang apa saja yang sedari tadi dia kunjungi, dan dia sebenarnya tengah mencari dimana kamar asrama-nya berada, tapi tak kunjung dia temukan, padahal dia harus kembali ke kamarnya, karena tadi rasanya kamarnya sangat berantakan.

Kaname berhenti di depan pintu yang sedikit terbuka, dia mendorong pintu itu pelan agar bisa melihat apa yang ada di balik pintu itu, lalu menemukan seperangkat alat musik berada di sana, wah ternyata selain taman, pagar yang besar dan gereja, sekolah ini bahkan memiliki Music Studio, Kaname tersenyum senang, merasa petualangannya di sekolah mewah in tidak sia-sia. Dia pun masuk ke dalam Music Studio, mengedarkan pandangannya, siapa tahu ada alat musik yang mampu dia mainkan dan setidaknya ketika dia mainkan tidak terdengar memalukan.

Di sekolahnya dulu, terdapat klub Marching Band, dan Kaname merupakan bagian dari klub itu, posisinya saat itu adalah peniup Tuba, yang merupakan bagian dari Brass, bentuknya lebih besar dari terompet, dan tentu saja lebih berat dan suaranya sangatlah rendah, tapi Kaname sangat menikmatinya, Kaname sangat suka alat musik tiup sih, dan meniup alat musik seperti Tuba adalah tantangan baginya, namun, dia tidak begitu yakin Studio Music ini memiliki Tuba, yang dia tahu, Music Studio itu hanya berisikan gitar, bass, dan....

DUGH! PRETAK!

Tanpa disadari, terlalu lama melamun membuatnya tidak memperhatikan apa yang didepannya, dia menabrak snare drum dan membuat drum tersebut jatuh terguling, bersamaan dengan jatuhnya stik drum yang menimbulkan suara mengundang perhatian.
------------
Spoiler:
 


Last edited by Ichinomiya Kaname on Sun Mar 03, 2013 8:25 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
Murakami Shou

avatar

Side / Jurusan : negau
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 175/55 kg
Trivia : mata minus tingkat akut, black belt holder__
Posts : 157
Join date : 2012-10-30
Age : 20

PostSubject: Re: Mukka [O]   Tue Jan 22, 2013 2:59 pm

Shou mengambil kacamata cadangan di sakunya, karena kacamatanya baru saja jatuh entah dimana. Shou tetap memakai kacamata cadangannya walaupun ada retakan besar dikacamata cadangannya itu. Dan kini Shou berjalan menunduk untuk menemukan kacamatanya yang terjatuh.

DUGH! PRETAK!

Suara itu mengejutkan Shou, tanpa sadar Shou berlari menuju sumber suara.

KREKK!

Suara itu adalah bersumber dari sebuah kacamata, yang terinjak oleh Shou ketika berlari menuju sumber suara. Shou yang masih terburu-buru tidak menyadari kacamata yang ia injak itu, padahal itu adalah kacamanya yang Shou cari.

Sumber suara itu membawa Shou menuju sebuah ruangan, pintu ruangan itu sedikit terbuka. Karena keadaan Shou yang panik, Shou dengan cepat membuka pintu itu dengan keras menggunakan seluruh kekuatannya. Bahkan Shou juga terkejut dengan ulahnya itu,

"EH COPOT!!" Teriak Shou karena kacamatanya yang terlepas dari wajahnya yang kecil. Shou yang masih terkejut, kini tidak bisa melihat jelas apa yang dihadapannya. Shou hanya melihat seseorang yang mencurigakan berada didekat snare drum yang terjatuh.

'Oh berarti sumber suara itu, dari snare drum iyang jatuh itu' Tebak Shou. Tanpa berpikir jernih, Shou berteriak histeris.

"TOLONG, ADA MALIIING!!!"
Back to top Go down
View user profile
Hayabusa Toki

avatar

Side / Jurusan : Yume
Kelas / Semester : LULUS
Tinggi/Berat : 186/82
Trivia : Alto Saxophonist | a member of an Electronic Duo
Posts : 163
Join date : 2012-11-12
Age : 20

PostSubject: Re: Mukka [O]   Tue Jan 22, 2013 3:06 pm

Sudah lama Toki tidak latihan saxophone. Sejak dia datang ke Shiroi Gakuin dia sama sekali belum menyentuh benda kesayangannya itu. Kalau tidak latihan, mungkin permainannya jadi kacau. Padahal ada sebuah pertunjukan yang ingin dia ikuti.

Setaunya, di sekolah yang besar ini, ada studio musik. Sudah hampir satu setengah jam dia mencari, dia belum menemukan ruangan itu. Bisa repot kan, kalau main di sembarang tempat. Dia celingak-celinguk melihat pintu-pintu yang tertutup di koridor sepi itu. Ah, kalau belum juga ketemu, dia akan memutuskan untuk main di kamar saja. Tangannya yang berjari ramping memegang alto saxophone Yamaha YAS 480 S miliknya. Jemarinya sudah tak tahan menekan klep-klep mengkilap itu.

DUGH! PRETAK!

Suara gaduh apa itu? Jangan-jangan ada yang berkelahi? Wah, tontonan yang menarik pasti. Mungkin dia bisa memanaskan suasana dengan bermain sax disana. Tapi bukan itu poinnya. Dia menajamkan kupingnya berjalan mendekati arah suara. Tak lama terdengar seruan yang tak asing.

"EH COPOT!!" Dia merasa pernah mendengar suara itu di suatu tempat. Tapi dimana? Tak salah lagi, suara itu datang dari arah yang sama dengan suara gaduh yang pertama. Datangnya dari ruangan di depan. Dia berjalan santai. Selama menurutnya situasi masih aman, dia tidak akan memaksakan dirinya untuk sesuatu yang belum jelas seperti lengkingan suara seseorang yang belum puber seperti tadi.

"TOLONG, ADA MALIIING!!!" Seperti tau kalau Toki tidak menanggapi dengan serius teriakan tadi, terdengar teriakan lain dari suara melengking yang sama. Ada maling? Wah gawat sekali! Toki mempercepat langkahnya ke depan pintu ruangan yang terbuka itu. Dilihatnya diatas pintu "Music Studio."

"Aah! Ketemu!" Dia berseru senang walau suaranya bisa dibilang seperti suara orang baru bangun tidur yang sama sekali tak bersemangat. Dia melupakan kalau tadi dia mendengar teriakan minta tolong. Dikepalanya sekarang hanya ada 'latihan sax'

Tapi tunggu. Di ruangan itu ada dua orang lain berdiri berseberangan. Energi-energi awkward menguap di udara. Seorang anak yang belum dikenalnya. Apa anak itu malingnya? Maling itu berseragam negau. Agak mencurigakan memang, potongan rambut mangkuk itu. Dan yang satu lagi... Ii...itu kan... si moe berambut merah?

O-o.. Sepertinya Toki berada di tempat yang benar tapi diwaktu yang salah.
Back to top Go down
View user profile
Ichinomiya Kaname

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : II-1
Tinggi/Berat : 172/55
Trivia : Obsessive Compulsive Disorder
Posts : 72
Join date : 2012-12-29
Age : 21

PostSubject: Re: Mukka [O]   Tue Jan 22, 2013 10:36 pm

Panik, Kaname membetulkan posisi snare drum terguling itu dengan kikuk, nyaris terpeleset stik drum, untung saja dia bisa menjaga keseimbangannya, kalau tidak, mungkin akan ada lagi bunyi dentuman keras selain yang berbunyi barusan.

"EH COPOT!!"

Kaname menoleh cepat, panik, dan tidak tahu kenapa dia panik, yang jelas, situasi ini agak menyusahkannya, tapi kan dia tidak sengaja? Seorang laki-laki tinggi dengan wajah yang cukup baby face, menghadapnya, tak mengerti apa yang akan dia lakukan, otak Kaname sedang memproses apa tindakan selanjutnya agar dia tidak terlihat mencurigakan.

"TOLONG, ADA MALIIING!!!"

APA?!!

Makin paniklah dia, orang itu mengiranya maling, dengan setengah kesal dan menyesal, dia buru-buru membenarkan salah paham ini, "Bu-bukan...."

Terlambat, sepertinya teriakan laki-laki berambut merah ini memancing orang-orang dari luar yang melewati ruang Music Studio ini.



Back to top Go down
View user profile
Tateyama Mikage

avatar

Side / Jurusan : Mirai
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 173/57
Trivia : ( ̄へ ̄)
Posts : 141
Join date : 2013-01-06

PostSubject: Re: Mukka [O]   Thu Jan 24, 2013 10:13 pm

Seharusnya tidak ada yang khusus dan penting di studio musik. Masalahnya Mikage diminta untuk mengambil sheet musik oleh sang guru yang tertinggal di dalam ruangan. Wajah berkacamata merengut agak kesal ketika diberi perintah. Mengapa bukan beliau yang mengambilnya sendiri. Jarak dari ruangan guru pun tidak terlalu jauh. Masih dapat dijangkau tanpa memotong jadwal pelajaran. Pemalas.

Sambil melangkah menyusuri koridor, tak jauh dari ia melangkah seorang siswa lain bergerak menuju arah yang sama. Ketika itulah terdengar suara sayup benda terjatuh dan teriakan maling dari dalam ruangan studio musik. Langkah Mikage kontan terhenti, kedua manik hitamnya terbelalak membesar namun tidak mengikuti insting untuk memeriksa. Seperti siswa yume tersebut.

'Kalau memang ada maling biarkan orang itu yang menangani'. Remaja muda ini menimang sejenak. Ia tak mau ambil resiko terluka. Lagipula pemuda yang langsung masuk itu nampaknya lebih bisa diandalkan jika terjadi apa-apa.
..... Kelewat bohong, bilang saja dirinya tidak mau ikut campur atau direpoti atau terluka karena ceroboh.

Beberapa detik menjelang. Mikage mengambil kesimpulan cepat bahwa yang ada di dalam bukan maling -mudah mudahan-. Berjalan dengan berhati-hati ia mendekati daun pintu studio. Mikage mengintip, dari tempat ia berdiri sebelah matanya hanya melihat tiga sosok SISWA berada di dalam. Siswa, garis bawah. Ketiganya memakai seragam sekolah yang sama. Hanya saja berbeda warna strip. (hari itu Mikage hanya memakai kemeja putih dan dasi seperti pada ava).

Ia mendengus, percuma saja rasa khawatirnya tadi muncul. Mereka hanya salah paham dan panik. Tanpa ragu lagi pemuda berkacamata ini memasuki ruangan. Memasang wajah malas, Mikage melipat kedua tangan dan berdiri di dekat pintu. "Kalian sedang apa? ribut sekali".
Back to top Go down
View user profile
Hayabusa Toki

avatar

Side / Jurusan : Yume
Kelas / Semester : LULUS
Tinggi/Berat : 186/82
Trivia : Alto Saxophonist | a member of an Electronic Duo
Posts : 163
Join date : 2012-11-12
Age : 20

PostSubject: Re: Mukka [O]   Sat Jan 26, 2013 7:09 pm

"Bu-bukan...." Si rambut mangkuk membantah. Ah ya, pada akhirnya karena dia pakai seragam negau dia bukanlah maling. Lagi, Toki juga tidak terlalu peduli. Karena disana ada si moe rambut merah anak kelas satu itu. Toki punya kenangan buruk tentang bocah itu. Dia juga telah memasukkan bocah itu ke dalam blacklistnya.

Tapi, kenapa.. bocah itu sekarang ada disini?

Belum sempat Toki bereaksi, datang satu bocah lagi. Dia berdiri di samping Toki dengan wajah malas. "Kalian sedang apa? ribut sekali". Tidak bersemangat sekali suara bocah berkacamata dengan seragam mirai ini. Perasaan Toki hanya bergumam ringan dan tak menimbulkan keributan. Oh-oh, dia tau, bocah berkacamata ini bicara pada dua bocah lainnya ini.

"Hah? Yang ribut mereka berdua. Aku baru saja datang." Hm, jawaban tipikal orang AB memang. Oh ya, tadi kenapa dia ingin kesini? Tidur siang? Eh, bukan. Dia ingin memainkan backsound sebuah perkelahian, kan? Tapi sesudah mengetahui kalau disana tidak ada perkelahian, dia kembali ke tujuan utamanya. Latihan sax.

"Oh ya, kalau tidak keberatan, aku ingin latihan saxophone. Bisa kupinjam ruangannya? Atau kalian mau melihatku latihan????" Senyum kucing menghiasi wajah Toki yang sok polos. Dalam kepalanya dia sedang mencoba menganalisa kedua orang baru itu.
Back to top Go down
View user profile
Ichinomiya Kaname

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : II-1
Tinggi/Berat : 172/55
Trivia : Obsessive Compulsive Disorder
Posts : 72
Join date : 2012-12-29
Age : 21

PostSubject: Re: Mukka [O]   Sun Jan 27, 2013 1:25 pm

"Kalian sedang apa? ribut sekali"

Laki-laki lain pun datang lagi, kali ini dengan dasi biru, entah dari asrama apa, Kaname menepuk keningnya, dan dalam sekejap kemudian dia membetulkan posisi snare drum itu dan meletakkan stik drum pada tempatnya semula, "Tidak ada keributan apa-apa, aku hanya tak sengaja menyenggol snare drum."

wajahnya menunjukkan reaksi jengkel karena dituduh maling, sambil meneliti apa yang kurang dari snare drum ini, Kaname mencari-cari baut (atau benda kecil yang jelas membuat snare drum ini bisa berdiri kokoh) di sekitar lantai dan menemukan sesuatu di bawah telapak kaki laki-laki yang menuduhnya maling, Kaname memicingkan matanya, mengira itu baut dan ternyata salah, itu adalah kacamata, dan kacamata itu terinjak, kemudian dia memperhatikan laki laki berambut merah itu, dia berkacamata, lalu kacamata siapa yang dia injak?

"Hei, kau menginjak kacamata!" seru Kaname, kemudian dia menghampiri anak itu dan memungut kacamata rusak tersebut, "Pasti ini kacamata mahal," gumamnya, iya kacamatanya bagus sekali, dan lensanya dari kaca? ya pantas saja.

"Oh ya, kalau tidak keberatan, aku ingin latihan saxophone. Bisa kupinjam ruangannya? Atau kalian mau melihatku latihan????"

Kaname menoleh, seorang laki-laki yang berseragam sama dengan pemuda-penuduh-maling tiba-tiba datang, apa ini? kawanannya? oh dia mau main alat tiup saxophone juga, ya silahkan saja, Kaname tidak peduli, "Silahkan saja," jawab Kaname.

Ah kacau sudah, tempat ini jadi ramai.

Back to top Go down
View user profile
Murakami Shou

avatar

Side / Jurusan : negau
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 175/55 kg
Trivia : mata minus tingkat akut, black belt holder__
Posts : 157
Join date : 2012-10-30
Age : 20

PostSubject: Re: Mukka [O]   Tue Jan 29, 2013 11:22 pm

Shou merasa bersalah, karena teriakannya itu mengundang para tamu yang mencurigakan. Mau bagaimana lagi, Shou tidak mau dipukul atau memukul. Shou merasa dirinya lemah. Lebih parahya lagi Shou tidak bisa melihat apapun dengan jelas tanpa kacamataya.

Yang pertama datang adalah lelaki yang pernah Shou temui di backyard.

"Aah! Ketemu!"

Apa maksudnya 'Ah ketemu'? dasar mesum. Shou ingin menendang bokongnya tetapi Shou masih ingin menjaga kesopanan dan ketenangannya.

"Bu-bukan...." Suara itu menyadarkan Shou, kali ini Shou tahu lelaki yang dia teriaki bukanlah maling. Tidak mungkin kan, seorang maling memiliki suara semanis itu. Shou terkejut sejenak, apa manis? sejak kapan Shou memiliki pemikiran yang seperti itu?. Shou itu normal dan tidak akan menyimpang, cukup kakaknya saja yang menyimpang.

"Kalian sedang apa? ribut sekali". Shou melirik sekilas kearah suara itu, dari suaranya Shou bisa merasakan ketampanannya dan kemalasannya. eh..Tampan...ya cukup!! lupakanlah.

Shou ingin mengambil kacamata cadangannya lagi, karena kacamatanya yang agak retak itu sudah jatuh ketika membuka lebar-lebar pintu studio musik. Perlahan Shou mengambil kacamata cadangannya dan memakainya.

"Hei, kau menginjak kacamata!"
"Pasti ini kacamata mahal,"


Shou menggerakkan kakinya untuk menyingkir dari kacamata yang ditunjukan lelaki negau itu. Dengan perlahan Shou duduk bersila dilantai dan menyentuh kacamata yang ia injak itu. Shou yakin itu kacamata yang ia cari tadi.

"Oh ya, kalau tidak keberatan, aku ingin latihan saxophone. Bisa kupinjam ruangannya? Atau kalian mau melihatku latihan????"

Shou menatap kosong kearah lelaki yume itu. Dasar tidak sopan, kenapa dia tatapannya begitu mesum?. Apa dia sedang memikirkan hal-hal mesum?. menakutkan.

Perlahan Shou menatap kearah lelaki negau dan lelaki yang terdengar malas itu.

"Gomen.. ini salahku" Ujar Shou menyesal, kali ini suara serak Shou sangat kecil dan menyeret. ya.. begitulah Shou..Dia jarang sekali berbicara, hanya karena terpaksa saja dia ingin bicara.
Back to top Go down
View user profile
Tateyama Mikage

avatar

Side / Jurusan : Mirai
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 173/57
Trivia : ( ̄へ ̄)
Posts : 141
Join date : 2013-01-06

PostSubject: Re: Mukka [O]   Wed Jan 30, 2013 10:51 am

Mikage mendelik pada pemuda berambut coklat tinggi tersebut. 'Tentu saja aku tahu bukan kau yang berulah. Tadi aku jalan di belakangmu', tapi buat apa juga dibalas. Tangannya sengaja ia kibas, bermaksud mengatakan ia tidak peduli. Dari sekian siswa yang pernah ia lihat hanyalah si rambut merah itu. Mereka sama-sama kelas satu. Yang lain mungkin kakak kelas.

Si kepala coklat dengan ramainya mengatakan ingin latihan saxophone. Mikage menaikkan alis, langkahnya melambat menuju tempat biasa sheet musik diletakkan. Orang itu mengapa harus repot-repot meminta ijin, kecuali di antara mereka adalah guru. "Silahkan, tapi ketika kau latihan ada baiknya menutup pintu", ruang yang sengaja dirancang kedap suara ini punya tujuan. Sekolah memang sudah usai, silahkan saja jika ingin pamer latihan.

Teriakan kacamata yang kontan membuatnya menoleh. Si rambut merah duduk bersila mengambil kacamatanya. Wajahnya terlihat ... merasa bersalah ketika memandangnya. Pemuda berkacamata hitam ini jadi meringis. Dia hanya bertanya tentang keributan... mengapa dirinya jadi merasa telah berbuat sesuatu yang kejam? "Aku tidak menyalahkanmu", Mikage menghela napas, susahnya ia menghadapi tipikal orang seperti ini yang terlalu perasa. Lagipula...

"Kacamatamu itu bagaimana?", kasihan juga. Sheet musik yang ia cari tidak ada di atas meja, mau tidak mau ia harus mencari lebih lama.
Back to top Go down
View user profile
Hayabusa Toki

avatar

Side / Jurusan : Yume
Kelas / Semester : LULUS
Tinggi/Berat : 186/82
Trivia : Alto Saxophonist | a member of an Electronic Duo
Posts : 163
Join date : 2012-11-12
Age : 20

PostSubject: Re: Mukka [O]   Sun Feb 03, 2013 12:53 am

"Silahkan saja," si rambut mangkuk menjawab permintaan Toki. Bukannya apa-apa, Toki sudah lama tidak latihan sax, suaranya mungkin tidak sehalus saat terakhir kali dia bermain. Akan menyusahkan kalau dia membuat ketiga bocah itu terganggu dengan permainannya.

Didekatkannya mouthpiece sax ke bibir. Klep-klep ditekannya berurutan nada. Pemanasan itu penting dalam latihan. Sekali dilihatnya si moe rambut merah meliriknya seakan menuduh Toki. Apaan dengan tatapan itu? Sementara Toki berlatih sax, si moe entah kenapa minta maaf pada si kacamata. Saat itu pula Toki mulai menganalisa.

Dua pemuda negau dan satu mirai. Si moe sudah dikenalnya. Tapi dua lagi ini wajah baru. Satunya si negau rambut mangkuk. Bocah ini tampaknya bocah baik-baik dan mungkin dia sedikit jengkel karena dituduh sebagai maling. Satu lagi si mirai kacamata, sedikit penggerutu, dan sorotan matanya itu agak menjengkelkan... Well, bukan urusannya juga. Dia hanya seorang yang tertarik menganalisa orang lain.

"Benda apa itu? Baut?" Toki segera menghentikan permainan sax nya begitu melihat benda berkilau tak jauh dari kaki si rambut mangkuk. Dia menurunkan tangan dari sax, membiarkan benda perak itu bergelayut pada tali yang menggantung di selingkar lehernya. Dipungutnya baut itu, mengamatinya dengan teliti.

"Ada yang tau ini baut apa?" Toki menoleh pada tiga bocah yang lain.
Back to top Go down
View user profile
Ichinomiya Kaname

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : II-1
Tinggi/Berat : 172/55
Trivia : Obsessive Compulsive Disorder
Posts : 72
Join date : 2012-12-29
Age : 21

PostSubject: Re: Mukka [O]   Sun Feb 03, 2013 2:00 pm

laki-laki berambut merah itu meminta maaf kepadanya, bukan masalah besar bagi Kaname, cuma dia tidak suka dengan orang-orang yang langsung berteriak tanpa berpikir apa yang dia lakukan barusan, banyak sekali orang-orang seperti itu yang menyusahkan, tapi dengan permintaan maaf laki-laki berambut merah itu, pandangannya jadi membaik, setidaknya dia meminta maaf dan mengerti tata krama.

"Tidak apa-apa, jangan diulangi lagi." ucap Kaname, dia menyodorkan kacamata rusak itu kepada laki-laki berambut merah, "Milikmu?" sepintas dia melihat laki-laki ini tidak begitu baik penglihatannya walaupun memakai kacamata, mungkin yang dipakainya itu adalah kacamata cadangan, sebagai pengguna kacamata dalam kesehariannya, Kaname hafal betul dengan kebiasaan orang-orang yang selalu menyediakan kacamata cadangan, dulu dia juga melakukan itu, cuma selalu tidak berhasil, kacamata cadangannya selalu hilang lebih dulu sebelum dia gunakan.

"Ada yang tau ini baut apa?"

"Wah mungkin baut snare drum ini," sahut Kaname cepat, Kaname buru-buru menghampiri pemuda sax itu, untuk melihat lebih dekat apa itu benar-benar baut atau bukan.
Back to top Go down
View user profile
Murakami Shou

avatar

Side / Jurusan : negau
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 175/55 kg
Trivia : mata minus tingkat akut, black belt holder__
Posts : 157
Join date : 2012-10-30
Age : 20

PostSubject: Re: Mukka [O]   Tue Feb 05, 2013 9:09 am

Shou memperhatikan lelaki, sang pemilik suara tampan tapi pemalas itu. sepertinya lelaki itu mencari sesuatu, dan tidak menemukan barang yang ia cari. Kasihan juga. Tapi siapa yang lebih kasihan? Shou menatap nanar kacamatanya yang pecah itu, lagi-lagi kacamata itu hancur.

Lelaki yang Shou tuduh maling itu menasihatinya dan menyodorkan kacamata rusaknya itu. Baru saja Shou ingin mengucapkan terimakasihnya, lelaki itu sudah pergi.

Shou pegang erat kacamatanya yang rusak dan menyimpan didalam tas punggungnya.

Jujur, ketika Shou mendengar alunan saxophone. Tubuhnya sangat ingin menari tap, tapi sungguh memalukannya kalau Shou melakukan didepan orang yang baru dia kenal. Shou tidak mau mencari masalah, Shou ingin mempunyai teman lebih banyak.


"Aku Murakami Shou kelas I-2. salam kenal. Sepertinya kalian sedang mencari sesuatu, sedang cari apa? baut? atau apa? Aku akan membantu mencarinya." Tanya shou dan agak menundukkan kepala tanda ia sedang memperkenalkan diri, kepada lelaki yang ia tuduh maliang dan lelaki yang memiliki suara tampan dan malas itu.

"Hem.. ada yang mau eskrim dan kripik kentang..tapi sedikit pedas." Ujar Shou menawarkan. Shou merasa bersukur, eskrimnya belum meleleh ya.. karena sekarang masih musim dingin. Memakan eskrim dimusim seperti ini memang salah, tapi untuk sekedar mendinginkan suasana plus mendinginkan kepala, apa salahnya kan. Perlahan Shou berdiri dan mencari kursi untuk sekedar duduk-duduk, Shou ingin lebih lama disini untuk mendengar permainan saxophone lelaki yume itu. Menurut Shou permainannya lumayan bagus.

Back to top Go down
View user profile
Tateyama Mikage

avatar

Side / Jurusan : Mirai
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 173/57
Trivia : ( ̄へ ̄)
Posts : 141
Join date : 2013-01-06

PostSubject: Re: Mukka [O]   Wed Feb 06, 2013 9:53 am

Si rambut merah itu nampak masih meratapi kacamata yang rusak. Pemakai kacamata ini juga merasa kasihan, tapi ia harus berbuat apa? Mau menawarkan bantuan tapi ia sendiri bukan tukang kacamata. Menyuruh anak itu pergi ke optik dan membeli yang baru? .... tidak, kesannya jadi memerintah. Mikage melengos, berusaha mengalihkan perhatian dengan fokus pada kesibukkannya. Kurang ajar guru itu mengerjainya, jelas-jelas sheet musik yang dimaksud bertebaran entah dimana.

"Aku Murakami Shou kelas I-2. salam kenal. Sepertinya kalian sedang mencari sesuatu, sedang cari apa? baut? atau apa? Aku akan membantu mencarinya."

Oh ya? kebetulan. "Hei Murakami. Di sebelah situ ada kumpulan file musik tidak?", oke dia mulai seenaknya memanggil nama kepala merah. Dan lagi dia senggang menonton siswa yume itu bermain saxophone bukan? plus tawaran makanan segala. ..................tunggu sebentar. Mikage mendekati Murakami, memandang pemuda tersebut dari dekat sebelum menyadari sesuatu. "Astaga pantas saja aku pernah melihatmu", baru ingat jika mereka berdua sekelas? daya ingat akan wajah dan nama memang di bawah rata-rata. "Tateyama Mikage, aku berada di kelas yang sama denganmu. Minta keripiknya...", asal comot. Yang penting mereka sudah berkenalan. Ia berbalik badan kembali pada tugasnya.

Kepada dua orang yang sedang sibuk bermain saxophone atau mengurusi drum, lanjutkan saja sana. MIkage masih acuh sambil mengunyah keripik.
Back to top Go down
View user profile
Hayabusa Toki

avatar

Side / Jurusan : Yume
Kelas / Semester : LULUS
Tinggi/Berat : 186/82
Trivia : Alto Saxophonist | a member of an Electronic Duo
Posts : 163
Join date : 2012-11-12
Age : 20

PostSubject: Re: Mukka [O]   Fri Feb 08, 2013 8:06 pm

"Wah mungkin baut snare drum ini," Si kepala jamur mendekati Toki, melihat baut ditangannya dengan seksama. Sepertinya waktu dia menyenggol snare drum tadi sampai jatuh menimbulkan bunyi keras baut itu terlepas dari tempatnya.

"Yasudah kalau begitu ayo kita pasang." Toki mendekati snare drum yang jatuh tadi, memeriksa dimana lubang baut itu berada. Sementara dia sibuk melihat snare durm, si moe rambut merah malah memperkenalkan dirinya,

"Aku Murakami Shou kelas I-2. salam kenal. Sepertinya kalian sedang mencari sesuatu, sedang cari apa? baut? atau apa? Aku akan membantu mencarinya." Sudah dikira Toki, anak itu memang baik hati. Memperkenalkan diri, kemudian menawarkan bantuan. Bawa makanan, lagi. Dia bawa keripik kentang rasa pedas. Apa ini karena pengaruh Toki yang selalu membawa keripik kentang untuk teman bersantai? Ah, bukan iu poinnya. Temukan dulu lubang baut ini.

"Tateyama Mikage, aku berada di kelas yang sama denganmu. Minta keripiknya...", Si kacamata ikut memperkenalkan diri pada si rambut merah. Ternyata mereka berdua sekelas. Dan tingkah si Tateyama ini barusan... sama seperti seseorang yang dikenal Toki. Tiba-tiba mencomot keripik kentang orang lain tanpa peduli. Tapi ngomong-ngomong...

"Hei, kenapa kau tidak ikut memperkenalkan namamu sekalian seperti mereka? Aku Hayabusa Toki." Toki mengulurkan tangan hendak menjabat tangan si kepala jamur. Tak ada salahnya menambah teman, kan?

Tapi tiba-tiba... PRETAAAK Snare drum yang belum seimbang berdirinya itu jatuh lagi...
Back to top Go down
View user profile
Shimizu Ikki

avatar

Side / Jurusan : ex-Yume
Tinggi/Berat : 180/69
Trivia : Kuliah di Wina
Posts : 169
Join date : 2013-02-01
Age : 22

PostSubject: Re: Mukka [O]   Sun Feb 10, 2013 6:41 am

Katanya sekolah ini terbagi menjadi tiga jurusan. Ikki sendiri mengambil Yume yang mengutamakan musik. Dia gak mau ambil yang aneh-aneh dan tidak bisa mengikuti pelajaran nantinya. Salahnya sendiri pindah sekolah tanggung begitu.

"Cih."

Mengingat alasan utamanya ke sini membuatnya kesal. Sampai saat ini ia masih belum bisa bertemu adik sepupunya itu. Walau berada di distrik yang sama, sekolah mereka berjarak cukup jauh. Ini masih minggu awalnya di sekolah barunya. Ia harus mengurus hal-hal penting dan beradaptasi. Ia mendesah.

PRETAAAK


Ikki yang kini berada tepat di depan ruang musik mengerutkan dahinya. Ia pikir dengan adanya jurusan musik di sekolah ini, ruang musik akan menjadi tempat yang menyenangkan untuk mendengar melodi-melodi indah.

"Bodoh." Gumamnya sambil melangkah masuk ke dalam sana.
Back to top Go down
View user profile
Ichinomiya Kaname

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : II-1
Tinggi/Berat : 172/55
Trivia : Obsessive Compulsive Disorder
Posts : 72
Join date : 2012-12-29
Age : 21

PostSubject: Re: Mukka [O]   Sun Mar 03, 2013 8:37 pm

Kaname terlalu berkonsentrasi memperbaiki snare drum itu agar kembali berdiri tegak, tapi dia mendengar si rambut merah yang memperkenalkan dirinya sebagai Murakami Shou itu membawa es krim dan kripik pedas.

Lho? memangnya boleh membawa makanan ke studio? nanti kotor kan? lalu sisa makanannya berceceran kemana-mana. Kaname memperhatikan kedua pemuda yang satunya bernama Murakami dan satunya lagi mengaku bernama Tateyama Mikage, yang ternyata mereka berdua sekelas dan hal ini sepertinya sudah biasa terjadi, melupakan teman sekelas karena sepertinya dia tidak sering ada di kelas.

Kemudian perhatiannya kembali kepada snare drum yang ternyata terlihat susah di perbaiki.

"Hei, kenapa kau tidak ikut memperkenalkan namamu sekalian seperti mereka? Aku Hayabusa Toki."

Kaname mendongak kaget, pemuda berambut pirang yang membantunya memperbaiki snare drum tiba-tiba mengajaknya berkenalan, Kaname membiarkan snare drum yang belum tentu bisa kokoh berdiri itu (karena dia yakin untuk berkenalan tidak akan memakan waktu 5 menit) dan menyambut uluran tangan pemuda bernama Toki itu, "Ichinomiya Kaname," ucapnya sambil tersenyum formal.

PRETAAAK

snare drum itu sudah protes minta diperhatikan. Sambil misuh-misuh Kaname berjongkok kembali untuk memperbaikinya, sepertinya ada satu baut lagi yang hilang...

tak lama kemudian masuklah seorang pemuda berambut hitam, wajahnya terlihat sedang kuyu dan bosan, sepertinya dia bergumam ketika memasuki ruang studio musik ini.
Back to top Go down
View user profile
Murakami Shou

avatar

Side / Jurusan : negau
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 175/55 kg
Trivia : mata minus tingkat akut, black belt holder__
Posts : 157
Join date : 2012-10-30
Age : 20

PostSubject: Re: Mukka [O]   Tue Mar 05, 2013 11:51 am

"Hei Murakami. Di sebelah situ ada kumpulan file musik tidak?"
"Oh sebentar, aku priksa dulu ya." jawab Shou singkat dan langsung bergergerak untuk mencari kumpulan file music.Lelaki yang terdengar malas itu mengatakan bahwa dia yakin pernah melihat Shou. Dan Shou sama sekali tidak yakin pernah melihat lelaki itu. Shou meremas dahinya bertanda Shou sudah menyerah untuk mengingat siapa lelaki itu. Yang Shou yakini adalah lelaki itu sekelas dengannya. Sebenarnya Shou tidak mau mengingat-ingat tentang kelas lagi karena apabila Shou mengingat keadaan kelasnya huaaaaa kelasnya begitu hancur.

Quote :
"Tateyama Mikage, aku berada di kelas yang sama denganmu. Minta keripiknya..."
Lelaki itu mulai mencomot kripiknya. Oh jadi dia itu Tateyama teman sekelasnya. Kalau dia sekelas mungkin Tateyama mengetahui kenapa kelasnya menjadi seperti itu. Dengan wajah yang mulai resah dan Shou mulai melirik kiri kanannya berharap tidak ada seorangpun mendengarnya. Ketika Shou menerawang seluruh ruangan yang Shou lihat hanyalah lelaki yang Shou tuduh maling itu dan lelaki yang mengaku bernama Hayabusa Toki sepertinya sedang berkenalan. Perlahan Shou menatap Tateyama dengan mata besarnya.

"Tateyama. kau ingat tidak, ada dua lelaki yang rambutnya platinum blonde dikelas kita? kalau tidak salah nama mereka yamaguchi dan komeya, mereka itu preman ya?." Desis Shou. Entah mengapa ketika Shou mendengar kedua nama itu di sebutkan Shou menjadi merinding sendiri. Jangan sampai salah satu dari lelaki itu datang dan menggertaknya tiba-tiba. Baru saja Shou ingin meneruskan acara mencari file music tiba-tiba...

PRETAAAK

Dengan cepat Shou memeluk tateyama karena terkejut. Shou yang masih memikirkan kedua lelaki yang memiliki rambut platinum blonde itu, mengira suara itu berasal dari salahsatu lelaki platinum blonde yang tiba-tiba datang. Ketika Shou melirik-lirik disekitarnya, ternyata itu hanyalah suara snare drum. Dengan polosnya Shou melepaskan pelukanya yang singkat itu.

Shou mulai berjongkok untuk mengambil bungkusan kripiknya yang terjatuh karena keterkejutannya barusan.

"Bodoh" Shou menoleh sekilas dengan tatapan kosongnya....siapa yang bodoh?!

"kau pikir kau keren" Bisik Shou, tanpa melihat wajah lelaki yume yang baru datang itu dan Shou masih berjongkok untuk mengambil kripiknya. Mungkin suaranya tidak ada yang bisa mendengarnya. ya..lelaki itu lebih cocok bilang imut ketimbang keren menurut Shou.

"Huffft...maaf Tateyama, aku kira suara tadi itu ulahnya salahsatu lelaki yang aku ceritakan tadi. ah ternyata hanya suara snare drum " Ujar Shou dengan suara rendah dan senyumannya. Dan Shou mulai berdiri lagi untuk membantu tateyama mencari file music yang ia cari.
Back to top Go down
View user profile
Tateyama Mikage

avatar

Side / Jurusan : Mirai
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 173/57
Trivia : ( ̄へ ̄)
Posts : 141
Join date : 2013-01-06

PostSubject: Re: Mukka [O]   Mon Mar 11, 2013 11:08 am

Lalu semua berlanjut menjadi ajang berkenalan. Si yume satu yang disangka maling bernama Hayabusa, lalu si pemilik rambut yang mirip jamur itu Ichinomiya. Sambil mengunyah keripik, Mikage hanya mendengarkan sementara ia bolak-balik mengecek sheet music yang sensei-nya maksudkan. Ada. Sayangnya hanya selembar. Mikage menggerutu kesal, klub musik tampaknya kurang suka beberes setelah mereka berkegiatan.

"Tateyama. kau ingat tidak, ada dua lelaki yang rambutnya platinum blonde dikelas kita? kalau tidak salah nama mereka yamaguchi dan komeya, mereka itu preman ya?."

Hah? Sedetik ia sempat terbengong sebelum mencerna kata-kata teman sekelasnya itu. Keberadaan siswa berandal di sekolahnya lebih dari hitungan jari. Wajar saja jika mereka bersekolah di lingkungan dimana tidak ada keberadaan kaum hawa. ........ salah,itu tidak ada hubungannya.

Sebelah alisnya naik, ia menatap heran Murakami. "Kamu dijahati mer-......"

kreeeek....

Spontan Murakami memeluknya. "AP-...?!!", sepasang mata hitam itu terkejut terbelalak membesar. Bukan karena suara patahan barusan -ia tidak peduli dengan itu-, tapi karena reaksi kepala merah. Persis seperti yang dilakukan oleh hampir semua kakak lelakinya. Dengan seenaknya mereka memasuki ruang privasi pemuda berkacamata ini, sering tanpa ada persetujuan dari sang adik.

Murakami memeriksa sekeliling, merasa lega dan meminta maaf karena menyangka suara tersebut berasal dari salah satu berandal kelas. Kebiasaan touchy freely kakaknya bagi Mikage memuakkan, reaksi kaget lain hal. Tapi tetap saja..... "Bodoh aku kira apa!", hardiknya langsung dengan ketus, "kamu terlalu paranoid". Mikage berbalik badan, kembali fokus pada pekerjaannya mencari sisa sheet. Keberadaan yume lain yang baru datang ia tak acuhkan begitu saja.

Dapat lagi selembar sheet yan tercecer. Tinggal satu halaman lagi maka tugasnya selesai. Lalu snare drum yang patah? hih urus sendiri.
Back to top Go down
View user profile
Hayabusa Toki

avatar

Side / Jurusan : Yume
Kelas / Semester : LULUS
Tinggi/Berat : 186/82
Trivia : Alto Saxophonist | a member of an Electronic Duo
Posts : 163
Join date : 2012-11-12
Age : 20

PostSubject: Re: Mukka [O]   Tue Mar 12, 2013 5:06 pm

"Ichinomiya Kaname," Si rambut mangkuk menyalami tangan Toki dan memasang senyum paling biasa yang mungkin dipunyanya. Sementara dia dan si Ichinomiya berkenalan, si Tateyama dan Murakami sibuk bicara tentang preman-preman kelas satu yang sekelas dengan mereka berdua. Hm, sepertinya menarik? Apa kapan-kapan dia keluyuran di koridor kelas satu saja ya? Mana tau ada perkelahian yang menarik untuk di tonton.

Baru selesai berjabat tangan snare drum tadi ambruk lagi. Diiringi pekikan si Murakami yang seperti pekikan seorang fan girl. Apa dia tidak punya sesuatu yang menonjol di lehernya? Suara yang melengking itu kalau bukan karena reflek kaget pasti karena si Murakami ini belum puber.

"Bodoh aku kira apa!" Teriak Tateyama. Apa yag dilakukan Murakami padanya? Toki pernah bertemu anak itu sekali dan sempat di tubruk. Rasanya sakit sekali. "kamu terlalu paranoid" Sambung si Tateyama. Tidak disangka tampang setenang itu, marahnya galak sekali. Tampang menipu memang.

Si Ichinomiya masih berusaha menopang snare drum tadi dengan tangannya. Ternyata jatuhnya cukup parah sampai kehilangan lebih dari satu baut. Toki celingak-celinguk melihat ke sekeliling sambil menyipitkan mata. Di mana benda kecil itu terjatuh?

"Ah sial, kalau tidak bisa diperbaiki bisa-bisa semua yang ada di ini kena hukum..." Gumam Toki malas. Dia tak keberatan di hukum, toh dia sudah terbiasa tapi tetap saja dihukum itu merepotkan. Wah, ketemu. Baut snare drum itu berkilat terkena cahaya dari luar studio musik. Baru saja dia akan mendekati baut itu dan mengambilnya, sepasang kaki muncul tepat di dekat baut itu.

"Bodoh." Toki mendongak. Di sana berdiri seorang laki-laki berwajah malas. Rambutnya setengah dikuncir. Siapa anak ini? "Hei, bisa tolong ambilkan baut di dekat kakimu itu?" Toki menunjuk baut di dekat sepatu anak itu dari tempatnya berjongkok di dekat Ichinomiya dan snare drum. Dia tersenyum menunggu reaksi anak yang baru datang itu.
Back to top Go down
View user profile
Shimizu Ikki

avatar

Side / Jurusan : ex-Yume
Tinggi/Berat : 180/69
Trivia : Kuliah di Wina
Posts : 169
Join date : 2013-02-01
Age : 22

PostSubject: Re: Mukka [O]   Tue Mar 12, 2013 5:42 pm

"Kau pikir kau keren" kata-kata manusia berambut merah itu benar-benar menggantung. Ikki tidak tahu harus mengklasifikasikannya ke pertanyaan atau pernyataan. Ia pun membalasnya dengan cara yang sama.

“Dan kau pikir aku tidak dengar.”

Gak kreatif? Bodo amat. Ikki gak mengaku kece, keren dan sebagainya. Kalau ada yang menganggapnya begitu, baguslah. Kalau diingat-ingat, Yuuki tidak peernah bilang begitu. Oke, dia bilang kuncirannya bagus, bajunya lumayan, senyumnya juga enak diliat, dan sifatnya ramah—ya, Yuuki taunya hanya sisi ramah Ikki. Belum pernah Ikki mendengar sepepunya bilang, “Kakak ganteng.” Atau yang sejenis itu.

"Ah sial, kalau tidak bisa diperbaiki bisa-bisa semua yang ada di ini kena hukum..."

Apa? Kalau tahu begitu Ikki mana mau ke sini. Idih merepotkan. Dia anak baru, kelas tiga juga, masa dihukum karena merusak yang bukan dirusaknya. Pura-pura tidak dengar saja.

"Hei, bisa tolong ambilkan baut di dekat kakimu itu?"

Ikki melihat kakinya. Di situ memang ada baut. Ambil tidak ya? Dia tidakingin iseng untuk saat ini. Masih baru, harus baik-baik. Ikki memungut baut itu.

“Wozu?*” tanyanya sok penasaran sambil berjalan mendekat. Lupa kalau mereka orang Jepang, takutnya tidak mengerti bahasa yang ia gunakan, buru-buru ia memperbaiki katanya.

“Buat apa?”

Walau dia melihat ada satu orang pirang diantara mereka, tetap saja masih belum yakin. Bicara tentang si pirang. Ikki merasa pernah melihat wajahnya. Semakin diperhatikan dari dekat, semakin familiar.

Jangan-jangan...

Ikki mengeluarkan ponselnya. Diam-diam ia memfoto orang itu dan mengirimnya ke Fumiko.


Last edited by Shimizu Ikki on Wed Mar 13, 2013 11:25 pm; edited 1 time in total (Reason for editing : menambahkan sesuatu)
Back to top Go down
View user profile
Ichinomiya Kaname

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : II-1
Tinggi/Berat : 172/55
Trivia : Obsessive Compulsive Disorder
Posts : 72
Join date : 2012-12-29
Age : 21

PostSubject: Re: Mukka [O]   Sun Apr 21, 2013 12:37 pm

Snare drum ini lama-kelamaan menyusahkannya, belum lagi teriakan si Murakami menjerit bagaikan anak perempuan dan memeluk Mikage, benar-benar masih ada laki-laki yang menjerit seperti perempuan hanya karena suara snare drum jatuh. Belum lagi si Mkage sepertinya terlihat kesal karena tiba-tiba dipeluk sesama jenis.

Laki-laki berambut mangkok ini mencoba mendirikan snare drum dan tidak menopangnya, tapi melihat benda ini bersiap-siap jatuh lagi, Kaname buru-buru kembali menopangnya, dia memandang sekelilingnya dimanakah letak baut yang terakhir itu? dengan ditemukannya baut itu, maka selesailah penderitaan snare drum yang menyusahkan dan tidak mau berdiri ini.

Tapi, dimana? lagipula, snare drum ini tau-tau jatuh sendiri kok, dia cuma menyenggol hanya sedikit saja. Kalau pun tersenggol sedikit saja bisa jatuh, dari awal memang snare drum ini kehilangan satu penobangnya kan agar berdiri kokoh? Kaname memperbaiki letak kacamatanya.

"Ah sial, kalau tidak bisa diperbaiki bisa-bisa semua yang ada di ini kena hukum..."

HAH?!!

Mendengar Hayabusa Toki bergumam malas seperti itu, Kaname menoleh cepat dan tentu saja panik, tapi......tapi......

"Hei, bisa tolong ambilkan baut di dekat kakimu itu?"

WAH! Toki melihat sesuatu di kaki laki-laki yang baru masuk tadi, semoga itu bautnya, semoga....

"Hei, menurutmu kita akan benar-benar dihukum kalau ini tidak bisa berdiri?" tanya Kaname cemas, dia tidak mau dihukum, ini kan hari pertama sekolahnya, kalau neneknya tahu dia tiba-tiba sudah bikin onar di sekolah barunya, esok hari dia ada hanya untuk diteriaki neneknya.



Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Mukka [O]   

Back to top Go down
 
Mukka [O]
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Beta Version: Katsushika Akademia :: Studio :: Music Studio-
Jump to: