Daily School Life
 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 [II-3, sini] ...A Deep Resonance

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Matsunaga Touda
Guru Bahasa Jepang
avatar

Side / Jurusan : Guru Bahasa Jepang
Kelas / Semester : -
Tinggi/Berat : -
Trivia : Asal tidak sedang di tempat umum dan tak ada guru lain, silahkan tinggalkan bahasa formalmu denganku, nak.
Posts : 5
Join date : 2012-03-29

PostSubject: [II-3, sini] ...A Deep Resonance   Thu Mar 14, 2013 5:04 pm

"Pagi, anak-anak."

Sapaan kasual seperti biasa saat dia memasuki kelas. Matsunaga Touda, selalu merasa tak ada salahnya bersikap santai pada murid-muridnya---bahasa formal boleh lah ditinggalkan kalau sedang bicara dengan dia. Walau tentu saja sebagai guru, mau tidak mau ia harus membiasakan murid-muridnya memakai bahasa yang masih agak sopan padanya. Terutama kalau sampai ada guru lain yang lihat, nanti dikira dia tidak becus lagi mengajar Bahasa Jepang kalau melihat muridnya bicara tidak dengan bahasa yang 'benar' dengan dia.

Tapi kalau cuma di kelas, dan tak ada guru lain, ya sudahlah ya.

"Tema kita hari ini adalah haiku. Hmm, ada yang suka haiku di sini? Ada yang bisa sebut satu-dua pengarang haiku yang terkenal, dan haiku seperti apa yang orang itu biasanya tulis? Angkat tangan ya bisaaa, seperti biasa."

Tidak pakai basa-basi mengajarnya, ya.
3 orang yang bersedia angkat tangan, masing-masing dapat tambahan 3 chip kalau bisa menjawab.

_________________
~Touda's Profile
Back to top Go down
View user profile
Hayabusa Toki

avatar

Side / Jurusan : Yume
Kelas / Semester : LULUS
Tinggi/Berat : 186/82
Trivia : Alto Saxophonist | a member of an Electronic Duo
Posts : 163
Join date : 2012-11-12
Age : 20

PostSubject: Re: [II-3, sini] ...A Deep Resonance   Fri Mar 15, 2013 2:14 pm

Pagi ini Toki memutuskan untuk mengikuti pelajaran pagi. Pelajaran pagi ini adalah pelajaran bahasa Jepang yang diajar oleh guru wali kelasnya, Matsunaga-sensei. Rasanya keterlaluan juga kalau dia harus membolos pada pelajaran yang diajar oleh wali kelasnya. Bisa-bisa sepulang sekolah dia dipanggil Matsunaga-sensei ke ruang guru. Walau sepertinya Matsunaga-sensei santai dan bukan tipe yang akan menceramahinya, namun kewajiban seorang guru ya, mengingatkan muridnya.

Toki memasuki ruang kelas dan seperti biasa, duduk di barisan paling belakang di dekat jendela. Alasannya simpel. Supaya tidak menarik perhatian juga supaya bisa melihat apa yang terjadi di luar melalui jendela. Begitu sampai di mejanya, Toki segera menopang dagu memejamkan mata sejenak. Dia akan tidur sebentar sebelum Matsunaga-sensei masuk. Semalam dia begadang lagi mengerjakan desain mural pesanan salah seorang teman lamanya. Tidak enak kalau pekerjaan itu ditunda.

“Pagi, anak-anak.” Baru saja Toki memejamkan matanya, suara ramah Matsunaga-sensei langsung terdengar. Mau tak mau dibukanya matanya walau, satu tangannya masih menopang dagu.

“Tema kita hari ini adalah haiku. Hmm, ada yang suka haiku di sini? Ada yang bisa sebut satu-dua pengarang haiku yang terkenal, dan haiku seperti apa yang orang itu biasa tulis? Angkat tangan ya bisaaa, seperti biasa.”

Haiku? Sajak? Benar kan, haiku itu.. sejenis sajak? Toki memiringkan kepalanya berpikir. Dia menggali lagi memorinya, dia tau sedikit tentang haiku. Di SMP juga sepertinya dia pernah belajar tentang haiku. Dia mengingat-ingat lagi.

Ini bukan seperti biasanya dimana Toki pasif di kelas dan menjawab pertanyaan guru hanya bila di minta. Tapi, tak ada salahnya juga sekali-kali mengangkat tangannya yang mala situ untuk menjawab pertanyaan.
Lumayan, untuk menegaskan keberadaannya di kelas ini. Toki mengangkat lengan kirinya ke udara, hendak menjawab pertanyan Matsunaga-sensei.

“Masaoka Shiki… Hmm…,” Toki terdiam sebentar. Karya Masaoka Shiki yang bisa diingatnya… Kalau tidak salah, “Sejumlah haiku yang dia tulis… Itu tentang bisbol…” Toki menjawab setengah ragu. Benar tidak, ya? Dia melihat pada Matsunaga-sensei, menunggu jawaban sang guru untuk pernyataan Toki. Semoga saja benar. Dilihatnya teman-teman sekelasnya yang lain.

‘Benar tidak, sih?’ Batinnya ragu.
Back to top Go down
View user profile
Taeyagi Minoru

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : III-3
Tinggi/Berat : 175 cm / 50 kg
Trivia : Suka susu pisang, Takut serangga, tak terampil membuat karya tangan, NAIF ll Related to: Minami Hotaru, Sadaharu Kiyoshi, Oryuu Jinki, Jonouchi Yuujii.
Posts : 141
Join date : 2012-02-17
Age : 21

PostSubject: Re: [II-3, sini] ...A Deep Resonance   Sat Mar 16, 2013 12:49 pm

Sebentar lagi sudah kenaikan kelas. tapi, tapi, tapi, kenapa banyak yang masih santai ya? Pak Guru wali kelas yang barusan masuk mengucapkan selamat pagi juga masih mengajar dengan santai. Jangan-jangan, semuanya sedang berusaha bersikap cool dan manly?

Mino menghirup napas tajam. Menahannya di pipi dalam gembungan serius. Iya, Mino sedang berpikir serius. Lihat tidak kerutan alis di wajah bergaris lembutnya? Hiraukan jerawat di dekat hidungnya. Jerawat kan tanda dia tidak sering-sering mencuci muka. Padahal ini karena kebanyakan jajan berminyak saja. Tapi kalau dipandang jarang cuci muka kan manly. Dia mau bangga pokoknya.

"Haiku ya?" kerutannya turun, tertuju pada buku pelajarannya. Buku pelajaran Bahasa Jepang yang...ngaku tidak ya?--agak terabaikan karena dia sibuk belajar bahasa Korea. Ada agensi Korea yang melirik dirinya untuk dijadikan trainee di sana katanya. Mino mana mau melewatkan kesempatan menari di atas panggung? Mencuri setiap jiwa dengan gerakan tubuhnya?

Ini terhitung mencontek tidak ya?

Tidak angkat tanga dulu. Diam-diam buka bukunya.

Deg. Deg. Deg.

Semoga tidak ketahuan.
Back to top Go down
View user profile
Shikamori Hime

avatar

Side / Jurusan : Yume
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 176/58
Trivia : Hime dari kanji 'secret' bukan princess >.< ll 4D ll Suka mencoba hal-hal baru
Posts : 255
Join date : 2012-03-04
Age : 20

PostSubject: Re: [II-3, sini] ...A Deep Resonance   Sat Mar 16, 2013 1:08 pm

Hime mengangguk pada ucapan selamat pagi pak Guru yang baru saja masuk. Hng? Tidak minta dibalas dengan ucapan selamat pagi juga kan? Setahunya guru Bahasa Jepang itu orangnya santai. Hime tidak meremehkan orang yang santai, justru kagum. Kenapa bisa mereka yang hidupnya saja lebih lama dari dia, yang telah melihat lebih banyak isi dunia luar dan pastinya (menurutnya) punya lebih baaaaaanyak pertanyaan berseliweran di kepala tentang 'mengapa' dan 'bagaimana'. bisa santai saja?

Sedangkan Hime merasa kepalanya kadang sudah ingin meledak saking banyaknya pertanyaan berseliweran.

Hime mengangkat tangan seperti instruksi. Dia bukan anak yang sangat rajin atau sangat malas. Hei, kenapa harus menjadi rajin atau malas? Apakah alien lebih tertarik pada salah satu dari dua jenis itu? Hime terkadang ingin tahu. Adakah salah satu teman di kelasnya ini yang sebenarnya alien? Mungkin...ia curiga..mungkin si anak yang tadi mengangkat tangan sebelum dia. Anak itu duduk di pojok belakang dekat jendela. Mencurigakan!

"Pak Guru, saya suka Haiku." Ucapnya yakin, disertai anggukan menegaskan. Hmm, Hime sudah menjawab pertanyaan yang pertama 'Apakah kalian ada yang suka Haiku?'. Selanjutnya, "Tapi saya tidak hapal pembuat haiku. Saya suka Haiku-nya bukan pembuatnya."

Itu jawaban untuk pertanyaan yang kedua. Hime puas. Menurunkan tangannya ke meja lagi. Dia, tidak sedang dilirik alien karena menjadi anak yang menjawab nomor dua kan? Semoga tidak. Dia tidak mau tinggal di luar Bumi. Kecuali Jun mau tinggal bersama Hime di sana.

Hng.
Back to top Go down
View user profile
Sadaharu Kiyoshi

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 177 / Himitsu~
Trivia : Moody, handy, sadistic-honest
Posts : 76
Join date : 2012-02-17
Age : 21

PostSubject: Re: [II-3, sini] ...A Deep Resonance   Sat Mar 16, 2013 2:29 pm

Parah.

Pelajaran pagi begini harusnya diisi dengan matematika atau sains yang lebih butuh banyak energy dan konsentrasi untuk diserap. Bukannya hapalan mudah macam Bahasa Jepang begini. Kalau saja dia punya ak suara untuk mengajukan protes pada kurikulum sekolah ini, sudah dia lakukan sejak dulu. Heran saja, bagaimana bisa yang masuk adalah wali kelasnya yang kelewat santai di jam pertama. Matsunaga-sensei itu benar-benar bisa diandalkan sebagai wali kelas tidak sih?

Kiyo mulai cemas bagaimana nasib masa SMA-nya kalau begini. Tsk.

"Ohayou, sensei!" menjawab cukup lantang untuk didengar diantara jawaban siswa lain. Mm-hm, dia suka segala jenis perhatian termasuk diperhatikan sebagai salah satu yang paling rajin menjawab salam dengan lantang.

Haiku ya?

Ingin mendenguskan tawa, yang hanya jadi dengusan hidung saja, saat dua orang lain yang mengangkat tangan sama sekali tidak meyakinkan. Mana puas menjawab denga ragu begitu? Dan yang kedua sama sekali tidak tidak menyambung dengan pertanyaan tentang siapa sastrawan yang diketahui. Ah, mencoba melucu sepagi ini? Haruskah dia ikut tertawa?

Tangannya terangkat tinggi dari posisi duduk paling depan deretan kanan. "Sensei, sastrawan Haiku paling besar di jaman Edo adalah Matsuo Basho. Dua kali mengganti nama penanya namun akhirnya terkenal dengan Basho saja sesuai tanda tangan pada karya-karyanya. Karya beliau selalu berhubungan dengan fenomena alam dan kehidupan sehari-hari, seperti 'Sebuah Bola Salju', 'Ladang Kapas' dan masih banyak lagi. Perlukah saya sebutkan semua?"

Senyum tipis di bibirnya. Katakan, apa yang bisa mencegahnya merasa bangga terhadap ingatan yang dimiliki?

Dia bangun sejam sebelum fajar untuk membuka-buka bab pelajaran hari ini. Seperti hari-hari sebelumnya juga. Mana ada angsa yang bisa berenang anggun tanpa kaki-kaki mengayuh sekuat tenaga di bawah air kan?
Back to top Go down
View user profile
Guntai Hirameki

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : II
Tinggi/Berat : 185cm/72kg
Trivia : Selalu bicara dengan bahasa level sudra, smoker, gamer, sister complex, mengencani anak kuliahan.
Posts : 37
Join date : 2012-05-07
Age : 22

PostSubject: Re: [II-3, sini] ...A Deep Resonance   Thu Mar 21, 2013 3:01 pm

...Gun harus mengecek satu kali lagi; memastikan kalau dia tidak salah membedakan gerbang Shiroi Gakuin dan Lily Academy.

What the bloody f*ck, kenapa semua anak yang bersuara mukanya cantik-cantik? Oke. Ini Tokyo, Bung. Biang metroseksualitas dan ambiguitas jenis kelamin. Herannya, Gun masih juga belum terbiasa dengan penampakan teman-teman satu kelasnya sendiri. Maklum. Anak Okinawa. Dari kampung. Bukan penikmat seni. Dan agak anti dengan pemilik kromosom XY bersentuhan dengan yang feminim-feminim. Gun. Heh. Fokus! Pemuda berambut kusut itu segera mengalihkan perhatian ke dewan guru yang terhormat. Bahasa Jepang sebagai pembuka ajang ajar-mengajar. Sekalipun ia bermimpi menjadi novelis, tidak berarti ia menikmati pelajaran sastra yang mendayu-dayu.

Jangan salah sangka, ya. Gun tidak berniat memberontak. Ia hanya tidak menikmati pelajaran ini. Kalau kelak nilai ujiannya jeblok, ia tak akan menyalahkan siapapun selain rasa kantuknya sendiri. Kribo-kribo begini dia bertanggung jawab, kok. Jadi... Tumpuk beberapa buku di atas meja dan tumpangkan kepala di sana.

Selamat tidur.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [II-3, sini] ...A Deep Resonance   

Back to top Go down
 
[II-3, sini] ...A Deep Resonance
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Swimming in deep water
» REPOST~DEEP SNOW~OVER MY HEAD!!!
» Multicellular life in the deep biosphere
» International Deep Planet Survey
» BIBICAL "FOUNDATIONS OF THE DEEP" DISCOVERED "AS IT WAS IN THE DAYS OF NOAH, SO IT WILL BE AT THE COMING OF THE SON OF MAN"

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Beta Version: Katsushika Akademia :: Class II-
Jump to: