Daily School Life
 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Homeroom III - 3

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Noel Cryce
Guru Seni Rupa
avatar

Side / Jurusan : Guru Seni Rupa
Kelas / Semester : -
Tinggi/Berat : 160 / 50
Trivia : penasaran dengan fungsi ekor hamster
Posts : 59
Join date : 2012-02-15
Age : 33

PostSubject: Homeroom III - 3   Thu Mar 29, 2012 11:36 am

Ini hari Senin, awal minggu pertama tahun ajaran baru. Tahun ini dia mendapat mandat menjadi wali kelas III-3. Mudah. Lebih mudah dibanding menjadi wali kelas I di mana dia harus menghafal satu persatu nama murid. Dia hampir hafal semua murid kelas 3, yang artinya waktu perkenalan bisa dipersingkat.

"Morning, class!" serunya serasa memasuki ruangan, langsung menuju meja guru sambil mengedarkan pandangan sekilas. Tidak perlu basa-basi, daftar murid dihempaskan ke meja. Dia berdiri di samping meja, sekali lagi menebar pandangan ke wajah para siswa satu persatu.

"Kalian sudah kenal saya kan? Noel Cryce, guru Kesenian, kini jadi wali kelas III - 3 tahun ini." ujarnya seraya membuka buku absen. "Yang belum kenal saya, silakan tanya teman sebangku. Atau sepulang sekolah bisa cari saya di Studio gambar atau ruang guru. Sebelum mulai, aku akan menjelaskan beberapa hal." dia berdehem.

Kontrak kelas. Artinya, apa-apa yang harus disetujui di dalam kelas, seperti kapan harus masuk kelas kapan jam istirahat, boleh bawa makanan atau tidak, ketentuan pemilihan ketua kelas dan sebagainya. Kalau boleh jujur, dia sendiri tidak terlalu memperhatikan hal-hal detil semacam itu. Baginya, asal kelas bisa berjalan lancar tanpa ada gangguan hingga akhir tahun, beres sudah. Tapi apa boleh buat, tanggung jawabnya kali ini cukup besar karena siswa-siswa didiknya sudah memasuki jenjang terakhir tahun ini. Mereka tidak bisa main-main hingga lulus sekolah nanti. Kasihan, sebenarnya.

" ...jadi kuharap, kurangi waktu main kalian kalau tidak mau jadi rounin," katanya menutup penjelasan. Dia bersender di meja, kaki disilangkan. Santai seperti biasa, daftar absen tetap terbuka sekedar untuk mengecek apa daftar yang tertera di sana sesuai atau tidak.

"Yaah, untuk formalitas, sekarang berdiri satu-satu, mulai dari bangku yang terdepan. Sebutkan nama, asrama, dan..." bola matanya berputar. Berpikir. "...dan mungkin kalau ada anak baru di sini, perkenalkan juga asal kalian. Oke, mulai!"

===========================

[RP homeroom dibatasi hingga tanggal 20 APril 2012. Para siswa silakan mempos minimal satu kali untuk absen.]
Back to top Go down
View user profile
Shim Taesung

avatar

Side / Jurusan : Alumni
Kelas / Semester : -
Tinggi/Berat : 178/62
Trivia : happy go lucky
Posts : 60
Join date : 2012-03-10
Age : 23

PostSubject: Re: Homeroom III - 3   Thu Mar 29, 2012 9:01 pm

Taesung berjalan berjinjit, dengan perlahan. Mengitari satu baris bangku untuk mendapatkan satu spot kosong. Dijepitnya sebuah kertas yang ia gumpal menjadi seperti kerikil kecil. Mata coklatnya melempar pandangan, mencari seorang target. Ketemu. Sebelah bibirnya tertarik ke atas. Diangkatnya gumpalan kertas kecil tersebut sejajar arah pandang mata. Mengamati dengan seksama, ia berhati-hati agar tujuannya tidak tersasar ke arah.

Bersiaplah appa Gi Rin!

Psyuuu!!!

Tuk.

Oh kena telak! Kontan pemuda korea ini hendak tertawa girang. Sentilan mautnya tepat sekali mengenai teman sebangsanya itu. Jika saat itu Gi Rin menoleh pasti ia akan ketahuan. Bukan hanya death glare yang akan ia terima, tetapi mungkin omelan dan ceramahan panjang khas seorang appa. Taesung hendak menunduk, mencoba menghilang dari pandangan korban kejahilannya tersebut. Namun kehadiran Noel-sensei yang masuk tiba-tiba membuat ia kembali bangkit dan terbirit-birit kembali ke bangku.

Tahun ini wali kelasnya adalah Noel-sensei. Hore! Ia tertawa, bersyukur pada Budha di atas, setahunya Noel-sensei adalah guru yang ramah dan baik hati, untungnya selama dua tahun bersekolah, ia belum pernah mendapat hukuman. Guru bertelinga hamster itu memperkenalkan diri, tak lupa mengingatkan mereka yang sekarang notabene akan lulus, untuk belajar lebih serius -secara tidak langsung-. 'Ehehe, aku sendiri ketahuan bermain-mainnya ya?'.

Ikut berdiri mengikuti instruksi sang guru, Taesung mengerjapkan mata. Barisan terdepan? oh dia ya? "Aku? baiklah!". Dengan senyuman lebar dan suara lantang, Taesung mulai memperkenalkan diri, "Annyonghaseyo! Namaku Shim Taesung, Negau. Kalau asal sih aku dari Korea Selatan", serunya sambil mengacungkan ibu jari pada seantero kelas.

Sekolah itu harus diawali dengan semangat bukan?
Back to top Go down
View user profile
Sakurazuka Sou

avatar

Side / Jurusan : Kedokteran
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 181/73
Trivia : Buronan Mertua | kakak kembar Sumeragi Shana
Posts : 330
Join date : 2012-02-18
Age : 23

PostSubject: Re: Homeroom III - 3   Thu Mar 29, 2012 9:34 pm

Sepasang mata honey-gold itu menatap jam dinding yang terpasang tepat di depan kelas. Sou mendengus pelan. Jarum pendek pada jam tersebut hampir menuju angka 8, artinya sebentar lagi wali kelas mereka akan datang dari balik pintu. Sengaja menopang dagunya dengan sebelah tangan pada meja, Sou melempar pandangan. Beberapa teman sekelasnya sibuk sendiri. Terutama pemuda hiperaktif asal korea itu.

Kepala pemilik rambut gelap ini langsung menunduk tatkala sebuah gumpalan kertas melayang tepat di atas kepalanya. Pagi-pagi seperti ini sudah perang lempar-melempar kertas? Menggelengkan kepala pelan menyadari sentilan temannya yang sumringah itu mengenai sasaran. 'Anak kecil'. Siapa yang ia ejek? rasanya jika mereka saling bertemu bukan hanya sebuah kertas yang akan terbang. Macam-macam.

Dan yang penting bukan kaleng cola seperti Ryu lempar pada musuh abadi narsisnya setahun lalu di kelas mereka. Sayang sekali ia melewatkan kejadian bersejarah itu. Sou berdecak pelan mengingatnya.

Wali kelas mereka memasuki ruangan. Pemilik tubuh jangkung ini memperhatikan guru mereka yang dengan santainya memulai instruksi kelas. 'Seperti biasanya perkenalan awal tahun'. Jujur saja ia merasa bosan, setengah dari jumlah siswa ini mungkin sudah ia tahu namanya. Pengecualian murid baru yang ditransfer pada semester sekarang.

Sou berdiri tegap. Bergantian dengan Taesung yang memperkenalkan diri. "Sakurazuka Sou dari Yume", ia tersenyum kecil, pada guru dan beberapa murid lain. Basa-basi perkenalan. Penampilan pertama adalah hal yang penting. Malas saja jika ada orang lain menuduh macam-macam tentang dirinya. Dan jika ada pun ia tidak peduli. ".... asalku dari Tokyo".

Cukup? Kalau begitu ia duduk kembali.
Back to top Go down
View user profile
Sam Gi Rin

avatar

Side / Jurusan : Alumni (Yume) / Pertanian
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 180cm/68kg
Trivia : Stoic ( ・_・)ノ⌒●~*
Posts : 229
Join date : 2012-02-17
Age : 23

PostSubject: Re: Homeroom III - 3   Fri Mar 30, 2012 9:40 am

Sam Gi Rin merasakan sesuatu datang padanya. Sayang ketika ia baru mau menghindar, seorang murid lain ada tepat di sampingnya. Alhasil, benturan lembut berhasil mendarat di kepala.

Oh, kertas. Untung kertas. Kalau lebih dari itu, pelemparnya sudah tamat... Kepalanya menoleh kesana-kemari. Tidak ada tanda-tanda akan si pelaku jahil kekanak-kanakan tersebut. Yang benar saja, mereka kan sudah kelas tiga sekarang? Masih mau main-main?

Wali murid datang. Gi Rin pun kembali untuk mengambil tempat, dan langsung mendelik ketika melihat Shim Taesung duduk di depan-- atau lebih tepatnya, hatinya mencelos kepada fakta ia sekelas dengan bocah satu itu. Bukan apa-apa. Makhluk satu ini pasti pelaku lempar kertas itu. Haaah... Tampaknya kelas tiga tidak akan terlalu tenang... Ralat.

Ujung matanya dengan segera menangkap sosok tak asing yang duduk di belakang Taesung.

Lewati, abaikan.

Jadi pemuda itu sekarang duduk di depannya? Bagus. Kehidupan kelas tiganya akan benar-benar jauh dari kata 'tenang'. Bahkan bulu tengkuknya merinding sesaat ketika ia melintasi Sakurazuka Sou. Ia berhasil melewati setahun menghindari 'mereka', tentu harusnya hal yang sama bisa terjadi lagi 'kan? Jadi, tenanglah, Sam Gi Rin. Tenang.

Kalimat pembuka, kalimat isi, aturan-aturan, dan sebagainya, terdengar dari guru berkuping tikus itu. Sesekali Gi Rin menjulurkan kepalanya, penasaran apakah ekor guru pet itu ada di dalam celana atau dikeluarkan lewat lubang di celana (kalau iya, tidak enak betul, punya celana berlubang), sayang tidak kelihatan. Namun daripada duduk memandang wajah sang wali kelas, waktunya lebih banyak dihabiskan untuk memandang kosong ke arah luar jendela. Guru? Didengar kok. Hanya disambi saja. Namun ketika ia sedang asyik-asyiknya melamun, samar-samar wangi tercium. Wangi bunga dari arah depan, membuatnya mengernyit dan tak habis pikir. Masa sih Sakurazuka Sou... (*endus-endus*) memakai parfum wanita?

"Selamat pagi." sapanya, berdiri ketika perkenalan murid telah mencapai gilirannya (sepertinya adalah kemampuan lebihnya untuk bisa fokus sekaligus melamun kemana-mana), "Sam Gi Rin dari Yume. Mohon bantuan kalian setahun kedepan lagi."

Lalu duduk. Tak perlu sebutkan asal. Lagipula sudah pasti selain teman-teman senegaranya, tidak ada yang tahu Gangdong-myeon itu dimananya Korea Selatan.
Back to top Go down
View user profile
Yukishiro Tsukito

avatar

Side / Jurusan : Seni
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 169cm/57kg
Trivia : Sangat suka menggambar, selalu membawa laptop ke mana-mana
Posts : 99
Join date : 2012-02-28
Age : 23

PostSubject: Re: Homeroom III - 3   Fri Apr 06, 2012 2:47 pm

Banyak wajah barunya dan tak ada wajah familiar untuk tahun ini.

Yukishiro kecewa dalam hati, kepalanya cuma bisa menunduk dua derajat karena tak mau terlalu kelihatan kecewanya. Mungkin ada beberapa teman sekelas dulu di kelas dua tapi dia tak terlalu yakin.

Ya, sudahlah. Toh tak bisa diapa-apakan juga.

Didudukkannya dirinya di sebuah meja di sisi jendela luar. Dari dulu dia selalu suka kursi dekat jendela, tak peduli di barisan depan atau belakang. Pokoknya kalau bisa dapat dekat jendela. Laptop tiga belas inchinya dikeluarkan dari tas sekolah. Komputer sebagai pengganti buku catatan, selama diizinkan guru yang berwenang, akan dipakainya dalam kelas.

BIIIP.

Bunyi elektronik kecil terdengar dari dadanya ketika tangannya sedang sibuk menekan tombol untuk membangunkan Mac-nya dari mode standby. Bunyi getaran dari mode silent iPhone yang ada dalam kantong kemejanya. Ada e-mail masuk kelihatannya.

Persis saat itu wali kelasnya masuk. Ah, tahun ini Cryce-Sensei?? Beruntung! Dia kan guru seni rupa dan Tounomoto pernah cerita kalau guru pet tersebut tegas tapi baik. Pengalaman pribadi Tounomoto yang pernah mendapatkan Cryce sebagai wali kelasnya waktu kelas satu atau dua dulu. Semoga dengan Cryce-Sensei menjadi wali kelasnya, dia bisa menggambar lebih banyak dan berteman lebih banyak juga.

BIIIP.

Ah, lagi? Kenapa pagi ini banyak e-mail? Dari siapa? Penting tidak, ya? Karena sedang penjelasan dari gurunya tentang peraturan dan sebagainya lalu dilanjutkan dengan acara perkenalan para siswa, diputuskannya untuk mengintip sebentar. Hanya ingin lihat nama pengirimnya.

Oh, yang pertama dari sang ibu, mungkin e-mail pemberi semangat untuk hari pertama tahun ajaran baru. Mungkin. Yang kedua..., "Kouki?" gumam Yukishiro pelan. Sedang menebak dalam hati apa kira-kira yang begitu penting sampai Ouran mengirim e-mail pagi-pagi, mendadak disadarinya kelas tiba-tiba hening. Mengangkat kepala, beberapa anak sedang melihat ke arahnya.

AH! Gilirannya memperkenalkan diri!

"Eh-ah," cepat-cepat Yukishiro bangkit berdiri. Sialnya, tidak disadari Yukishiro, handphonenya tak sengaja terpencet untuk membuka e-mail dari Ouran. "Sa-saya Yukishiro Tsukito, Yume, dan---" perkenalannya terpotong suara wanita yang mengatakan, "Aaang, punyamu besar sekali~~" dan seketika wajah Yukishiro membiru. Suara dari handphonenya.

A-apa yang kamu kirim lewat e-mail, Kouki??

"AKH!! Ti-tidak! Itu bukan--AKH!" super panik, tangannya yang instan berkeringat buru-buru mencoba menekan layar display handphonenya untuk keluar dari e-mail. Namun genggamannya licin karena basah oleh cairan garam yang mendadak diproduksi massal oleh tubuhnya dan mengakibatkan handphonenya terbang bebas.

KLOTAK-TRAAAK.

Mendarat di meja siswa lain.

AAAAKKH!!


=========
OOT: Silakan diapakan saja kalau ada yang mau interaksi. Mau apa yang tayang di e-mail itu juga apa saja bebas. '_'b
Back to top Go down
View user profile
Ichihara Fuyuki

avatar

Side / Jurusan : Ekonomi
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 174 cm / 52 kg
Trivia : Poker face, ekspresinya antara datar diam atau senyum simpul. Takut hantu dan fobia serangga. Hobi main game. Punya saudari kembar.
Posts : 389
Join date : 2012-03-08
Age : 23

PostSubject: Re: Homeroom III - 3   Tue Apr 10, 2012 8:55 pm

"WOOOOOOOOOOOOOOO!!!"

Suara supporter membahana sementara spike sepatunya menjejak lapangan rumput. Ia baru saja mengejar kedudukan dari 1-0 menjadi 1-1...karena sekarang.... Fuyuki adalah pemain kesebelasan Real Madrid.

.... Atau Winning Eleven versi 2011-lah yang membuatnya jadi begitu, sementara ia hanya duduk di pojokan kelas dekat jendela. Tetapi bosan menjelma sebagaii pemain andalan tim sepak bola terkenal itu, Fuyuki kini lebih memilih jadi petani yang harus membangun perkebunan milik kakeknya lagi. Ia sedang menjalani tahun ketiganya yang super sukses tapi mungkin memang takdir Fuyuki yang agak jelek dengan kaum hawa--bahkan di game pun ia masih gagal mendapati hati si manis Popuri. Semua gadis di kota kecil itu sudah tidak berhati hitam, Popuri bahkan sudah merah sejak tahun pertama. Tapi lamarannya selalu ditolak. Cih.

Dan jangan harap Fuyuki mau baca walkthrough atau mencoba gameshark. Haram hukumnya menyembah berhala itu kalau kau gamer sejati.

Ups. Bel berbunyi dan wali kelas masuk, begitu juga beberapa 'teman' sekelasnya yang baru hadir. Wali kelasnya adalah pria dengan telinga tikus. Kehadirannya lumayan menyita perhatian semua murid, dan Fuyuki termasuk yang duduk sedikit lebih tegap dan menyembunyikan PSPnya.

Setelah penjelasan soal aturan, para siswa harus memperkenalkan diri. Pemuda yang duduk di depannya bernama Yukishiro Tsukito, disusul ponselnya yang mengeluarkan bunyi 'mengundang' seorang wanita. Kelas itu berubah ekspresinya saat suara si wanita menggaung. Yukishiro yang memiliki ponsel itu jelas panik, dan ponselnya licin dan mendarat di meja Fuyuki.

Fuyuki mengangkat ponsel itu tanpa minat melihat layarnya --itu privasi orang, dan Englishman yang baik harus menjaga privasi orang lain-- dan dengan senyum mengembalikan ponsel itu ke pemiliknya yang panik, "silahkan, Yukishiro-kun." Sekalian berdiri, "Aku Ichihara Fuyuki, Mirai. Mohon bantuannya." Lanjutnya, datar tanpa nada suara.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Homeroom III - 3   

Back to top Go down
 
Homeroom III - 3
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Beta Version: Katsushika Akademia :: Class and Rooms RP-
Jump to: