Daily School Life
 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Homeroom Kelas 1 - 2

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Yasushige Emika

avatar

Side / Jurusan : -
Kelas / Semester : -
Tinggi/Berat : -
Trivia : -
Posts : 7
Join date : 2012-02-14

PostSubject: Homeroom Kelas 1 - 2   Fri Apr 06, 2012 7:42 pm

Sebenarnya, ini pertama kalinya ia bertindak sebagai wali kelas. Beban tanggung jawabnya tidak berkurang ataupun tetap. Sebaliknya, bertambah. Tak apalah. Dia sendiri juga sudah menyetujui, segala konsekuensi tentu sudah pasti ia terima seutuhnya. Untuk apa dia mau jika hanya bisa mengerjakan setengah-setengah, hm?

Karena kali ini ia muncul hanya sebagai wali kelas, pakaian ia kenakan pun bukan kimono sebagaimana biasanya. Kemeja putih dipadu dengan blazer biru gelap formal, rok span tiga senti di atas lutus yang sewarna dengan blazer, ditambah pula sepatu dengan hak 5 cm. Surainya sendiri masih seperti dulu, digulung dengan rapi. Tapi tetap saja terasa aneh, karena ini pertama kalinya ia berpenampilan seperti ini di sekolah. Namun, mengenakan kimono di saat kelas sendiri hanya homeroom biasa, bukankah lebih aneh lagi, hm? Dia mengenakan kimono juga bukan karena kebiasaan atau menyukai pakaian tradisional. Hanya tuntutan profesi.

Kelas I - 2. Ruangan ditemukan, pintu terbuka. Para siswi masih terlihat ramai. Wah, wah, masih anak baru, ia masih memaklumi. Toh, masih mental SMP. Ia hanya tersenyum tipis, menunjukkan ukiran merah ranum parasnya yang kasual. Meletakkan buku-buku di meja, sebelum kembali ke posisi depan kelas, untuk bicara.

"Yak, homeroom akan dimulai, silahkan kembali ke tempat duduk masing-masing dan tenang," Penekanan walau tetap dengan nada tenang dan senyum yang masih terus menghias. Menulis huruf kanji di papan tulis dalam bentuk vertikal, namanya.

"Yasushige Emika-desu. Guru kebudayaan jepang, juga pembimbing klub Japanese Culture, dan wali kelas kalian selama satu tahun ke depan," Lanjutnya ketika kembali menghadap ke siswa-siswa tersebut, "Di dalam kelas, saya sangat mengharapkan kalian bisa tenang. Saya lebih menghargai kalian keluar, tidak perlu ikut kelas atau homeroom daripada di sini tapi tidak memperhatikan. Hanya buang-buang waktu, deshou?"

"Tentu kalian bebas bicara, namun pada waktunya. Kalian sudah cukup dewasa untuk mengetahui kapan bicara dan kapan memperhatikan orang yang sedang bicara, bukan?"

Intinya, saling menghargai saja. Bukan bermaksud kaku juga.

"Nah, sekian informasi dari saya," Profil singkat dan peraturan sederhana dalam kelasnya. Sekarang? "Karena tadi sudah memperkenalkan diri, jadi gantian kalian sekarang yang memperkenalkan diri, ya?"

Buku absen di tangan. Iris birunya kemudian melihat ke arah murid yang ada di barisan depan, tepatnya di dekat jendelan, di depannya, "Yak, dimulai dari kamu. Sebutkan nama dan perkenalkan secara singkat tentang dirimu. Dozou—silahkan,"


Silahkan langsung memperkenalkan diri sesuai dengan ururtan kursi (yang post di bawah saya berarti yang ditunjuk oleh Emika, ya). Harap perhatikan deskrip. Cukup post sekali, diperbolehkan lebih. Homeroom ditutup pada tanggal 25 April.




Last edited by Yasushige Emika on Fri Apr 27, 2012 9:40 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
Shindou Hinagiku

avatar

Side / Jurusan : Shasta
Kelas / Semester : II-2
Tinggi/Berat : 160 cm / 48 kg
Trivia : Pencinta hewan <3 | Hinagiku means Daisy | Lahir dan besar di Amerika jadi masih suka bicara menggunakan bahasa Inggris
Posts : 72
Join date : 2012-03-08
Age : 20

PostSubject: Re: Homeroom Kelas 1 - 2   Wed Apr 11, 2012 12:34 am

Baru kali ini Hinagiku masuk ke sekolah khusus perempuan. Saat di Amerika dulu, orang tuanya memasukkannya ke sekolah campuran, yang masih ada bayang-bayang makhluk adamnya. Terus kenapa sekarang Hinagiku malah disuruh masuk sekolah khusus yang isinya perempuan semua dan masuk asrama pula? Hinagiku jelas memprotes, namun suaranya kalah. Orang tuanya tetap keukeu untuk memasukkannya ke sini. Alasannya, biar Hinagiku belajar menjadi anak gadis yang ayu, lembut, dan tidak grasak-grusu, yang kerjaannya hanya bergaul dengan hewan-hewan saja tanpa pernah mengenal manusia. Bukan berarti Hinagiku kayak Tarzan ya. Hanya saja dia cenderung lebih nyaman bersama para hewan ketimbang para manusia hingga membuat orang tuanya khawatir pada masa depan anak gadis satu-satunya keluarga Shindou ini.

Jangan-jangan Hinagiku malah jadi perawan tua karena tidak pernahnya ia tersentuh oleh pria. Bukan berarti laki-laki manapun boleh. Jelas orang tua Hinagiku mengharapkan yang terbaik karena itu semuanya dimulai dari pembelajaran tentang apa itu seharusnya wanita bersikap dan dipercaya dengan masuk kemari, Hinagiku akan bisa melaksanakan keinginan orang tuanya.

Tapi Hinagiku tetaplah Hinagiku. Dia tidak mungkin bisa langsung berubah dan rasanya juga mustahil untuk merubah anak gadis yang isi pikirannya hanyalah bagaimana bisa menolong semua hewan di dunia, berteman dengan mereka, dan menjaga mereka dari tangan-tangan usil manusia yang hanya bisa merusak tanpa bisa memperbaikinya. Hinagiku tidak pernah tertarik pada hubungan yang selama ini diidam-idamkan para anak gadis seusianya. Baginya hal itu justru bukan hal penting.

Hinagiku terdiam, cukup lama. Bahkan dirinya tidak sadar bahwa dirinya ditunjuk untuk memperkenalkan dirinya. Dia terlalu sibuk memandang keluar pada kedua ekor burung yang tengah hinggap di batang pohon dan mulai berkicau dengan indahnya. Mereka nampak begitu mesra berdua, tapi Hinagiku tidak iri. Baginya sendiri itu lebih baik, lebih bebas, tanpa ikatan.

Lalu...

"Eh?" Sepertinya Hinagiku menyadari bahwa dirinya dipanggil setelah tanda-tanda dari bahwa dia sepertinya baru saja melanggar hal yang baru saja wali kelasnya katakan-- bahwa pentingnya memerhatikan guru bicara di kelas-- tanpa Hinagiku sadari. "Ehmm..." Hinagiku berdiri perlahan, sedikit bingung dia harus apa, sampai dia berusaha untuk mencari kode-kode dari sekitanya. "Shindou Hinagiku. Saya lahir dan besar di Amerika dan saya kembali... untuk melanjutkan SMA saya disini juga karena ayah saya yang dipindah tugaskan kemari. Saya kira cukup. Terima kasih." Hinagiku menunduk, orang Jepang biasa begitu kan kalau sudah selesai bicara?
Back to top Go down
View user profile
Nagihiko Kazuha

avatar

Side / Jurusan : Shasta
Kelas / Semester : II-1
Tinggi/Berat : 166/48
Trivia : Kecintaannya pada lolita-style dan makanan manis bertolak belakang dengan kecintaannya pada beladiri. Mudah panik, mudah bingung.
Posts : 174
Join date : 2012-02-17
Age : 20

PostSubject: Re: Homeroom Kelas 1 - 2   Tue Apr 17, 2012 5:41 pm

Hari ini adalah kali pertama Kazuha masuk ke kelas bernama I-2 itu. Ia telah mempersiapkan semuanya hampir semalaman. Pakaian, tas, buku, bahkan apa yang akan ia katakan nanti di perkenalan sudah ia siapkan. Karena sudah menjadi kebiasaannya untuk duduk di barisan terdepan di hari pertama masuk sekolah, sekarang gadis itu tengah duduk di barisan terdepan, di samping bangku tempat seorang gadis lain yang berambut cokelat duduk.

Sekarang wali kelasnya tengah memperkenalkan diri di depan kelas. Kazuha pun hanya memperhatikan. Entah kenapa, ia senang sekali bertemu dengan orang baru. Karena itulah ia akan mendengarkan apapun yang dikatakan oleh guru berambut hitam kebiruan itu.

Quote :
"Yasushige Emika-desu. Guru kebudayaan jepang, juga pembimbing klub Japanese Culture, dan wali kelas kalian selama satu tahun ke depan. Di dalam kelas, saya sangat mengarapkan kalian bisa tenang. Saya lebih menghargai kalian keluar, tidak perlu ikut kelas atau homeroom daripada di sini tapi tidak memperhatikan. Hanya buang-buang waktu, deshou?"

Kazuha rasa guru ini memiliki karakter yang sedikit keras.

Quote :
"Tentu kalian bebas bicara, namun pada waktunya. Kalian sudah cukup dewasa untuk mengetahui kapan bicara dan kapan memperhatikan orang yang sedang bicara, bukan?"

Kazuha sedikit mengangguk mendengar ucapan gurunya itu.

Bagaimanapun orang ini adalah wali kelasnya, iya kan? Itu berarti Kazuha harus menghormati dan berusaha untuk meninggalkan kesan yang baik di pertemuan mereka yang pertama ini.

Tenggelam dalam lamunannya sendiri, tiba-tiba sang wali kelas sudah mempersilahkan murid-muridnya untuk memperkenalkan diri. Perkenalan dimulai dari murid yang duduk di baris terdepan, dekat dengan jendela. Gadis yang bangkunya berada di samping Kazuha itu berdiri. Dari yang Kazuha tangkap, sepertinya gadis itu sedikit bingung. Mungkin tadi ia sedang bengong? Hm, siapa yang tahu?

Quote :
"Shindou Hinagiku. Saya lahir dan besar di Amerika dan saya kembali... untuk melanjutkan SMA saya disini juga karena ayah saya yang dipindah tugaskan kemari. Saya kira cukup. Terima kasih."

Hm, namanya Hinagiku.

Setelah gadis bernama Hinagiku itu duduk, Kazuha merasa bahwa ini saatnya untuk memperkenalkan diri. Ia pun berdiri. Dengan senyum menghiasi wajahnya, ia berkata, "Namaku Nagihiko Kazuha, aku sangat menyukai bela diri dan kue kering. Aku harap, aku bisa berteman dengan kalian semua. Terima kasih." Kazuha menunduk setelah selesai mengucapkan kalimat perkenalannya itu.

Dan Kazuha mengakhiri perkenalannya pagi itu dengan kembali duduk di bangkunya.
Back to top Go down
View user profile
Kurusugawa Aria

avatar

Side / Jurusan : Madonna
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 162/43
Trivia : mary sue alert
Posts : 30
Join date : 2012-04-09
Age : 21

PostSubject: Re: Homeroom Kelas 1 - 2   Sat Apr 21, 2012 11:35 am

Pagi yang cerah, dan Aria datang sedikit lebih pagi.

Aria duduk di bangkunya, di deret tengah paling belakang sambil iseng mencoret-coret buku sketsa B5 nya dengan pensil. Ia datang lebih awal berhubung hari ini adalah pelajaran homeroom, dan Aria tidak ingin datang terlambat. Setelah menyapa beberapa teman sekelas dan duduk, sekarang ia jadi menganggur dan tidak ada pekerjaan lain selain mencoret-coret gambar fanart dari anime minggu malam yang langsung membuatnya jatuh cinta di episode pertama. Sebelah tangannya menumpu wajahnya, dan sebelah lagi sibuk membuat sketsa di atas kertas. Sesekali ia menghapus, lalu mencoret-coret lagi, aktivitas yang berlangsung sampai bel berbunyi dan Aria harus memasukkan buku sketsa itu ke kolong meja.

Awalnya ia sedikit penasaran, akan seperti apa guru wali kelasnya nanti. Ia separuh berharap kalau wali kelasnya adalah lelaki muda yang tampan seperti guru trainee yang mengajar matematika di SMP nya tahun kemarin--walaupun kemungkinannya tipis karena lagi-lagi Aria masuk sekolah khusus perempuan. Tuh kan benar, yang masuk adalah seorang perempuan muda yang berambut biru tua dan memakai kimono. Aih, nasib sekolah putri, memang! Sejak SD, Aria tidak pernah duduk di bangku sekolah umum karena keluarganya selalu memilihkan sekolah khusus putri.

Alasannya? Duh, kolot sekali! Katanya karena Aria anak bungsu, lantas ibunya tidak ingin Aria bergaul dengan sembarang lelaki. Alasan yang awalnya dengan mudah diterima Aria, tapi semakin bertambah umur, ia jadi semakin risih dengan ibunya yang protektif!

Ia kan ingin seperti gadis-gadis remaja pada umumnya. Jatuh cinta pada teman sekelas, atau mungkin anggota klub olahraga tertentu, lalu pacaran dan kencan dengan seragam sepulang sekolah. Mungkin kadang-kadang kencan bersama ke taman bermain, atau menghabiskan musim panas bersama di pantai yang jauh di luar Tokyo, dan menonton kembang api sambil bergandengan tangan di tepi dermaga. Yang romantis-romantis seperti di manga begitu deh! Sayangnya sampai sekarang, angan-angan itu tetap menjadi sebuah khayalan, karena efek terlalu lama dikurung bersama sesama perempuan membuat Aria jadi canggung berhadapan dengan laki-laki.

Duh, dan sekarang ia dimasukkan ke sekolah perempuan lagi.

Uh, tidak. Aria tidak boleh mengeluh! Walaupun sekolah di sarang perempuan, bukan berarti tidak mungkin bertemu dengan murid dari sekolah lain, kan? Ia sudah membuat serangkaian rencana 'pendewasaan' selama ia bersekolah di sekolah asrama ini, dan--

"Ah--sekarang giliranku ya?" Aria buru-buru berdiri dengan canggung setelah gadis berambut pirang itu selesai memperkenalkan diri. Aduh, kok jadi melamun sih? Padahal tadi ia sadar kalau gurunya sudah masuk, dan sekarang malah jadi melamun dengan sosok pacar khayalan yang entah ada dimana! "Namaku Kurusugawa Aria, aku..aku suka manga dan anime. Hobiku menggambar--dan..eh.."

Apa ya? Apa lagi yang harus ia katakan? Cuma perlu menyebut nama dan apa yang disukai..kan ya? Setidaknya yang sebelum-sebelumnya sepertinya cuma menyebutkan itu.

"Semoga kita bisa berteman baik!"

Perkenalannya diakhiri dengan sebuah bungkukan. Uh, hampir saja perkenalannya jadi canggung! Kalau saja tadi ia tidak melamun, ia bisa memperkenalkan diri dengan lebih baik. Besok-besok, ia tidak boleh melamun lagi. Hm, tidak boleh!
Back to top Go down
View user profile
Lily Jose
Lily Academy Headmaster
avatar

Posts : 407
Join date : 2011-06-26

PostSubject: Re: Homeroom Kelas 1 - 2   Fri Apr 27, 2012 1:34 pm

--END--

_________________
===============
Di belakang pria hebat, ada wanita hebat.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Homeroom Kelas 1 - 2   

Back to top Go down
 
Homeroom Kelas 1 - 2
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Biografi murtadin2 kelas kakap

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Beta Version: Katsushika Akademia :: Class and Rooms RP-
Jump to: