Daily School Life
 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Cook The Memories [inv]

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Hinotamari Suzaku

avatar

Side / Jurusan : Psikologi, bukan MD
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 167 / 55
Trivia : galau to the max
Posts : 459
Join date : 2012-02-16

PostSubject: Cook The Memories [inv]   Fri May 04, 2012 9:42 pm

Lama sekali dia tidak berada di ruangan itu dengan keinginannya sendiri, sejak liburan kemarin. Berapa bulan? Dua? Tiga? Mungkin lebih. Dulu dia terkadang mampir dengan sejuta ide, mengeksekusinya dalam ruangan itu bertemankan panci, penggorengan dan adukan kayu demi mempersembahkan mahakarya untuk orang itu. Tidak terlalu beragam masakan yang bisa dibuatnya, hanya berbekal ingatan dari buku-buku masak ibu angkatnya, tapi toh biasanya hasilnya dimakan bersama dengan bahagia olehnya.

'Ayo buat bekal piknik, Suza!'

'...walau cuma onigiri campur garam?'

'Tidak apa-apa!'


TOK. TOK. TOK. PLOK. PYASH.

Cumi gemuk diremas-remas lembut dalam baskom besar. Lendirnya licin, membuat Suza harus berhati-hati mencucinya kalau tidak mau si gendut itu meluncur dari tangan. Kotoran-kotoran digiring keluar, mengambang di permukaan air.

PLOK.

Cumi dilempar ke dalam baskom. Pisahkan badan dari kaki-kakinya.

BYUR.

Masukkan air, berikut sedikit bumbu dan jeruk nipis. Bawang bombay sudah diris tipis-tipis, siap dijodohkan dengan cumi segar biar mereka bercengkrama di penggorengan. Kemampuan masaknya sudah lebih baik sekarang. Masakan yang bisa dibuatnya tidak hanya sebatas misoshiru dan telur dadar saja. Selagi di rumah, pet panther itu berusaha mengkonsentrasikan diri untuk mencoba hal-hal yang sebelumnya belum pernah dia lakukan, meraih dunia lebih jauh lagi, kata si kakak. Dia terlalu lama berkutat dalam dunianya sendiri. Sari jahe, sesendok gula dan pasta kacang ditabur di atas kaki cumi, remas-remas-remas-remas.

Kemampuan masaknya memang lebih baik, namun tidak ada orang yang akan memakan ini nantinya.

Andai ada seseorang saja yang bisa diajak bicara. Hatinya merasa sepi tiba-tiba.
Back to top Go down
View user profile
Sadaharu Kiyoshi

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 177 / Himitsu~
Trivia : Moody, handy, sadistic-honest
Posts : 76
Join date : 2012-02-17
Age : 21

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Sat May 05, 2012 12:13 pm

Dia baru saja membuat satu tindikan di telinga. Rasa menyengatnya masih ada namun dia senang sampai setiap ada kaca yang dia lewati, tidak bisa berhenti untuk mematut diri sebentar. Membetulkan helaian rambutnya yang lurus terawat dan menyentuh bagian telinga kiri, tepat di lekukan cangkang telinganya di tengah. Tempat yang masih akan nyaman terpasang tindik meskipun dia tidur miring.

Sekali lagi dia berhenti di depan jendela dapur. Mengagumi fiturnya yang baru, dengan tambahan kecil saja dia nampak lebih...tampan. Satu kantong belanjaan dengan daun bawang hijau segar menyembul di atasnya dia rengkuh. Dia mau memasak untuk keluarga kecilnya, apalagi?

"Hello!" pintu dapur didorongnya dengan derit kentara. Manik madunya menangkap entitas yang sudah lebih dulu ada di sana, Bau jahe samar tertangkap dengan campuran amis dan jeruk nipis segar. Senyuman membelah bibir merah muda. "Sedang masak apa?"

Beban diletakkannya di meja dapur sementara dia melongok kepada apa yang ada di wajan, melalui bahu sosok yang lebih pendek darinya itu. Kernyit halus satu demi satu terbentuk di dahinya yang tertutup poni tidak rata. "Apa itu?"

Dia tidak begitu tahu masakan seafood.
Back to top Go down
View user profile
Hinotamari Suzaku

avatar

Side / Jurusan : Psikologi, bukan MD
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 167 / 55
Trivia : galau to the max
Posts : 459
Join date : 2012-02-16

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Sat May 05, 2012 7:01 pm

Sejenak dia merasa geli. Baru saja berharap, ternyata sudah ada yang mendatanginya. Seseorang dengan suara tak dikenal, berjalan mendatangi dan melongok dari balik bahu setelah mengucap salam singkat. Oh, memangnya selama ini ada orang yang benar-benar dikenal Suza? Dia sadar sesadar-sadarnya bahwa selama dua tahun lebih bersekolah di tempat ini, tidak ada yang lebih dikenalnya kecuali... ya, kecuali dua orang yang sama-sama berambut pirang dan sama-sama pergi entah ke mana. Dalam hati berharap, semoga yang datang ini tidak berambut pirang juga.

Quote :
"Apa itu?"

Pet panther itu tengah selesai membungkus kaki-kaki berbumbu dalam lipatan tubuh si cumi. Panggangan sudah dipanaskan, siap menerima adonan cumi gemuk itu.

"Entahlah. Cumi jahe, mungkin?" jawabnya sekenanya, tidak terlalu ingat judul artikel yang dibacanya. Betapa sedikit perhatiannya akan hal-hal yang sebelumnya dianggap tidak penting. Bahkan saat ini, dia menjawab pertanyaan itu tanpa menoleh, menyibukkan diri dengan si cumi yang sudah bertengger di saringan kawat.

WUSH...

Bau jahe berikut jeruk nipis menguar tipis di udara, ketika adonan itu diletakkan di atas panggangan. Api sedang membakar satu sisi cumi merah jambu yang perlahan-lahan berubah warna kemerahan, lalu coklat.

"Mau?" tanyanya sambil menoleh, menangkap helai-helai rambut kemerahan sewarna momiji. Wajah yang belum pernah dilihatnya--kali ini serius dan untunglah rambutnya tidak pirang. sebuah doktrin tak sengaja yang diciptakannya sendiri bahwa orang-orang berambut pirang punya potensi untuk pergi meninggalkannya. Oh, tapi matanya mirip dengan...

Tidak. Berhenti memikirkan itu.
Back to top Go down
View user profile
Sadaharu Kiyoshi

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 177 / Himitsu~
Trivia : Moody, handy, sadistic-honest
Posts : 76
Join date : 2012-02-17
Age : 21

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Mon May 07, 2012 2:57 am

Dia datang ke dapur setengah jam lebih cepat dari waktu biasanya karena hari ini akan memasak Banchan dan Kkakdugi untuk keluarga kecilnya. Sudah lama tidak makan yang enak, berhubung diet yang diterapkan pelatih tari mereka tidak main-main. Dia merasa aman saja dengan 3 orang yang lain tapi sepupunya, si Jinki maniak ayam itu yang dia cemaskan. Seorang yang bisa disebut ketua bagi mereka berlima, bukan karena yang paling tua tapi karena memang cukup bijak jika sudah serius, Jinki itu, mudah sekali menjadi gemuk kalau makannya kendor sedikit.

Maka dia membujuk yang lainnya untuk ikut diet semua larangan makanan untuk jinki. Mmengalami bersama, memberikan dukungan dengan tindakan mengencangkan ikat pinggang. Hasilnya? Mereka berhasil memperoleh satu kemenangan di kompetisi dance awal musim semi kemarin.

Tidak pernah yang namanya kerja keras itu akan mengecewakanmu, benar?

Ah, dia terlalu detail mengurutkan awal mula kedatangannya.Intinya dia tidak sia-sia datang lebih awal karena dapurnya masih dipakai ternyata. Oleh seorang anak dengan ciri khas pet marga Felix.

"Hmm..." iris madunya bergulir ke sisa bumbu dan membayangkan cara meramu yang dilakukan sosok ini tadi. Entah? "Kau pakai tepung apa memangnya?" jadi penasaran.

Dan dia ditawari. Masakan yang belum jelas bagaimana rasanya serta tidak begitu meyakinkan si pemasaknya sendiri, dari jawaban tadi. Satu tangan berkacak di pinggang, dagu terangkat dalam pose siap mengomel.

O-ow, mood dirinya memburuk begitu saja.

"Satu, aku tidak makan makana tidak jelas namanya." Terucap tanpa nada ramah di dalamnya. Ekspresi? Jutek. Jelas. "Dua, aku tidak makan masakan yang dimasak sambil melamun." Satu cibiran jelas menyusul.

Keberatan?
Back to top Go down
View user profile
Hinotamari Suzaku

avatar

Side / Jurusan : Psikologi, bukan MD
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 167 / 55
Trivia : galau to the max
Posts : 459
Join date : 2012-02-16

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Mon May 07, 2012 9:30 pm

Bau harum mulai tercium, menguar dari cumi yang kini berwarna kecoklatan. Suza membalik panggangan dengan ringan, membiarkan api menyentuh bagian yang kurang matang. Kalau ada madu, mungkin akan lebih enak lagi, pikirnya. Tapi kali ini, biarlah seadanya saja karena bahan masakan memang terbatas. Dia tidak bisa protes atas apa-apa yang disediakan di sekolah. Sudah untung masih ada mentega dan minyak goreng walau setelah ini dia harus menggantinya.

Quote :
"Kau pakai tepung apa memangnya?"

Tepung? Matanya melirik ke arah tumpukan bahan-bahan sisa yang berserakan. Dia tidak merasa menggunakan tepung. Cuminya telanjang, tak berbalur apapun. Polos, hanya berlumur mentega, jahe, jeruk nipis dan beberapa campuran bumbu lain. Mungkin si rambut maple itu sedang membicarakan masakan lain?

Tangannya kembali membalik si cumi.

Quote :
"Satu, aku tidak makan makana tidak jelas namanya. Dua, aku tidak makan masakan yang dimasak sambil melamun."

Nada si pemuda membuatnya mendongak sedikit, lalu kembali lagi ke masakannya sendiri. Cumi sudah hampir matang, bahkan sebagian sisinya mulai menghitam. Tangannya kini menggapai mangkuk berisi potongan bawang bombay.

"Aku tidak melamun," ujarnya singkat, mulai menyalakan kompor. "Wajahku dari dulu begini, tak usah marah. Kalau tidak mau ya sudah."

Pikirannya terlalu tenang untuk bisa dipancing. Kembali seperti dirinya yang dulu, yang lurus dan tak beremosi. Ah, kadang-kadang dia rindu mengistirahatkan diri seperti itu, di mana yang bergerak hanya tubuh luarnya saja, sedang jiwa dalamnya diam menganalisa. Tapi menganalisa apa? Cumi segar di hadapannya, berikut potongan-potongan bawang yang berlompatan di penggorengan? Hah.

"Sebentar lagi selesai kok," katanya, merujuk pada peralatan masak yang sedang dia pakai.
Back to top Go down
View user profile
Sadaharu Kiyoshi

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 177 / Himitsu~
Trivia : Moody, handy, sadistic-honest
Posts : 76
Join date : 2012-02-17
Age : 21

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Thu May 10, 2012 3:16 pm

Tidak melamun, eh?

Matanya tidak terpasang di wajahnya, membuat parasnya sempurna ini, sebagai pajangan saja. Dia melihatnya jelas-jelas. dan itulah, yang dikatakan senyuman timpang yang menggantung di bibir manisnya.

"Begitu? Wajahmu selalu begitu? Kalau begitu aku tanya, apa ada yang mau makan masakanmu?" alisnya bergerak menyajikan isyarat bahwa ia meragukan sosok ini. Perkataannya, bukan orangnya. "Makanan yang dimasak dengan wajah mentah begitu, siapa yang mau makan?"

Satu dengusan yang disengaja terdengar jelas sebelum dia berbalik menghadapi belanjaannya. Mengeluarkan satu per satu isinya, yang tadi sudah diaturnya agar yang mudah rusak ditaruh di atas. Tersenyum sendiri saat mengeluarkan tahu kesukaan Jinki sepupunya, susu bubuk yang akan sangat disukai Minoru dan Yuuji-senpai kalau ditambahkan ke dalam seduhan teh. Buah-buahan segar yang dipilihnya karenakandungan gizi, untuk si maniak olahraga Hotaru. Bahan daging yang disukai semua anggota keluarga kecilnya adalah yang terakhir.

"Mm-hm, cepatlah," jawabnya singkat. "Kau tahu? Masakanmu berbau wangi, tapi entah rasanya. Rasa masakan itu tergantung pembuatnya, bukan hanya bumbu," tambahan sambil mengambil satu tempat duduk di dekat meja, menyilangkan kakinya di atas kaki lain dan menyangga dagu di meja. Ia menunggu giliran masak.
Back to top Go down
View user profile
Hinotamari Suzaku

avatar

Side / Jurusan : Psikologi, bukan MD
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 167 / 55
Trivia : galau to the max
Posts : 459
Join date : 2012-02-16

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Fri May 11, 2012 3:42 am

Trang.

Bunyi sendok pengaduk beradu dengan penggorengan, menggema satu oktaf lebih tinggi dibanding seharusnya. Sedetik berikutnya, ramai riuh suara minyak beradu dengan bawang dan bumbu kembali memenuhi ruangan, seolah tak terjadi apa-apa. Dahinya berkedut. Isi kepalanya berhamburan di dalam, antara bingung dan kesal. Bingung karena tidak tahu rentetan duduk permasalahan, inti dari kalimat si lawan bicara. Kesal karena kalimat pertamanya bagaimanapun menyudutkan dirinya.

Sekali lagi wajahnya dipermasalahkan.

Quote :
"Kau tahu? Masakanmu berbau wangi, tapi entah rasanya. Rasa masakan itu tergantung pembuatnya, bukan hanya bumbu,"

Cekatan, ia meniriskan bumbu yang telah dimasak, menuangnya ke atas cumi bakar yang sudah menunggu di atas piring. Pet hitam itu masih diam, menumpuk piring-piring yang sudah terpakai dan menyingkirkan penggorengan untuk dimasukkan ke wastafel.

"Kalau mau tahu rasanya, makan saja sedikit," ujarnya sambil mengacungkan piring bersih. Apa hubungannya ekspresi wajah dan masakan? Asal cara masaknya benar, pasti enak, bukan begitu? Toh selama ini dia belum pernah mengalami ada orang yang sekarat gara-gara masakannya. Kecuali kakak angkatnya yang tak sengaja makan udang dan berakhir dengan keracunan. Tapi itu bukan salah Suza. Pet harimau itu memang alergi udang sejak kecil.

Lagipula, siapa orang ini? Belum kenal tapi sudah main hajar saja.

"Namamu?" tanyanya singkat, sembari menaruh piring bersih di dekat masakannya. Dia ingin tahu. Hei, sebelumnya dia jarang berinisiatif seperti itu. Tapi kali ini ada dorongan bahwa dia butuh tahu.
Back to top Go down
View user profile
Sadaharu Kiyoshi

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 177 / Himitsu~
Trivia : Moody, handy, sadistic-honest
Posts : 76
Join date : 2012-02-17
Age : 21

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Sun May 13, 2012 9:47 am

Sadaharu Kiyoshi, masih menopang dagunya dalam posisi santai menunggu. Iris madunya berpendar dan berkedut mengamati bagaimana sosok pet bermarga Felix itu menyiramkan bumbu diatas cumi. Itu cara masak yang biasa sekali. Tapi melihat wajah yang begitu mentah seperti ikan beku yang memasaknya, dia merasa kasihan pada orang yang akan memakannya.

Merasakan? Dia?

Tarik napas panjang, siap untuk sebuah kalimat panjang. "Aku yakin kupingmu empat bukan hanya hiasan jadi kau sudah dengar apa kataku soal mencoba masakanmu tadi kan? Perlukah ku ulangi? Kalau memang perlu maka buka lebar semua kupingmu! Masakanmu, tidak ada isinya. Tidak dibuat untuk seseorang dan tidak mengandung harapan apa-apa. Yang seperti itu, kalau saja aku tidak sayang makanan, sudah kulempar ke tong sampah di sana," tunjuk tempat sampah di sudut ruang dapur,"detik pertama ketika kau menawarkan padaku. Tidak mengerti? Maka jangan bicara denganku dan pergilah dengan damai dari sini. Dasar bebal!" Cepat, penuh tekanan, dan menghabiskan satu tarikan napas panjang yang diambilnya tadi. Begini kalau dia sudah mengomel.

Tapi siapa sosok di depannya ini sampai dia peduli? Ish! Kebiasaan buruknya tidak bisa membiarkan begitu saja.

Sudah selesai masaknya. Bagus. Dia bangkit membawa tahu danmengambil wadah, menyalakan keran dan memenuhi wadah berisi tahu dengan air. Merendamnya dulu agar tidak rusak di udara terbuka. Tidak menoleh duakali pada yang bertanya.

"Coba kau cicip masakanmu sendiri. Apa yang kau rasakan?" tangannya mulai mengeluarkan dan menjajarkan bumbu di meja dengan cekatan. "Namaku, tidak kuberikan pada orang yang tidak tahu cara memperkenalkan diri dengan benar," akhirnya dia berbalik, menatap lurus pada wajah lawan bicara. "Senyum dulu," sambungnya, mengawali sebuah senyuman di bibirnya.

Ulurkan tangan untuk dijabat. Nama belum tersebut, karena beginilah dia.
Back to top Go down
View user profile
Hinotamari Suzaku

avatar

Side / Jurusan : Psikologi, bukan MD
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 167 / 55
Trivia : galau to the max
Posts : 459
Join date : 2012-02-16

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Tue May 15, 2012 9:49 am

Quote :
"Aku yakin kupingmu empat bukan hanya hiasan jadi kau sudah dengar apa kataku soal mencoba masakanmu tadi kan? Perlukah ku ulangi? Kalau memang perlu maka buka lebar semua kupingmu! Masakanmu, tidak ada isinya. Tidak dibuat untuk seseorang dan tidak mengandung harapan apa-apa. Yang seperti itu, kalau saja aku tidak sayang makanan, sudah kulempar ke tong sampah di sana detik pertama ketika kau menawarkan padaku. Tidak mengerti? Maka jangan bicara denganku dan pergilah dengan damai dari sini. Dasar bebal!""

TRAK!

Dia memotong cumi itu sedikit terlalu keras, mungkin sebentar lagi piringnya bakal patah. Telinganya berdiri tegang, matanya diarahkan kembali pada masakan di depannya. Bibirnya digigit, kalimat-kalimat itu seolah menyindir kesendiriannya, merusak ketenangan batinnya, mendobrak paksa zona nyamannya. Siapa dia? Tuhan? Atau cuma pemuda gila yang asal ngomong, sok tahu terhadap situasi.

Tiba-tiba dia hilang selera terhadap masakannya sendiri. Bukan, bukan hilang selera. Selama ini bahkan dia tidak yakin pernah punya selera terhadap semua masakan. Semua dilahapnya saja tanpa protes. Selama ini tak ada yang salah dengan itu, kenapa kali ini terasa salah? Memangnya salah? Apa yang salah?

Bibirnya kelu, kali ini betul-betul kaku.

Quote :
"Coba kau cicip masakanmu sendiri. Apa yang kau rasakan?"

Tidak, tidak perlu. Dia sudah tahu.

Quote :
"Namaku, tidak kuberikan pada orang yang tidak tahu cara memperkenalkan diri dengan benar."

Oh, baiklah. Dia tak tahu apa yang harus dilakukan sekarang. Dia ingin menghilang. Ini terlalu berat untuk dipikirkan.

Quote :
"Senyum dulu,"

Si rambut madu kemerahan sudah berdiri di hadapannya, senyum di bibir. Tangannya terulur menanti. Suza memandang mata coklat itu, mencari tahu apa yang sebenarnya dia inginkan. Senyum. Sepertinya sudah lama sekali ada yang mengatakan itu padanya. Memintanya tersenyum karena itu membuat mereka senang. Mengapa menarik garis bibir terasa menarik beban satu ton?

Walau demikian, dicobanya juga melakukan itu. Menarik sudut-sudut bibir perlahan walau terasa kaku. Bahkan dia sendiri tak tahu apa senyumannya ini pantas untuk disuguhkan atau tidak.

"Hinotamari. Hinotamari Suzaku, kelas 3-1 Negau. Salam kenal," katanya, menyambut uluran tangan itu yang digenggamnya dengan sedikit ragu.
Back to top Go down
View user profile
Sadaharu Kiyoshi

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 177 / Himitsu~
Trivia : Moody, handy, sadistic-honest
Posts : 76
Join date : 2012-02-17
Age : 21

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Thu May 17, 2012 12:30 am

Hmph, dia bisa mendengarnya. Suara keras dari pertemuan pisau dengan piring cumi si pemuda yang sedang memasak. Tersinggung oleh kata-katanya, eh?

Sungguh anak yang lembut. Kiyo suka.

"Hei, jangan kejam-kejam pada masakanmu. Yang mau kau potong itu dia atau omonganku, hm?" santai, sesantai mengulas pembicaraan tentang cuaca. Dia, terbiasa menjadi seorang yang berperan sebagai ibu kedua para sahabatnya di sini. Yang mengurus segala keperluan detail mereka, memikirkan makanan sampai pakaian mereka, maka dia memiliki sebuah perasaan otoritas di tangan. Selalu tenang dan memiliki hak untuk dituruti. Mungkin terlalu besar hak itu sampai kepada sosok asing pun dia sama sekali tidak merasa harus menahan diri.

Dia orang yang jujur. Selalu. Bukankah kejujuran itu tak akan meninggalkan penyesalan, sepahit apapun?

Pandangan bertemu akhirnya. Ketika dia mengulas senyum ramah dan mengulurkan tangan tanda perkenalan. Ke dalam sepasang mata itu dia bisa melihat sesuatu yang kurang, meski dia belum tahu apa itu.

Nama tersebut. Jalinan jabat dia pererat sebentar sebelum melepaskan. "Suzaku-kun, ne? Senyummu manis, kalau saja kau mau tersenyum untukku. Sepertinya belum, hm?"

Kiyo mengulurkan jemari lentiknya ke bibir sang pemuda pet Felix, tidak sampai menyentuhnya. Kepala bersurai madunya menggeleng. "Jangan tunjukkan senyum seperti itu. Kalau aku ibumu, aku bisa sedih," senyumannya sendiri jatuh dalam lengkungan yang tidak lagi sempurna. tetratik ke bawah perlahan. Lalu pudar.

"Kalau sudah selesai, giliranku kan?" dengan perlahan dia berlalu. Kembali menekuni bumbu-bumbu yang akan dirangkainya menjadi sebuah harapan agar keluarga kecil yang memakannya akan tersenyum sehat.

Seyidaknya tidak seperti senyuman pemuda Suzaku tadi.
Back to top Go down
View user profile
Hinotamari Suzaku

avatar

Side / Jurusan : Psikologi, bukan MD
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 167 / 55
Trivia : galau to the max
Posts : 459
Join date : 2012-02-16

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Fri May 18, 2012 2:15 am

Quote :
"Suzaku-kun, ne? Senyummu manis, kalau saja kau mau tersenyum untukku. Sepertinya belum, hm?"

Jemari diulurkan mendekati wajahnya, yang segera disambut dengan sedikit tarikan kepala ke belakang. Dia tidak siap dengan segala kontak fisik dengan orang baru. Dahinya berkerut, mata menatap waspada. Tidak paham apa mau orang di hadapannya ini.

Quote :
"Jangan tunjukkan senyum seperti itu. Kalau aku ibumu, aku bisa sedih,"

Hmph. Kali ini orang ini malah mengomentari ibunya. Dia tidak punya ibu kandung, hanya ada ibu angkat yang sudah dia sadari waktu kecil bahwa wanita itu bukan miliknya sepenuhnya. Wanita itu bahkan tidak berkomentar apapun mengenai senyumnya, hanya, ya, hanya memang dia sering menyuruh dirinya untuk lebih ekspresif. Wajahnya bakal menimbulkan kesalahpahaman dalam masyarakat. Waktu itu Suza tak peduli, dia hanya hidup untuk masternya. Dia tidak butuh orang lain.

Quote :
"Kalau sudah selesai, giliranku kan?"

Si pemuda itu berlalu, mulai menyiapkan perkakas miliknya yang segera tersebar di atas meja. Suza melirik ke arah bumbu-bumbu yang bertebaran itu, berpikir bahwa jumlahnya terlalu banyak untuk dimakan satu orang. Bergeser sedikit dari tempatnya berdiri, dia menghadap ke arah si pemuda itu. Matanya masih menelusuri objek-objek di atas meja.

"Akan memasak untuk seseorang?" tanyanya.
Back to top Go down
View user profile
Sadaharu Kiyoshi

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 177 / Himitsu~
Trivia : Moody, handy, sadistic-honest
Posts : 76
Join date : 2012-02-17
Age : 21

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Sun May 20, 2012 7:37 pm

Dapur, studio tari, lorong asrama sekalipun memang selalu dilewati orang yang berbeda. Dia tidak pernah membuang muka atau langsung mengulas senyuman pada siapapun yang dijumpainya. Dia melihat, membuka mulutnya untk bertukar kata, baru tersenyum bersama atau melanjutkan omelannya. Tidak terlalu sulit menjadi dirinya. Bahkan sangat mudah. Tapi tak semua orang bisa menjadi sepertinya kan?

Dia hanya ada satu. Pemuda Suzaku di hadapannya juga hanya ada satu.

Alisnya mengernyit tak suka ketika kepala bertelinga manis itu berjengit ke belakang. "Refleksmu bagus. Meski senyummu jelek." Kiyo menurunkan tangannya, yang dari awal tak berniat menyentuh, hanya menutupi senyuman kosong dari pandangannya. Iris madunya yang tak sudi melihat kurang dari sebuah perfeksi.

Kembali pada bahan masakannya yang menunggu. Senyum sendiri, dia lega kali ini tak ada Minoru atau Oryuu untuk mengganggunya. Mengatakan berniat membantu tapi faktanya menghancurkan dapur dan membuatnya mengusir mereka dalam geraman plus laser murka. Tidak ada juga Yuuji-senpai yang maunya main-main dan mengerjai masakannya agar yang makan kepedasan atau apa.

Meskipun kalau ada dia, tidak akan pernah sepi.

...Ciuman di hari ulang tahun itu masih terasa.

Kiyo menepuk pipi yang panas. Dan saat itu sudut matanya menangkap sosok pemuda Suzaku masuih ada di dekat meja. Ia melirik, dengan pisau terpegang erat di tangan,"Masih di sini?"

"Akan memasak untuk seseorang?"

"Untuk 5 orang termasuk aku. Kenapa?" bawang terkupas sementara dia berbicara. Menyusul pemotongan batang paprika, masukkan semua ke satu wadah dengan daun bawang untuk dicuci.
Back to top Go down
View user profile
Hinotamari Suzaku

avatar

Side / Jurusan : Psikologi, bukan MD
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 167 / 55
Trivia : galau to the max
Posts : 459
Join date : 2012-02-16

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Sun May 27, 2012 12:55 am

Kepalanya mendongak mendengar jawaban singkat dari si rambut merah, tapi matanya kembali menatap sepiring cumi yang masih mengepul hangat. Anehnya, dia tak lagi berselera. Sedikit terganggu dengan ucapan orang di dekatnya dan masih mencoba untuk menerimanya. Begini sulitnya untuk peduli pada ucapan orang? Telinganya sebelumnya terlalu bebal. Ah, mana yang benar, ucapan orang atau keyakinan dirinya sendiri?

"...banyak sekali," dia menggumam. Pandangannya menerawang pada orang-orang di rumah. Kadang-kadang mereka masih makan bersama jika sang kakak sulung sedang ada di rumah dan si kakak kedua pulang cepat. Selebihnya hanya bertiga saja dengan ibu dan adik angkatnya yang paling kecil. Jika sudah berkumpul berlima, biasanya suasana meja makan di rumah jadi lebih ramai dengan teriakan kakak-kakaknya minta tambah. Di sekolah ini, tak ada yang bisa diperlakukan demikian. Belum ada. Atau pernah ada.

Bergerak lagi, kali ini mencari pisau bersih dan garpu, sekedar untuk mengisi ruang sepi. Tak enak berdiri terpaku sementara ada orang lain di dekatmu. Memotong secuil hasil masakannya sendiri, memasukkan ke dalam mulutnya. Lumayan. Tak berlebihan, tidak juga kurang. Standar. Sama seperti sebelumnya. Stagnan. Ah. Mengunyah potongan itu pelan-pelan sambil membayangkan untuk siapa masakan ini dipersembahkan. Tapi tak ada. Terbit sedikit rasa iri di hatinya, sedikit saja.

"Untuk saudaramu? Atau temanmu?" tanyanya lagi, masih tanpa melihat si rambut merah. Toh dia juga sedang sibuk sendiri dengan bawang dan paprikanya. Bukan berarti Suza terlalu ikut campur, tapi... ah, bagaimana mengatakannya? Dia hanya ingin tahu saja. Aneh, bukan? Dia bahkan tak mengenal siapa anak ini. Pertanyaannya yang dahulu perihal nama belum juga dijawab.
Back to top Go down
View user profile
Sadaharu Kiyoshi

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 177 / Himitsu~
Trivia : Moody, handy, sadistic-honest
Posts : 76
Join date : 2012-02-17
Age : 21

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Sun May 27, 2012 2:29 pm

"Banyak?"Kiyo melirik sekilas, pisaunya sedang mengiris daun bawang yang selesai dicuci sekarang. Tidak mau kalau sampai jarinya kena, meski dia percaya diri dengan kemampuannya memakai pisau, hati-hati selalu perlu. "Menurutmu begitu? Memangnya kau masak itu untukmu sendiri?" lirik sajian cumi yang matang, mengepulkan uap tipis yang memanggil untuk segera dimakan.

Tapi dia sudah terlanjur tahu bagaimana wajah saat memasak makanan itu, jadi....dia sekedar bertanya. Mencicip? Maaf saja.

Tangannya mulai bekerja meniriskan sayuran, meletakkan panci berisi air ke atas kompor, dengan satu 'cklik' ringan menyalakan api biru yang rata. Kepalanya meneleng ringan, mengingat bagaimana ibunya terkadang memasukkan sujebi (adonan tepung) ke dalam masakan berkuah begini. Kuluman senyum merekah. Sujebi bukan ide buruk toh membuat adonannya cepat dan bisa dia masukkan sebelum tahu.

Lirikannya tak sengaja menangkap saat sosok pemuda Suzaku mencicip cumi masakan pemuda itu. Alis Kiyo terangkat, menoleh. "Enak?"

"Untuk keluargaku di sini. 2 Negau, 2 Yume.Yang Yume itu kakak kelas, satu sepupuku sih. Satunya lagi...orang yang spesial," senyumnya mengandung rona yang lebih cerah.

"Hei, apa kau mau bertemu mereka? Mungkin...kau bisa tersenyum lebih senang." Menawarkan, bagaimanapun tak akan menyakitkan baginya untuk berbagi. Dia yang selalu mengulurkan tangan kepada siapa yang dia anggap pantas dipedulikan.

Satu pinggan kaca dia siapkan sementara air mendidih sudah terdengar. Adonan tepung diremasnya dengan jemai bersih dilapisi plastik tipis. "Oh, kalau kau terburu-buru, namaku Kiyo. Sadaharu Kiyoshi kelas 1, Suzaku-senpai."

Adonannya nyaris siap.
Back to top Go down
View user profile
Hinotamari Suzaku

avatar

Side / Jurusan : Psikologi, bukan MD
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 167 / 55
Trivia : galau to the max
Posts : 459
Join date : 2012-02-16

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Tue May 29, 2012 8:32 pm

Enak?
Entahlah. Dia kurang perhatian terhadap rasa makanan. Toh, dia bisa makan segala macam masakan selama mereka tidak busuk atau beracun. Kemampuan yang patut dibanggakan karena itu berarti dia tidak akan merepotkan ibu angkatnya, tapi dalam hal ini... rasanya terasa salah. Dia hanya menjawab pertanyaan itu dengan 'hmm' pelan, pertanda dia sendiri tak tahu harus menjawab apa. Masakan yang dimasak sesuai prosedur, seharusnya hasilnya pun sesuai prosedur. Tapi tiba-tiba dia muak dengan apa-apa yang serba prosedur. Alam bawah sadarnya seakan melesak ke atas, ingin mengungkap sesuatu, yang ia tak tahu bagaimana mengatakannya.

Bicara soal keluarga, alisnya naik mendengar penjelasan singkat dari si kepala merah. Ah, ada orang-orang yang bakal memakan masakan buatannya dengan penuh terimakasih. Menilik dari rona yang sekilas muncul, Suza rasa itu pasti orang penting. Mungkin adik, saudara dekat, atau sekedar orang yang sangat berharga. Seperti masternya dulu. Atau...

Mengibas ekor, menyingkirkan pikiran yang mulai terasa berat. Semakin dipikir, semakin banyak yang tidak bisa dia pahami. Tanpa sadar, dia selalu mencari makna dari reaksi-reaksi yang diberikan badannya sendiri.

Quote :
"Hei, apa kau mau bertemu mereka? Mungkin...kau bisa tersenyum lebih senang."

Badannya bergerak sedikit. Tertarik dengan prospek yang ditawarkan barusan. Tapi sesaat kemudian, bahunya kembali jatuh mengingat betapa waktu ujian sudah semakin merayap. Dia ingin bertemu dengan lebih banyak orang, tapi dia tidak tahu apa waktunya tepat...

Quote :
"Oh, kalau kau terburu-buru, namaku Kiyo. Sadaharu Kiyoshi kelas 1, Suzaku-senpai."

Kupingnya kini bergerak, sensitif setiap kali namanya disebut. Sadaharu Kiyoshi. Sadaharu Kiyoshi. Sadaharu Kiyoshi. Berusaha ditanamkannya nama itu ke dalam belahan otaknya yang terdalam. Sadaharu Kiyoshi yang sewarna momiji.

"Sadaharu Momiji."

Tak sadar, dia mengucap nama terbalik.

"Oh, maaf... Sadaharu Kiyo...shi. Kiyoshi," sekali lagi merekam nama itu dalam benaknya. Dia mendapat satu kesempatan untuk mengenal orang di luar lingkarannya sendiri. Jangan sampai disia-siakan. Dia tak tahu apa dia bakal bertemu dengan orang ini lagi, tapi... setidaknya dia mencoba. Setiap informasi bisa berguna, entah kapan.

"Salam kenal," ujarnya. Lalu berjalan menuju almari perkakas, mengambil kotak plastik tempat menaruh masakan yang sudah matang. Dia tidak berselera untuk makan masakannya sendiri. Toh sedari awal, memang dia memasak tanpa tujuan, hanya karena ingin saja. Perbuatan yang bodoh, sebenarnya. Tapi kini dia mulai berpikir, apa sebaiknya dia berikan masakan ini untuk teman-teman sekamarnya...? Siapa tahu mereka mau?

"Aku..." ragu untuk bicara, "...senang sekali kalau boleh bertemu teman-temanmu," kali ini dia memutar badan, menghadap ke arah si kepala merah. Menggugurkan keraguannya sendiri. "Apa boleh?"
Back to top Go down
View user profile
Sadaharu Kiyoshi

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 177 / Himitsu~
Trivia : Moody, handy, sadistic-honest
Posts : 76
Join date : 2012-02-17
Age : 21

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Sat Jun 02, 2012 11:11 am

Fokusnya bisa dibagi, meskipun satu yang dia utamakan sekarang adalah memasak.

"Hm? Kiyoshi, senpai. Nama yang umum, aku tahu. Tapi tidak ada pemilik nama Kiyoshi yang sehebat aku." Dia mengangkat bahu ringan. senyuman bangga memperjelas garis tulang pipinya yang tinggi. Sementara tangan masih sibuk meremas adonan tepung, membolak-balikkan bahan plastis untuk meratakan komposisinya.

Sekalinya dia bergerak, tangannya tidak akan berhenti.

"Mm-hm. Salam kenal juga." Kiyo mengambil penggiling adonan, membagi adonannya kecil-kecil dan memipihkannya. Air mendidih sudah memanggil. "Itu mau kau makan sendiri? Atau untuk seseorang?" siapa tahu saja memang untuk seseorang meskipun di masak dengan wajah seperti tadi.

Kiyo menoleh.

"Ingin bertemu teman-temanku?" tatapannya lurus menelisik. Tidak menampakkan sebuah penolakan tapi rasa penasaran. "Ne, mereka itu hartaku," kiasan lembut mewarnai senyum di bibir tipisnya. Ya, keluarga dan teman-teman adalah hartanya yang nomor 1. Lebih berharga dari benda kesayangannya. "Kalau kau mau bertemu mereka, aku mau lihat hartamu juga."

Hm?
Back to top Go down
View user profile
Hinotamari Suzaku

avatar

Side / Jurusan : Psikologi, bukan MD
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 167 / 55
Trivia : galau to the max
Posts : 459
Join date : 2012-02-16

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Sat Jun 02, 2012 3:58 pm

Dengan sedikit tenaga, dia menekan pinggiran kotak plastik itu. Tak berapa lama, titik-titik embun menghiasi permukaan penutup. Kotak siap untuk dibawa ke asrama. Semoga teman-teman sekamarnya masih ada yang tinggal di kamar dan berlum makan. Pasti aneh sekali melihat Suza yang sebelumnya jarang bicara pada mereka, tiba-tiba membawakan makanan berat seperti ini. Dia sendiri pun merasa aneh.

Quote :
"Itu mau kau makan sendiri? Atau untuk seseorang?"

"..." memutar bola mata sejenak sebelum menjawab dengan mantab, "Untuk teman-teman sekamar, kalau mereka mau." Kalau tidak mau, terpaksa dimakan sendiri. Itu resikonya.

Quote :
"Ingin bertemu teman-temanku?Ne, mereka itu hartaku,"

Sama, aku juga pernah punya.

Quote :
"Kalau kau mau bertemu mereka, aku mau lihat hartamu juga."

Hatinya mendesah. Otaknya bergerak, menelaah siapa saja yang pernah jadi 'harta'nya.

"Aku... pernah punya master," dia memulai cerita. Matanya menatap pada bungkusan makanan di depannya. Pikirannya melayang ke masa-masa itu. "...tapi sayang, dia sudah pindah. Juga..." bolehkah dia menyebut orang itu sebagai hartanya juga? "...juga aku punya kakak kelas yang kuanggap berharga. Tapi dia sudah lulus dan pindah ke tempat yang jauh,"

...dan hingga setahun lebih mereka tak kembali. Sekarang apa yang bisa dia percayai?

"...jadi maaf, aku tidak bisa menunjukkan hartaku sekarang, Sadaharu-kun. Oh, tapi," dia menoleh pada adik kelasnya itu, seolah mendapat sesuatu untuk ditunjukkan. Telinganya mengembang.

"Aku punya adik, pet tikus. Masih 7 tahun, namanya Momo. Kamu mau bertemu dia?"
Back to top Go down
View user profile
Sadaharu Kiyoshi

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 177 / Himitsu~
Trivia : Moody, handy, sadistic-honest
Posts : 76
Join date : 2012-02-17
Age : 21

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Sat Jun 02, 2012 10:25 pm

Sudah mulai bisa bertukar cakap dengan normal, ia rasa. Entah karena tangannya sedang sibuk sehingga mood-nya melayang senang atau karena pemuda di sana cukup sabar menanggapi perubahan suasana hatinya yang tidak stagnan.

"Kurasa," dia masukkan adonan yang sudah pipih ke air mendidih. Merasakan uap panas menyapa ramah pergelangan tangannya yang segera ditarik. Kalau lama-lama, tidak akan ramah lagi, jelas. Bisa perih.

"Teman-teman sekamarmu tidak akan menolak makanan yang diberikan sepaket dengan senyuman." ia memberikan pendapat sukarela. Sebelum ia beralih ke kompor satunya, memeriksa rebusan daging yang paling awal dimasukkan sebelum acara potong-memotong yang lain. Semua 'keluarganya' suka daging--rakus malah. Harus benar-benar empuk dimasaknya.

Kembali bisa lebih rileks memperhatikan gurat ekspresi mulai mewarnai wajah pemuda Suzaku yang berbicara--bercerita tentang hartanya. "Ne, kau nampak manis membicarakan adikmu."

"Hanami musim ini, di taman Mizutomo. Bagaimana?" dia akan adakan piknik kecil, atau mungkin besar tergantung siapa saja yang akan ikut nanti.
Back to top Go down
View user profile
Hinotamari Suzaku

avatar

Side / Jurusan : Psikologi, bukan MD
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 167 / 55
Trivia : galau to the max
Posts : 459
Join date : 2012-02-16

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Tue Jun 05, 2012 11:47 pm

Quote :
"Ne, kau nampak manis membicarakan adikmu."

"Ow...", matanya mengedip. Dalam hati bertanya-tanya apa yang diucapkan pemuda rambut merah itu benar, ataukah sekedar basa-basi saja. Dia harap itu benar, walau sebutan i itu agak... yah, agak mengingatkan dia pada seseorang--tidak, dua orang.

Ah, lagi-lagi. Kenapa memiliki orang yang berharga itu kini terdengar merepotkan baginya. Bayangan mereka selalu mengikuti ke mana-mana dan begitu mereka hilang dari kehidupanmu, bekas-bekas jejak mereka masih kentara di jiwamu, mengikuti terus sampai kau lupa dengan sendirinya. Ini menyakitkan. Tapi dia tidak bisa mengabaikan kupu-kupu yang beterbangan di perut tatkala mata masternya menyambut setiap pulang sekolah, atau degup jantung yang membuatnya bergetar kala si kakak kelas mengusap telinganya. Mengapa manusia itu begitu kompleks?

Dan benarkah teman-temannya akan menerima masakannya jika dia memberikannya dengan senyuman? Dia tahu, kali ini bukan mereka yang butuh makanan tapi dia yang butuh memberikan. Perasaan macam apa pula ini? Ah...

Quote :
"Hanami musim ini, di taman Mizutomo. Bagaimana?"

"Hanami...?" dia menggumam ragu. Dia tak tahu kesibukan orang-orang di rumah. sang ibu biasanya sibuk di toko, mempersiapkan paket-paket bekal yang laris manis di kala hari memanndang bunga. Kedua kakaknya juga bekerja, mungkin mereka bisa pulang. Dia tak berani membawa adiknya terlalu jauh dari rumah tanpa pengawasan kedua kakak yang lain. Si kecil itu terlalu rapuh.

"Aku tak bisa janji membawa adikku," ujarnya. "Tapi kalau hanya hanami, aku sendiri bisa datang,"
Back to top Go down
View user profile
Sadaharu Kiyoshi

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 177 / Himitsu~
Trivia : Moody, handy, sadistic-honest
Posts : 76
Join date : 2012-02-17
Age : 21

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Tue Jun 12, 2012 12:10 pm

"Kau suka dibilang manis?" iris madu bergulir tertarik, mengamati betapa menggemaskannya cara senpai seasrama itu mengerjapkan mata. Menelusuri adakah gerakan ekor atau apa. Iris bergulir turun dengan jujur.

Dia selalu jujur. Kapan dia tidak?

Membayangkan hanami baginya adalah lebih banyak memasak, lebih banyak mengomel agar Hotaru bisa bangun pagi dan Yuuji-senpai membangunkan Oryuu, kakak sepupunya. Lebih banyak keribetan di pagi hari dan segala hal yang dapat memutuskan urat kesabarannya kapan saja sebagai satu-satunya yang akan terus dan terus mengatakan apa saja yang harus dilakukan, mengecek ulang semua bawaan mereka dan membawakan yang ketinggalan. Huff. Satu pagi memusingkan yang akan terupahi dengan semilir angin berbau sakura segar, mungkin satu atau dua kelopan terjatuh nyaman di atas helaian rambutnya.

--Dan senyuman, celoteh, atau kegilaan semua teman-temannya yang otomatis akan membuatnya merasa, apapun yang ia lakukan untuk mereka tidaklah pernah sia-sia.

"Hmmm~ baiklah. Janji datang?" bukan hanya mengangkat kepala. Bukan hanya tersenyum tipis atau mengangguk. Dia mendatangi dan mengulurkan jari kelingking untuk sebuah tautan janji.

"Dan soal cumi itu, serius, tawarkan saja sandal rebus pada anak-anak asrama maka mereka akan memakannya kalau kau bilang itu adalah pisang rebus. Mereka terlalu kelaparan, kau tahu." mencibir ringan, jelas pada siapa.

Kalau memasak untuk sembarang orang, sebenarnya diberi bumbu kadaluwarsa atau seberapa tidak niatnya, tidak masalah. Dia, secara tegas menarik garis batas antara dirinya dengan orang lain pada satu kata: kepuasan diri sendiri.

Perlukah dia katakan? Pada sosok yang membuatnya tidak bisa mengalihkan pandangan. Gemas, entah dalam artian apa.
Back to top Go down
View user profile
Hinotamari Suzaku

avatar

Side / Jurusan : Psikologi, bukan MD
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 167 / 55
Trivia : galau to the max
Posts : 459
Join date : 2012-02-16

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Tue Jun 12, 2012 4:40 pm

Kelingking diulurkan padanya. Kepalanya mendongak, menatap mata si rambut momiji itu. Tersenyum dalam hati melihat tanda janji yang biasanya hanya sering dilakukan oleh anak-anak kecil. Atau setidaknya, dia tidak pernah melakukan hal semacam itu semenjak masuk SMP. Diulurkannya kelingkingnya sendiri. Rasanya aneh melakukan ini dengan orang asing yang baru sekali ditemui.

"Baiklah, janji,: ujarnya. "Walau aku tidak keberatan kalau kita bertemu di tempat lain," tambahnya.

Hanami memang momen yang menyenangkan, plus ada alasan untuk berkumpul bersama di bawah pohon sakura. Tapi dia pun tak keberatan untuk berkumpul di sembarang tempat yang belum pernah didatanginya. Mungkin ini kesempatan untuk melakukan hal-hal yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Jujur, hatinya berdebar. Ini seperti melangkah ke dunia lain, padahal... seharusnya ini hal yang sederhana, bukan?

Bisakah dia mempercayai pemuda berambut merah itu?

Jari dan jari terkait. Tidak ada langkah mundur lagi--seharusnya.
Back to top Go down
View user profile
Sadaharu Kiyoshi

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 177 / Himitsu~
Trivia : Moody, handy, sadistic-honest
Posts : 76
Join date : 2012-02-17
Age : 21

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Wed Jun 13, 2012 6:55 am

Gemas. Garis bawahi dan tebalkan itu. Kali ini lagi-lagi suara yang masih meneteskan antara keraguan dan pengharapan mencapai halus telinganya. Membuat pemuda Sadaharu yang sebut saja, kental dengan interaksi semacam ini dengan putera bungsunya--Minoru, menatap lurus. Lurus dan lama.

"Tempat lain mungkin untuk janji yang lain. Janji yang ini," eratkan tautan jari diantara mereka, goyangkan sedikit," adalah di taman Mizutomo saat Hanami." Memastikan maksudnya tertangkap jelas oleh sepasang mata itu.

---

"Perlukah aku menjemputmu nanti?" Kiyo mengangkat kepala dari pinggan yang kembali ditekuninya. Sementara tangan yang diamankan dibalik plastik meremas dan mencampurkan tahu dengan telur dan bumbu. Lauk yang harusnya bisa menggantikan ayam, lebih sedikit lemaknya. Dan tidak ada protes akan dia dengar dari sepupunya karena setidaknya kali ini bukan tahu rebus atau dada ayam rebus--menu diet.

Praktisnya masih seasrama, "Atau kau menjemputku?"
Back to top Go down
View user profile
Hinotamari Suzaku

avatar

Side / Jurusan : Psikologi, bukan MD
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 167 / 55
Trivia : galau to the max
Posts : 459
Join date : 2012-02-16

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Wed Jun 20, 2012 8:48 pm

"Aaah, itu..." pandangan matanya jatuh ke bawah, tidak siap dengan pertanyaan itu. Perilaku menjemput-dijemput baginya membutuhkan sebuah persyaratan tambahan, yakni hubungan yang spesial atau dekat. Melakukannya dengan orang yang pertama kali bertemu itu agak membuatnya jengah. Tidak apa-apakah dia menurunkan sikap kewaspadaan? Siapa yang tahu apa yang ada di dalam hati orang?

"...kita bertemu di sana saja bagaimana? Waktu dan tempatnya terserah, asal jangan hari pertama festival. Kita satu asrama, bukan? Mungkin bisa... bertemu lagi."

Kata 'bertemu lagi' menimbulkan dengung dalam kepala. Sekali lagi hatinya terasa kelu. Sudah sekian lama, kenapa belum sembuh juga?

"Bagaimana?" tanyanya kembali. Kini bersiap untuk kembali ke asrama, cumi-cuminya keburu dingin.
Back to top Go down
View user profile
Sadaharu Kiyoshi

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 177 / Himitsu~
Trivia : Moody, handy, sadistic-honest
Posts : 76
Join date : 2012-02-17
Age : 21

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Tue Jul 03, 2012 10:53 pm

Satu lirikan tajam tertaut pada sosok yang kini tidak lagi ada di hadapannya. Gerakan tangan Kiyo terhenti sesaat, ia sedang mempertimbangkan. Lebih mudah berangkat bersama. Tapi dia ragu juga pemuda Suzaku tidak akan malah mundur karena keributan yang dibuat teman-temannya sebelum benar-benar siap berangkat. Memang bukan type yang nampak akan mudah kesal, tapi haruskah dibiarkan menunggu sementara dia mengejar Yuuji-senpai pakai spatula karena mengagetkan Oryuu di kamar mandi (lagi dan lagi)?

Uhm...

"Baiklah. Ketemu di sana lebih mengesankan juga sepertinya," ia mengangkat bahu akhirnya. Setelah flashback keributan keluarga kecilnya yang terjadi di benaknya selama 4 detik.

"Sebutkan saja nomor telepon atau nomor kamarmu, senpai. Nanti kuhubungi lagi," Kiyo mengusap pelan dahinya yang berkeringat. Menghadapi lagi panci panas mulai membuatnya tak bisa menghindari berkeringat. Ini bagian menyebalkan dari memasak, kalau kau tanya dia.

Sebuah janji telah dibuat. Lebih baik dipastikan juga karena siapa yang tahu apa yang akan terjadi nanti.

Ia dapat merasakan tarikan lembut membentuk lengkungan senyum di wajahnya. Hanami tahun ini akan bertambah satu lagi keluarganya. Bukankah itu menyenangkan?
Back to top Go down
View user profile
Hinotamari Suzaku

avatar

Side / Jurusan : Psikologi, bukan MD
Kelas / Semester : 1
Tinggi/Berat : 167 / 55
Trivia : galau to the max
Posts : 459
Join date : 2012-02-16

PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   Sat Jul 28, 2012 11:51 am

Dia mengangguk, meraih bungkusan cuminya dan berjalan menuju pintu.

"Nanti aku akan mencarimu. lantai 1 bukan?" ujarnya sebelum benar-benar meninggalkan ruangan. Debur di dadanya mulai terasa, seakan baru saja mengalami sesuatu yang baru. Membuat janji dengan seseorang, berbicara dengan benar--maksudnya benar-benar ngobrol dan bercakap-cakap. Rasanya seperti... baru saja mendobrak sesuatu dari dalam dirinya. Keringatnya mengalir di pelipis, dingin. Mungkin sebenarnya dia memang 'sakit' dan butuh disembuhkan...

Setelah ini, beranikah dia untuk menjalin benang-benang baru dalam kehidupan?

------
[SUZA OUT]
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Cook The Memories [inv]   

Back to top Go down
 
Cook The Memories [inv]
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 2Go to page : 1, 2  Next
 Similar topics
-
» not past life memories, inherited memories
» Past Life Memories
» Memories of Wuppertal
» Colleen M Cook: The Success habits of weight loss surgery patients. Anyone else read this?
» Memories of Napier Barracks.

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Beta Version: Katsushika Akademia :: Kitchen-
Jump to: