Daily School Life
 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Orange and Milk [P]

View previous topic View next topic Go down 
Go to page : 1, 2  Next
AuthorMessage
Ushitaro Shima

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 162,5cm/47,5kg
Trivia : Get your CRAYON! Get your CRAYON!! Get your Cray--Get your CRAYON!!!
Posts : 92
Join date : 2012-05-04
Age : 21

PostSubject: Orange and Milk [P]   Mon Jun 04, 2012 9:48 pm

Hari pertama masuk kelas @ 8.00 AM


Terlalu cepat ia datang ke kelas hari ini. Tapi itu juga karena ia terlalu cepat mandi pagi ini. Dan itu pun karena seorang Ushitaro Shima tidak bisa tidur malam tadi. Ini hari pertamanya menapaki sekolah sebagai siswa kelas 3. Dan itu berarti bahwa untuk setahun ke depan ia harus menerapkan ilmu ninjanya lagi. Ilmu menghilang yang praktis ia praktekkan selama setahun lalu, hanya kepada 1 orang saja; Kagami Shoui.

Urghh.....

Praktis sejak kejadian di kafe yang berumur lebih dari setahun, Shima hampir-hampir semakin tidak mau bertemu dengan si tiang listrik itu. Padahal saat itu dia ingin minta maaf agar dia bisa berlaku biasa-biasa saja sesudahnya, tapi...setelah hari itu.... Argghhhh!!! Mengingatnya saja kembali dia sudah stress. Dan ia cukup bersyukur pada tahun keduanya bersekolah mereka tidak sekelas maupun sekamar. SANGAT bersyukur!

Walau praktis pada tahun kedua itu, saudari-saudarinya menyadari beberapa perubahan pada dirinya. Ia jadi lebih kurusan, pipinya tidak setembem yang dulu, matanya selalu tampak lebih lelah, dan (ajaibnya) pada masa-masa menyedihkan itu tingginya bertambah. Tapi jika untuk memperoleh tambahan 12.5 cm itu harus dilaluinya dengan rasa stress, sepertinya Shima lebih memilih untuk memiliki tinggi 150 cm saja.

Grekk~

Menggeser pintu menuju ruang kelasnya. Masih kosong. Sudah jelas kan? Masih ada sejam sebelum kelas mereka di mulai.

Mengambil posisi kursi dekat jendela, letakkan tasnya, sebelum menghempaskan badannya untuk duduk. Istirahatkan kepalanya dengan malas ke atas meja, sambil menoleh ke arah jendela di sampingnya. Samar-samar ia bisa melihatnya. Penampilan barunya, atas masukan kak Judy. Tidak terlalu jelek, malahan ia sangat menyukainya. Terlihat jauh berbeda dari dirinya yang dulu.

Dan untuk satu hal yang teramat berbeda ini, sedikit banyak berharap bahwa itu bisa meningkatkan level ilmu ninjanya. Sudah tambah tinggi, gaya rambut berbeda, pipinya tidak setembem dulu, hal itu sudah cukup untuk mengecoh si tiang listrik dan tidak mengenalinya lagi kan?

Ya, pasti sudah cukup...

Menghela nafasnya dan merasakan...permukaan meja yang keras pun ternyata bisa terasa empuk juga. Saat itu juga Shima mengerti, matanya sedang memohon untuk menutup. Masih ada sejam lagi kan? Jadi tidur pun tidak ada salahnya....

ZZZzzzzzz....

---
[OOC: anggap saja mereka berdua belum tahu kalau mereka sekelas ya~ =w=b]
Back to top Go down
View user profile
Kagami Shoui

avatar

Side / Jurusan : Negau 302
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 181/72
Trivia : Kadang tinju dan tendangan lebih cepat daripada kata, homo(in denial)phobic
Posts : 267
Join date : 2012-02-17
Age : 22

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Mon Jun 04, 2012 10:36 pm

Bangun pagi, jogging kawasan sekolah (tidak mengelilingi seluruhnya karena dia masih waras , tentu saja) lalu mandi dan sarapan semeja dengan yang lain. Culik telur terdekat atau lauk yang sedang dia inginkan dari piring lain. Berikan tatapan 'ramah' yang sempurna dengan kerutan alis dan besar badannya.

Rutinitas pagi yang menyenangkan. Abaikan saja kalau dia merasa kurang betah di kamar sejak tahun kedua. Mungkin badannya sudah lebih besar lagi makanya kamarnya terasa tidak nyaman. yang anehnya, bukan terasa sempit tapi malah terasa luang. Sedikit kosong.

Tadi malam kakaknya sudah heboh memperingatkan untuk menjalani tahun ajaran baru sebaik-baiknya. Ha? Kapan dia tidak menjalani segala hal dengan baik, coba? Sebutkan!

Itu, tentu saja hanya bahasa batin disalurkan melalui kedutan alis saat menerima telepon dari sang kakak.

Brak!

Buka pintu kedua (tadi sudah salah satu kali) yang diasumsikan adalah kelas barunya. Sarapan tidak begitu menarik pagi ini. Mungkin comot makan siang si kacamata gagu yang cukup 'akrab' akhir-akhir ini dengannya saja nanti. Tidak sarapan, telepon dari kakak, tali sepatunya terbelit tadi saat dipakai--bukan awal yang baik untuk memulai hari.

Edarkan tatapan ke sekitar. Sepi. Hanya ada satu kepala mirip nanas terkulai di meja dekat jendela. Dekat jendela, Sho suka. langkahkah kaki ke sana, hempaskan tasnya di meja belakang sosok yang belum rela menyambut pagi.

Tsk. Bukan urusannya.

Tapi, dia perlu tahu sesuatu. Tendang dari bawah, bagian belakang kursi yang mampu dicapai kaki jangkungnya. "Hoi. Jam berapa?"

Kalau masih lama, dia mau membunuh waktu dengan menyapa bola oranye di lapangan basket indoor saja.
Back to top Go down
View user profile
Ushitaro Shima

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 162,5cm/47,5kg
Trivia : Get your CRAYON! Get your CRAYON!! Get your Cray--Get your CRAYON!!!
Posts : 92
Join date : 2012-05-04
Age : 21

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Mon Jun 04, 2012 11:04 pm

Mimpinya indah.

Sedang berada di kafe. Menikmati segelas susu hangat dengan sebuah kado yang duduk manis di sebelah cangkirnya (sejak kapan dia jadi suka bawa kado begini?). Sepertinya ia sedang menunggu seseorang, ceritanya. Dan sepertinya orang itu sangat ditunggu-tunggunya karena praktis bibirnya tengah tersenyum, hal yang akhir-akhir ini sangat jarang dirasakannya.

Dan Shima tahu, orang yang ditunggunya itu datang saat pintu kafe mendentingkan lonceng mungilnya. Dan dalam mimpinya ia masih tersenyum, menatap orang yang muncul dari sana dan--- TUNGGU! KENAPA MUKA ORANG I--

Brakk!

Matanya otomatis terbuka. Tidak hanya karena rasa getar yang mengalir dari belakang kursinya, tapi lebih karena mimpi indah yang berubah horor melihat wajah orang yang--, "Hoi. Jam berapa?"-- paling tidak ingin ditemuinya selama ini.

...

Sudah setahun kan?
Selama ini Shima mengira pasti sudah melupakannya, atau minimal... merasa asing. Tapi tidak, ia salah. SANGAT salah. Cukup 1 kalimat dan seluruh tubuhnya terbujur kaku.

Shima SANGAT kenal pemilik suara di belakangnya ini. Kok bisa?!!

Sial! Siaaal!! SIAAAL!!!

Kenapa ada di sini?!! Setelah setahun tidak bertemu?!!! Dan hanya semudah ini mereka ketemu lagi?!!!
DEWA SAPI PASTI SEDANG MEMPERMAINKANNYA!!! TERLALU KEJAAMMM!!!!!!

Dan tubuhnya masih membujur kaku, tidak tahu harus berbuat apa.

...

Kelas masih sepi. Lari dengan cepat ke pintu kelas dan kabur sepertinya ide yang sangat menggoda.
Sangat....meng...go...da....
Back to top Go down
View user profile
Kagami Shoui

avatar

Side / Jurusan : Negau 302
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 181/72
Trivia : Kadang tinju dan tendangan lebih cepat daripada kata, homo(in denial)phobic
Posts : 267
Join date : 2012-02-17
Age : 22

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Mon Jun 04, 2012 11:24 pm

Tidak sarapan tapi masih mau bercengkerama dengan bola basket lagi? Iya.

Apa boleh buat. Mau tahu atau tidak diriny, ini tahun terakhirnya di SMA. Tahun ketiga. Beberapa pertandingan musim panas sudah berlalu begitu saja. Perasaan shoot terakhir di detik-detik penentuan, dia begitu merindukannya. Jiwa atlet-nya bisa karatan kalau tidak sering diingatkan dengan tubuhnya, dengan light step dan pelemasan pergelangan tangannya, semua momen indah itu. Juga cedera yang kadang mendera.

Tidak termasuk kepala bocor akibat lemparan mug nyasar di tahun pertamanya. Atau beberapa goresan kuku di pipi dan dada. Tidak yang seperti itu.

--Tapi dia tak menyangkal, semua itu pernah terjadi.

Heh. lalu kenapa?

Suasana hatinya tidak membaik setelah yang dia tanya hanya mematung. Menoleh pun tidak. Tendang sekali lagi bangku si diam? Itu menggoda tapi--

Plak!

--satu geplakan di belakang kepala berjambul aneh itu lebih cepat. "Kutanya, jam berapa?" raih bahu yang bersangkutan tanpa kesabaran.

Dan dia tidak akan mengakui--meski mulutnya robek sekalipun--dia mengenali....

"Kau--" terlalu mengenali sampai tidak cukup dengan kata.
Back to top Go down
View user profile
Ushitaro Shima

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 162,5cm/47,5kg
Trivia : Get your CRAYON! Get your CRAYON!! Get your Cray--Get your CRAYON!!!
Posts : 92
Join date : 2012-05-04
Age : 21

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Mon Jun 04, 2012 11:38 pm

Tarik nafas. Hela nafas.
Dan lakukan itu berulang-ulang.

Ayo Shima, pintu itu dekat sekali. Cukup tapakkan kakimu dengan mantap dan berlarilah. Melesat bagaikan anak panah. Cepat. Bebas. Le--Plak! sial, dia kurang cepat!!

Telat selangkah dan bahunya kini dengan mudah di raih, dengan terpaksa menatap muka orang yang sudah lama tidak ditatap tapi wajahnya terlalu lekat dikenal tanpa banyak perubahan berarti.

Bahkan kerut alisnya tidak juga berubah?
Mampus aku!!

Arghh, dia harus tenang. Jangan panik!

Bukankah penampilannya sudah cukup banyak berubah dari terakhir kali mereka bertemu dengan wajar? Sudah tambah tinggi, gaya rambut berbeda, pipinya tidak setem-- "Kau--"-- oke..., benar-benar MAMPUS dia!!

Singkirkan tangan yang mencengkeram bahunya. Dan tanpa pikir panjang, segera ambil langkah seribu.
Keluar dari kelas. Pergi jauh dari si tiang listrik!!!
Back to top Go down
View user profile
Kagami Shoui

avatar

Side / Jurusan : Negau 302
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 181/72
Trivia : Kadang tinju dan tendangan lebih cepat daripada kata, homo(in denial)phobic
Posts : 267
Join date : 2012-02-17
Age : 22

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Mon Jun 04, 2012 11:52 pm

"....." Shoui yang kini terdiam. Kaku di tempat. satu-satunya yang mengindikasikan dia masih di alam sini adalah pupil matanya yang tidak kosong. Terisi pantulan bayangan seseorang--seraut wajah.

Rambut tidak lagi hitam rata tapi bercukup di samping dan memelihara jambul. Pipi tidak seperti sedang mengemut susu, tingkah tidak lincah melompat dan melempar mug atau ka--

Belum selesai intermezo dengan ingatannya sendiri yang dengan cepatnya membanjir tentang terakhir kali satu kejadian di kafe, satu pukulan darinya membirukan pipi seorang pemuda, air mata yang melemahkan sisi garangnya dan--punggung sama yang kini berbalik mejauhinya dengan cepat. Sangat cepat.

Sho mau memaki karena dia masih terdiam detik punggung itu berbalik. Masih bengong seperti orang bodoh ketika tangannya hanya menepuk udara kosong.

Detik berikutnya baru kewarasannya kembali.

"Anak sapi, jangan lari kau!" kakinya menjejak lebar dan kuat, penuh niat.Lempar benda terdekat yang dapat dia raih, yang sayangnya adalah kotak kapur di meja guru. Tumpahkan isinya sambil lari, menggeram murka.

Lempari bagian belakang kepala dan punggung dengan kapur sebanyaknya.

Jangan lari lagi!
Back to top Go down
View user profile
Ushitaro Shima

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 162,5cm/47,5kg
Trivia : Get your CRAYON! Get your CRAYON!! Get your Cray--Get your CRAYON!!!
Posts : 92
Join date : 2012-05-04
Age : 21

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Tue Jun 05, 2012 12:06 am

"Anak sapi, jangan lari kau!"

Tuh, benar kan? MAMPUS DIA!!!

Mana peduli dia dengan perintah Shoui. Yang ada kakinya semakin cepat melangkah. Dan apa pun itu yang tengah menyerang kepala dan punggungnya seolah sinyal saja baginya untuk lebih cepat berlari, lebih dan lebih.

" Jangan kejar aku, tiang listrik!!!"

Hebat, setahun tidak bertemu dan itu adalah kata-kata perjumpaan terbaik yang bisa ia berikan. Disusul dengan salam oleh punggungnya yang membelakangi si bongsor yang sedikit pun tidak ingin ditatapnya langsung. Untuk apa? Shima tidak perlu menatapnya, tidak perlu merasa diingatkan, apa pun itu yang dia rasakan...

Seperti inikah rasanya kelakuan menyimpang antar pria?

KENAPA MALAH INGAT!!!

" AArrggghhhh!!!!!!" teriaknya terus membahana sekeluarnya dari kelas, terus menyusuri lorong-lorong yang masih sepi untungnya.

Kagami Shoui, tinggalkan aku sendiri...

" KAU MEMBUATKU GILAAA!!!!"
Back to top Go down
View user profile
Kagami Shoui

avatar

Side / Jurusan : Negau 302
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 181/72
Trivia : Kadang tinju dan tendangan lebih cepat daripada kata, homo(in denial)phobic
Posts : 267
Join date : 2012-02-17
Age : 22

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Tue Jun 05, 2012 12:32 am

Grrrrrrr......!

Lempar sampai habis isi kotak kapur ke kepala dan punggung, atau bagian manapun yang bisa dia incar sambil lari begini. Shoui geram. Menyumpah dalam hati bukan karena dia harus jogging dua kali, atau yang sekarang lebih bisa disebut lari marathon? Tsah! Apapun.

Dia geram karena demi apa--salam perjumpaan setelah (dengan ajaibnya) setahun tidak bertemu malah 'jangan kejar aku'. Mana bisa? Dia butuh penjelasan.

"Kubilang berhenti, anak sapi!!!" bergema bersahutan dengan raungan kabur sosok mantan teman sekamarnya. Dia menjejak lebih kuat, memanfaatkan bagian belakang tumitnya untuk melesatkan larinya. Dan sudahkah dia bilang kalau kakinya (masih) lebih panjang daripada sosok yang nampak tumbuh dari tahun kemarin itu?

Ia mendekat. Nafasnya memburu berpilin dengan emosi yang meluap tanpa bisa dicegah.

" KAU MEMBUATKU GILAAA!!!!"

Semakin dekat, nyaris 4 meter sekarang. 3...2...1!

Tangannya menggapai liar. Meraih, mencengkeram satu genggam penuh bagian belakang leher baju sang pelarian. "Apa itu maksudmu?!"

Gabruk!

Keseimbangan hilang. Tangan masih mencengkeram. Entah apa jadinya.

Kau yang membuatku gila, tahu!
Back to top Go down
View user profile
Ushitaro Shima

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 162,5cm/47,5kg
Trivia : Get your CRAYON! Get your CRAYON!! Get your Cray--Get your CRAYON!!!
Posts : 92
Join date : 2012-05-04
Age : 21

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Tue Jun 05, 2012 11:02 am

Shima tidak mau berhenti. Dia tidak mau berhenti karena tidak mau ingat. Tidak mau ingat kalau dulu dia pernah menangis, pernah sekali dipukul di bagian bawah pipinya, tapi juga pernah pipi itu merah memanas bak kepiting rebus, dan terlebih pernah keningnya dici--GGAAAHHH!!!

Dan itu alasan kenapa ia menjauhi Shoui, selalu membuatnya ingat pada hal-hal yang membuatnya GILA!. Lebih parahnya, rasa gila itu tidak berhenti pada sekedar ingatan saja. Nafas yang tercekat tiap mendengar suaranya, syaraf-syaraf yang menegang tiap mengetahui orang itu di dekatnya, atau aliran darah yang salah membakar pipinya tiap menatap wajahnya. Adakah syndrom yang melebihi orang GILA? Apapun itu istilahnya, hal itu yang Shima rasakan sekarang.

Jadi wajar kan, kalau dia mati-matian menghindar dari sosok yang membuatnya merasa 'tidak sehat'? Ibarat orang sakit yang memiliki pantangan makanan, maka Shoui adalah pantangannya....yang selama setahun belum sembuh juga. Ckk...

" Kamu bukan gila, itu sih jatuh cinta namanya,"

Oh tidak, tidak...lupakan analisa kak Samantha perihal 'penyakit' yang dide--Heeeghh! Sesuatu menarik bagian belakang kerah blazernya. Gawat...mana boleh dia tertangkap semudah ini! Tidak bolehh!!

Sratt!!

Dan lepaskan blazer itu, demi memperoleh kebebasannya.
Tidak peduli pada yang di belakangnya, walau telinganya mendengar jelas ada yang terjatuh di belakang sana. Apa? Tidak, jangan berhenti...kakinya harus tetap berlari...

---
---

Semenit lagi. Semenit sebelum bel tanda masuk kelas berbunyi. Dan seorang Ushitaro Shima sedang melongokkan wajahnya dari ujung lorong, mengintip situasi menuju pintu kelasnya. Situasi tampak aman, siswa-siswa mulai penuh berdatangan. Begini aman kan?

Hampir sejam sejak kejadian kejar-kejaran tadi, dirinya bersembunyi di salah satu bilik toilet siswa. Praktis, tidak melakukan hal apa pun selain menunggu para siswa berdatangan ke sekolah. Ya, itu strateginya, menunggu siswa berdatangan sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar dari biliknya yang nyaman. Kalau sudah ramai begini, si Shoui tidak akan sembarangan mendekatinya kan? .....Mungkin...

Langkah semakin dekat ke kelas, dan harapannya semakin besar bahwa si bongsor itu salah masuk kelas sebelumnya. Mengintip pelan-pelan dari balik pintu. Dan...siall, masih di sana. Tepat di belakang kursi yang ia tempati.

BAGAIMANA INI!!!
Tenang...tenang... Kelasnya sudah ramai. Guru pun sebentar lagi datang. Jadi--telan ludahnya dengan susah payah--masuk saja. Tenang Shima, tenang... Semua pasti akan baik-baik saja.

Dan langkah perlahan ke arah kursinya untuk duduk. Dan hiraukan siapa yang persis duduk di belakang kursinya itu.

....Dia ingin cepat-cepat pulang rasanya...
Back to top Go down
View user profile
Kagami Shoui

avatar

Side / Jurusan : Negau 302
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 181/72
Trivia : Kadang tinju dan tendangan lebih cepat daripada kata, homo(in denial)phobic
Posts : 267
Join date : 2012-02-17
Age : 22

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Tue Jun 12, 2012 9:55 am

"Hosh...hosh...." nafasnya dengan rakus meraih oksigen dari sekitarnya. Ketika satu tetesan jatuh daru ujung hidungnya ke lantai yang berdecit mulai licin. Tangannya tidak berhenti memantulkan bulat oranye dalam ritme tetap. Bola ke sekian yang dipegangnya, yang akan meluncur ke bidikan dengan suara 'plosh' mantap atau 'jdug' dan meleset. Bergabung dengan oranye bulat lain yang bertebaran di lantai sekitar.

Kenapa?

Satu pertanyaan yang terus dituntutnya setiap kali pergelangannya melemas dan melempar kuat. Membayangkan satu wajah di ring sana, atau satu punggung tepatnya. Mengapa punggung itu yang dihadapkan padanya?

Dulu tidak seperti ini.

Mana bisa dia bertanya pada onggokan blazer yang ada di tepi lapangan? Yang berhasil dia tangkap--hanya itu. Sementara punggung pemiliknya menjauh, tak terjangkau, menghilang.

---

Kenapa?

Pertanyaan yang sama dilaserkan tatapan matanya pada bangku kosong di depannya ketika dia kembali ke kelas. Mendapati bangku itu tetap belum berpenghuni, membuatnya melipat tangan di depan dada dengan keringat mulai mengering. Blazer dilipat seadanya (dia bahkan tidak tahu kenapa dia tidak menggantung saja si blazer di tiang bendera) lalu dimasukkannya ke laci meja kosong itu.

Shoui menunggu.

Hingga pertanyaan 'kenapa' yang menari di dalam kepalanya bisa dijawab oleh--punggung yang lalu mengisi udara kosong yang dia tatap lekat.

"Hei," lirih, belum mau dilempari penghapus karena satu fakta yang sudah jelas: si guru mengawasi siapa-yang-dilihat-murid-lain-menebarkan-kapur-di-koridor.

Jawablah. Kenapa?!
Back to top Go down
View user profile
Ushitaro Shima

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 162,5cm/47,5kg
Trivia : Get your CRAYON! Get your CRAYON!! Get your Cray--Get your CRAYON!!!
Posts : 92
Join date : 2012-05-04
Age : 21

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Mon Jun 25, 2012 9:14 am

Baru 1 menit. 2 menit. Berapa menit?

Baru sebentar saja.

Tapi yang jelas waktu berjalan 100 kali lipat lebih lambat dari biasanya dan pantatnya sekarang berasa jauh lebih sensitif. Seolah bisa merasakan permukaan kasar si kursi yang sebenarnya mulus secara kasat mata. Seolah ada partikelnya di sana mencuat naik dan menusuk-nusuk kulitnya. Memintanya untuk bangkit saja dan...pergi lagi.

" Aku tidak menyangka, adikku ternyata pengecut,"


BUKAN PENGECUT!!!
Hampir saja berteriak seperti itu andai Shima tidak menyadari dirinya masih berada dalam kelas. Dengan guru yang mulai menatapnya dengan pertanyaan, 'mana blazermu?'. Oh sial! Jangan bilang--

"Hei,"

--masih ada di dia.

Tangannya terkepal erat dan mulai merasa ritme nafasnya setingkat lebih cepat. Astaga Shima, sampai kapan harus begini?!! Mana mau dia dibilang pengecut oleh Kak Kani untuk ke....sekian kalinya. Hanya gara-gara cin--BUKAN! Bukan itu. Dirinya cuma....'sakit'.

Ayo Shima, kamu bukan PENGECUT!

Perlahan bergeser, berusaha menoleh ke belakang. Mati-matian dengan usaha untuk terlihat santai. Santai saja dan segera minta blazer miliknya dari Shoui. Usaha yang sukses di awal, tapi gagal di akhir. Gagal saat bukan mulutnya yang langsung bertanya, tapi matanya yang lebih tergoda menatap wajah si pemilik alis berkerut. Saat manik birunya menubruk pemilik manik hitam di belakangnya ini. Shima sudah gagal.

Beda dengan yang tadi di mana ia bisa segera lari kabur. Tapi tidak sekarang. Ada guru di depan, murid-murid sudah masuk ke dalam, pelajaran sudah di mulai, dan matanya jadi menatap lama (lebih lama dari yang pertama kali) wajah yang jarang dilihatnya selama setahun ini.

Hanya terpaku, tanpa kata-kata.

...

Astaga, dewa sapi...

Ya. Dia 'sakit'. Dan Shima tahu persis sakit apa itu sebenarnya....Tahu PERSIS.
Dan salahkan Kak Samantha untuk itu.

Tidak, salahkan dirinya yang bodoh karena jatuh 'sakit'.
Back to top Go down
View user profile
Kagami Shoui

avatar

Side / Jurusan : Negau 302
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 181/72
Trivia : Kadang tinju dan tendangan lebih cepat daripada kata, homo(in denial)phobic
Posts : 267
Join date : 2012-02-17
Age : 22

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Thu Jun 28, 2012 8:47 pm

Bagian belakang kepala yang ditatapnya sekarang, ia berusaha mengingatnya lagi, berapa kali sudah dia lihat terselip diantara kepala lain di koridor? Berapa kali sudah berpapasan dengannya (mungkin) dan ia tak menyadari?

Lebih penting lagi, kenapa pemilik kepala itu tidak menoleh dan menunjukkan cengiran riang lebar sambil melemparkan ejekan padanya? Seperti dulu.

"........." Shoui menyadari bagian kosong yang dulu terisi helai hitam lurus sampai menutupi leher yang kini kosong itu? Lucunya, ia tak merasa heran batok kepala di hadapannya terlihat lebih kecil darupada yang dia ingat. Dia lebih heran kenapa leher si anak sapi bisa begitu--lupakan!

Pertanyaan guru tentang blazer memberinya kesempatan untuk memunculkan satu dari sekian pertanyaan 'kenapa' di dalam benaknya. Satu saja dulu. Sambil mencekal leher putih kecil itu jika pemiliknya mau lari LAGI. Mana dia tahu senekat apa seorang Ushi yang membuat bocor kepalanya di semester pertama dulu dengan mug susu.

Heh.

"Hei, U--kau!" nyaris menyebutkan nama yang terasa asing di lidahnya. Nama yang terkadang lancang menyela lamunannya saat mebolos di atap, atau memesan minuman dalam mug.

Persetan kalau ada penghapus melayang.

Tatapan bertaut. Bayangan dirinya terpantul jelas pada sepasang biru yang membuat hal lain tak nampak di matanya sekarang. Menguncinya dalam tatapan yang tidak terbaca.

Tangannya terlur ke dalam laci. Blazer terlipat dilemparkannya ke meja tanpa sekalipun tatapan terlepas.

"Sikapmu aneh. Kau pakai atau apa?" Alisnya bertaut pada satu pemikiran itu. Seberapa tinggi hormon atau adrenalin atau apalah yang dia punya untuk membangkang, sendirinya tidak akan mendekati yang namanya obat-obatan apalagi memakai. Mungkinkah anak ini....?

Bukannya dia peduli. Okelah sedikit, sangat sedikit karena anehnya si pendek ini ditujukan padanya.

Haruskah ada alasan lain?
Back to top Go down
View user profile
Ushitaro Shima

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 162,5cm/47,5kg
Trivia : Get your CRAYON! Get your CRAYON!! Get your Cray--Get your CRAYON!!!
Posts : 92
Join date : 2012-05-04
Age : 21

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Thu Jul 19, 2012 4:38 pm

Ushi bisa merasakan hempasa blazer miliknya di atas meja. Harusnya tinggal ambil dan langsung saja buang pandang menoleh kembali ke depan. Tapi tidak. Matanya masih menatap. Menempel. Tidak mau lepas.

Gebleg...mau berapa lama seperti ini?!!!
Otaknya berteriak, tapi sepertinya tiap saraf yang dimilikinya terputus hingga anggota badannya tidak ada yang mau bergerak.

"Sikapmu aneh. Kau pakai atau apa?"


Akhirnya bisa mendengar lagi suara itu. Lebih jelas, karena yang sekarang dia tidak bisa lari lagi. Tidak ada sahutan mulutnya ataupun pikirannya yang kalut mengatakan untuk segera kabur. Yang ada hanya...

" Tuan Ushitaro! Kelas ada di depan!! Kecuali kau ingin mendapat kelas tambahan dariku sore ini!!!"

...teriakan guru yang menyadarkannya dari lamunannya.

Oh sial~ Barusan itu dia kelihatan bodoh sekali. Dan Shima bisa merasakan beberapa pasang tatap mata yang menoleh ke arahnya. Dia suka diperhatikan, tapi tidak untuk situasi seperti ini.

" Terima kasih," jawab seadanya. Ambil blazernya dan kembali menoleh ke depan. Sedikit pun tidak menggubris pertanyaan tidak penting seorang Shoui.

Astaga...sampai kapan dia harus seperti ini?


---

Jam istirahat. Tiba juga. Tapi pantatnya masih terplester sempurna di permukaan kursi walau teman-teman sekelasnya tampak sudah mulai bergerak. Beberapa meninggalkan ruangan dan beberapa lagi masih cuma berada di sana untuk sekedar bermalas-malasan.

Bagaimana ini?

Haruskah dia segera keluar lagi? Menghindar lagi? Lari lagi? Astaga demi para dewa sapi, mereka akan sekelas selama setahun ini. Mana mungkin dia menghiraukan Shoui selama itu. Tidak jika mereka sekarang sekelas. Jadi?

...

Gulp~

Kenapa menelan ludah saja seberat ini. Tapi...memutuskan untuk menoleh ke orang di belakangnya. Perlahan, sebelum akhirnya kembali terpaku seperti pertama kali tadinya.

Ngomong bodoh!


" ........Hai,"

Hanya itu. Singkat. Dengan mencoba tersenyum seperti biasanya (setidaknya dia merasa demikian), walau faktanya yang terplester di mukanya adalah senyum miring yang aneh. Untung saja dia tidak menatap manik hitam lawannya. Kalau tidak, dia bisa bercermin, ekspresi macam apa yang dia pakai sekarang ini.

Cuma ngomong itu saja, Shima?

Sepertinya begitu...
Back to top Go down
View user profile
Kagami Shoui

avatar

Side / Jurusan : Negau 302
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 181/72
Trivia : Kadang tinju dan tendangan lebih cepat daripada kata, homo(in denial)phobic
Posts : 267
Join date : 2012-02-17
Age : 22

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Thu Jul 19, 2012 9:06 pm

Katakan 'tidak', bocah cebol.

" Tuan Ushitaro! Kelas ada di depan!! Kecuali kau ingin mendapat kelas tambahan dariku sore ini!!

Persetan dengan itu.

" Terima kasih,"

Juga ucapan basi itu. Shoui tidak ingin tahu, tidak butuh kata kosong semacam itu. Juga tatapan minta dihantam yang ditujukan separuh kelas pada sosok mereka--terutama sosok di depannya. Tanpa menunggu, lirikannya menyipit menyapu pandangan mereka yang kurang kerjaan. Menekankan kepentingan mereka dalam urusan ini, nyatanya : bukan urusan kalian!

Saat bulir matanya kembali pada apa yang ada di hadapan, satu hela napas terlepas. Berat. Bergetar. Dan oh sial, dia membenci menatap belakang kepala itu lagi.

.....Katakan kau 'baik-baik saja'.

---

Waktu mengalir terlalu lambat seperti lendir siput saja. Bel istirahat sama sekali tidak melegakan karena tertunda terlalu lama. Cih.

Shoui menutup buku, yang setelah dia tutup barulah disadarinya buku Sastra Jepang. Asal buka saja agar tidak ada lemparan penghapus ke arahnya sedari tadi. Dan butuh sesuatu untuk dipelototi selain bagian belakang kepala seorang bocah sapi. Dia bukan termasuk golongan 'itu' yang bisa menatap seorang makhluk sesama bertestosteron lama-lama.

Terkutuklah refleksnya yang sesekali masih mencuri lihat ke arah kepala itu.

Kembali bertatapan. Miliknya kembali menyipit, mencoba menembus biru kembar di sana. Yang tidak secerah dulu di matanya. Tidak seperti itu senyum yang dia ingat.

"Kau tidak lari?" lagi?

Kerutan alisnya bertambah dalam. Menekan apapun rasa yang sekarang mendera. Yang pasti bukan rasa sakit atau kecewa. Pasti bukan.
Back to top Go down
View user profile
Ushitaro Shima

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 162,5cm/47,5kg
Trivia : Get your CRAYON! Get your CRAYON!! Get your Cray--Get your CRAYON!!!
Posts : 92
Join date : 2012-05-04
Age : 21

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Fri Jul 20, 2012 10:55 am

"Kau tidak lari?"

Jlebb!

Itu...sindiran? Pasti kan!
Setelah sekian lama, ah tidak usah jauh-jauh, setelah barusan yang terjadi wajar saja kalau si tiang listrik itu berkata begitu kan?

Tapi kenapa, untuk 1 sindirian seperti itu dia jadi merasa...sakit hati. Bukankah dia seorang Ushitaro Shima. Bocah yang selalu kebal dengan berbagai macam sindiran selain daripada mulutnya yang jarang bisa di rem untuk mengejek balik?

Ah ya...balas lagi, Shima! Tunjukkan kalau kau BISA!!

"......Memangnya kau--," --siapa tiang listrik!! "--ingin aku lari lagi?"

Bodoh.
Apa yang diteriakkan di dalam kepalanya terucap dalam kalimat yang lain.

Otot-otot wajahnya melemas. Melepaskan sunggingan senyum kakunya kembali pada wajah kosong, hanya mata yang masih menatap lawan. Menatap manik hitam yang memantulkan bayangannya yang bodoh. Tapi Shima tidak peduli.

Dia hanya terpaku di sana. Menunggu jawaban dalam diam.

Walau sekitar mereka terdengar cekikik para teman sekelas yang bahagia dalam senda guraunya.
Back to top Go down
View user profile
Kagami Shoui

avatar

Side / Jurusan : Negau 302
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 181/72
Trivia : Kadang tinju dan tendangan lebih cepat daripada kata, homo(in denial)phobic
Posts : 267
Join date : 2012-02-17
Age : 22

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Mon Jul 30, 2012 9:49 pm

"......Memangnya kau--,"

Apa?

Tatapannya menantang. Katakan seloroh minta ditonjok yang biasa mengalir lancar dari bibirmu.
Katakan sebutan 'lucu' yang kau dedikasikan untuk menambah kerut dini di wajahnya.
Kalau tidak, bagaimana dia bisa tahu bahwa kau--

"--ingin aku lari lagi?"

-- (tidak) baik baik saja!

Brak!

Telapak tangannya menggebrak meja. Ia sadar apa yang ia lakukan dan persetan dengan berapa pasang mata lain yang teralih. Lagi. Percik amarah tidak ditahannya terkilas dari sorot mata yang menatap lurus. Hanya lidahnya yang menyibukkan diri menelaah bagian dalam pipinya dalam gerakan tidak santai. Menolak untuk memuntahkan kata apapun yang mengindikasikan dia peduli.

"Apa maumu?!" terdengar nada meninggi di telinganya.

Ingin digoncangnya, diteriakinya, didesaknya sosok di hadapannya ini ke permukaan datar apapun yang mencegah kejar-kejaran lagi. Shoui merasa semua ini salah.

Begitu salah karena dia tidak tahu apa yang terjadi. Bukan berarti dia perlu tahu. Tidak berarti dirinya ingin tahu!
Back to top Go down
View user profile
Ushitaro Shima

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 162,5cm/47,5kg
Trivia : Get your CRAYON! Get your CRAYON!! Get your Cray--Get your CRAYON!!!
Posts : 92
Join date : 2012-05-04
Age : 21

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Fri Aug 17, 2012 8:38 pm

Satu gebrakan keras pada permukaan meja menjadi jawabannya.

Untuk kedua kalinya kata 'bodoh' terngiang di dalam kepalanya. Memangnya kau mengharapkan jawaban seperti apa, Shima? Lagi-lagi menyesali yang sudah berapa kali tindak lakunya yang tidak sinkron dengan kinerja otaknya. Dia ini kenapa?!! Perasaannya hanya semakin kecut menerima reaksi barusan. Wajah lawan yang tidak asing lagi dalam keangkerannya, serta beberapa pasang mata yang mau tidak mau tersita perhatiannya ke arah mereka.

Mungkin ada baiknya ia lari lagi?

Tidak!


Dia masih berada di sini. Pantat terplester sempurna pada permukaan kursi. Sementara wajah kecutnya yang tampak takut mulai mewarnakan kekesalan. Bukan kepada Shoui atau orang-orang sekeliling yang menatap mereka. Lebih tepatnya, Shima merasa kesal dengan dirinya sendiri. Kesal dengan apa yang dirasakannya selama setahun belakangan ini. Kesal dengan kepengecutannya. Kesal dengan--"Apa maumu?!" --ketidak mampuannya untuk bersikap seperti biasa kepada 1 tiang listrik di depannya ini.

KESALL!!!!

Mulutnya tetap tidak mampu membalas. Yang ada hanya rasa rahang-rahangnya yang menegang, mengatup rapat bibirnya dengan erat. Matanya yang samar-samar terasa panas serta kedua tangan yang mengepal erat.

Cukup!


" Lupakan," satu jawaban singkat dengan tatapan yang membuang pandang dari lekat hitam di depannya. Tubuh segera berbalik ke depan, tidak sanggup menatap emosi yang ada di belakangnya.

Dan sekali lagi, ia kesal....kesal kenapa harus jatuh dengan seseorang macam tiang listrik yang senantiasa angker dalam kerutan alisnya.

...

KENAPA?!!
Back to top Go down
View user profile
Kagami Shoui

avatar

Side / Jurusan : Negau 302
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 181/72
Trivia : Kadang tinju dan tendangan lebih cepat daripada kata, homo(in denial)phobic
Posts : 267
Join date : 2012-02-17
Age : 22

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Sat Aug 18, 2012 12:31 pm

Sudah. Cukup!

Shoui benci pemandangan yang kini dilihatnya. Ke mana anak sapi lincah macam kutu loncat yang dulu bertukar ejekan ringan dengannya? Ke mana suara tawa dan teriakan berisik yang membuatnya terkadang harus tidur berbantal lengannya karena semua bantal sudah habis dia lempar untuk membekap kebisingan teman sekamarnya?

Ke mana?

Yang ada di hadapannya hanyalah sebuah wajah yang tidak dia kenal. Satu ekspresi asing yang memuakkan. Memuakkan dan ingin dirobeknya paksa.

Shoui berdiri. Derit kasar kursinya menambah gesekan murka yang mewujud dalam cengkeraman kuat tangannya. Menggoreskan perih ke telapak tangannya yang tergali kuku sendiri. Tidak lebih sakit dari tatapannya yang merasa terkhianati.

Dia marah. Dia sakit.

Detik berikutnya dia sudah berdiri menjajari kursi si anak sapi. Lirikannya mengunci wajah yang tak sudi melihatnya. Hei, dia bisa melakukan apa saja dari posisi ini. Apa saja.

Dug.

Satu sapaan ramah sikunya pada sisi kepala tercukur lucu. "Makan siang." Celah bibirnya menguak dua kata.

Ayo.

Sudah cukup semua omong kosong sebelumnya. Shoui tidak pernah cocok dengan yang namanya bicara. Mulai detik ini, hanya akan ada tindakan saja. Camkan.
Back to top Go down
View user profile
Ushitaro Shima

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 162,5cm/47,5kg
Trivia : Get your CRAYON! Get your CRAYON!! Get your Cray--Get your CRAYON!!!
Posts : 92
Join date : 2012-05-04
Age : 21

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Sat Nov 17, 2012 9:42 am

Shima bisa merasakan bunyi derit kursi kasar di balik tubuhnya.

Bagus, dia boleh bernafas lega kan karena si tiang listrik akhirnya pergi. Ya, pergi saja dan tinggalkan dirinya di sini sendi--Dug.--atau tidak?

Hampir-hampir mulutnya melesat untuk menyampaikan protes. Melesat, menyepat, apa pun itu mulutnya yang ingin keluarkan karena jujur, emosinya jadi naik juga. Tidak peduli bahwa yang di belakang pun juga tengah emosi. Mungkin emosinya sekarang hanya kedok, kedok bahwa lebih baik mulutnya saja yang lepas ketimbang bulir panas yang melepas dari sudut matanya.

Shima, kamu cengeng!


"Makan siang."


Shima....kamu mau apa kalau begini?

Sikap yang itu jelas di luar dugaannya.
Dia tidak pernah berharap bahwa setelah hal yang baru saja dilalui, si tiang listrik ini bisa dengan santainya mengajak pergi makan siang. Setelah wajah yang berkerut masam seperti dewa perang atau setan apa pun itu namanya, dia malah mengajaknya makan siang sekarang.

Menurutmu aku harus merespon seperti apa?!!!

Tidak ada. Tidak ada respon selain mulut yang terkatup ratap, berusaha menahan bibir yang bergetar karena emosi. Kekesalannya telah berubah menjadi kebingungan.

...

" Ka---," satu melepas akhirnya," Kamu a--aneh," walau kalimatnya termakan oleh sesungguk yang tidak mampu disembunyikan lagi.

Dan satu rasa kebingungannya telah berubah dalam sebulir panas yang mengaburkan diri seenaknya dengan bangga. Satu bulir. Dua bulir, Tiga---oh, dewa...TOLONG HENTIKAN INI!!!!

Dia benar-benar tidak habis pikir kalau dia menangis. DUA KALI! Di hadapan orang yang sama.

Harusnya dia minta pindah sekolah saja.
Back to top Go down
View user profile
Kagami Shoui

avatar

Side / Jurusan : Negau 302
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 181/72
Trivia : Kadang tinju dan tendangan lebih cepat daripada kata, homo(in denial)phobic
Posts : 267
Join date : 2012-02-17
Age : 22

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Sun Nov 18, 2012 3:58 pm

Duduk semeja dan makan dengan damai. Bukankah itu yang terlewat dari pertemuan normal terakhir mereka di sebuah kafe? Pertemuan yang membuatnya menyesali satu tinju hangat terlontar pada pipi mulus (tunggu, hilangkan kata terakhir!) sosok pendek ini. Pertemuan yang membuatnya punya satu mug gambar sapi untuk minum di kamar asrama. Pertemuan yang--

--berakhir membingungkan dan main ninja-ninjaan selama setahun sesudahnya.

"Hei..." nyaris satu jedukan lagi oleh sikunya yang gatal. Gatal mewakili rasa tidak senangnya berdiri menunggu tanpa mendapatkan satu pun reaksi. Jangan bilang--

" Ka---," " Kamu a--aneh," --kau MASIH mau lari (LAGI)?

Sisa pertanyaannya tertelan oleh suara tak wajar yang mengiring pernyataan si pemuda sapi. Oh, tidak. Tidak. Tidak. Tidak! Jangan 'itu' lagi.

Apapun asal jangan menangis LAGI!

Tangannya terulur, entah sejak kapan. Dia hanya menyadarinya untuk menghentikan gerakan lancang tanpa ijin itu di tengah udara. Hanya sejengkal dari pundak yang sedikit bergetar menandakan 'apa' yang sedang dilakukan si pemuda sapi. Ingin meraihnya, menepuknya, menariknya, menenangkannya dalam pelukan.

Tapi kenapa dia bisa merasa seperti ini?

Hanya sejengkal lagi sampai bisa menyentuh pundak itu. Tapi tangannya berhenti di sana. Mengepal dan membuka tanpa bisa maju seinchi pun. Tidak bisa, karena dia bisa merasakan satu pembatas transparan, yang otomatis akan tertembus jika tangannya maju.

KENAPA?

Rasa trenyuh menggerogoti bagian dalam dirinya tanpa ampun, bersama tiap isakan terdengar dan detik laknat yang berlalu. Dan dia tetap terpaku. Perlahan tangannya menarik diri, terkulai lemah di sisi tubuhnya yang menjulang.

Dia tidak tahu kenapa dia akan mengatakan ini. "Aku tidak mendengar apa-apa." Jangan menangis lagi.

"Kau susu kan? Tunggu di sini saja," kakinya ingin terpaku di sana, tapi ia menyeretnya berbalik. "Jangan kemana-mana." yang terakhir itu lebih terdengar seperti sebuah permintaan--sebuah permohonan--daripada penekanan. Nadanya sudah kehilangan kuasa.

Jangan menangis, karena aku jadi tidak tahu harus bagaimana....
Back to top Go down
View user profile
Ushitaro Shima

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 162,5cm/47,5kg
Trivia : Get your CRAYON! Get your CRAYON!! Get your Cray--Get your CRAYON!!!
Posts : 92
Join date : 2012-05-04
Age : 21

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Tue Nov 20, 2012 9:04 am

Sudah berapa bulir? Dan perlukah dia menghitungnya? Shima tidak mau menghitungnya! Sama dengan keengganannya untuk tidak menatap ke arah lawan. Mana mau dia si tiang listrik itu puas lagi mengetahui dirinya tengah menangis (lagi). Walau sebenarnya percuma. Tubuhnya yang mengguncang seolah memberi petunjuk kecil apa yang tengah terjadi.

"Aku tidak mendengar apa-apa."

" ...,"

"Kau susu kan? Tunggu di sini saja,"

" ...,"

"Jangan kemana-mana."

" ...,"

Hanya terus terdiam, sebelum yang tidak diharapkannya di sini sudah menghilang. Membuatnya lebih lega melepas sesungguk yang tertahan. Shima tidak percaya pada dirinya sendiri untuk membalas perkataan lawan barusan. Dia tidak yakin kalau yang keluar dari mulutnya nanti adalah kalimat, melainkan sesungguk yang tengah lepas saat ini.

Walau sejujurnya, Shima masih mencoba menahan sesunggukkannya mati-matian. Gengsi! Tapi, satu tangan yang meletakkam se-pack tissue di atas mejanya seolah menyatakan sebaliknya. Lebih buruk lagi, saat tangan itu hanya menepuk-nepuk ringan, sebelum membelai pelan pundaknya. Satu tatapan diberikan kepada pemilik tangan (yang dikenalinya sebagai teman sekelasnya), sebelum bulir-bulirnya lebih lancar lagi melepas dari sudut matanya.

Kepala segera menoleh balik, menyembunyikannya pada diantara kedua tangan yang melipat di atas meja. Mencoba menyembunyikan satu wajah menahan sedari tadi yang telah pecah dalam ekspresi terjeleknya (yang sebenarnya cuma menangis sesungguhnya). Puas-puaskan, Shima! Dan tangan yang masih mencoba menenangkannya seperti mengizinkannya.

Dia akan terus di sini. Bukan karena si tiang listrik itu kok! Itu semua karena Shima menyadari; tidak ada gunanya lagi lari sekarang. Mereka sudah sekelas. Selama setahun. Mungkin sudah saatnya menghadapi semua ini.

Satu kesadaran kecil yang perlahan dibawanya ke alam mimpi akibat tangis yang melelahkan dan satu belaian nyaman pada sisi pundaknya.

...

...

Ngomong-ngomong, Shima belum tahu...

...

...

" Jeo-hyung! Ayo ma--,"

" Sshh...,"

Dia belum tahu namanya.
Back to top Go down
View user profile
Kagami Shoui

avatar

Side / Jurusan : Negau 302
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 181/72
Trivia : Kadang tinju dan tendangan lebih cepat daripada kata, homo(in denial)phobic
Posts : 267
Join date : 2012-02-17
Age : 22

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Tue Nov 20, 2012 10:37 pm

"Awas! Minggir!" entah sudah berapa kali terucap kala ia menembus mobilitas di jam paling sibuk lorong sekolah. Jam istirahat, semuanya seperti ditumpahkan dari kelas-kelas ke lorong selain yang tinggal di kelas untuk makan bekal (itu jarang sekali, LELAKI semua) atau entah makan di mana. Mana dia peduli. Yang terpenting adalah menghindari satupun--satupun!--dari 4 kotak susu, sekaleng susu beruang dan 4 bungkus roti di rengkuhan tangannya tersenggol jatuh.

Makan siang kali ini menghabiskan jatah cemilannya seminggu, rutuknya di sela dengungan ribut lalu lalang siswa lain. Salahkan kau-tahu-siapa untuk itu.

Dia harus mengambil susu original, vanilla, coklat dan strawberry karena mana dia tahu si anak sapi suka rasa yang mana. Kalau pun di luar 4 rasa normal itu yang dimaui, Shoui memastikan akan menjejalkan keempat kotaknya pada si anak sapi. Tsk, merepotkan. (Tapi dia belikan juga). Sementara untuknya sendiri adalah jenis susu penguat tulang untuk masa depannya di dunia basket dan roti secukupnya (satu mana cukup?)

Anak sapi itu menangis. Mau didesak jauh-jauh pun, semakin dekat langkahnya ke kelas, semakin jelas bagaimana bahu bergetar ringan dan suara isakan lirih disuguhkan padanya tadi. Kalau tidak ingat dia sedang membopong jatah makan siang berharga, sudah mengacak frustasi biru ikalnya sekarang.

Apa salahku kali ini?

Yang terdahulu sudah jelas, karena dia salah kira si anak sapi yang berbelit itu mau mengajaknya berhomo ria dan akhirnya Shoui menonjok pipi Ushi. Tapi kali ini...apa sikutannya segitunya sakit? Dia tak terlalu keras menyikut, dia yakin. Secara insting saja, melemahkan tenaga saat melakukannya. Tak ingin menyakiti.

"....."

Tunggu! Pikiran macam apalagi itu?

Apa pedulinya kalau makhluk pendek yang jelas-jelas punya testosteron seperti dirinya jungkir balik keluar jendela atau dikeroyok berandalan? Tidak ada alasan.

Tapi yang satu ini, memang ia peduli.

"Gah!" satu teriakan frustasi lepas. Makin dipikirkan makin memusingkan. Harusnya dia sudah tahu, berurusan dengan garis wajah manis lembek tidak pernah berakhir baik di pihaknya.

"Minggir!" lagi, kali ini ditujukan pada dua makhluk di depan pintu yang--sedang apa sih mereka?

" Jeo-hyung! Ayo ma--,"
"Hyuuuu~ng! Oh, Nunu juga di si--"


Shoui menerobos lewat. Dia tidak baru saja melihat tangan pemuda yang matanya terlalu bersinar seperti mata anak anjing mau diajak jala-jalan, tangan pemuda itu berada di pantat pemuda lain. Kepalanya sedang terlalu penuh untuk menyisakan tempat bagi hal menjijikkan apapun yang pastinya tak dia lihat tadi.

Turunkan barang bawaannya dekat tissue (sejak kapan ada tissue di meja Ushi?)

"Hei...susumu," colek sisi leher si anak sapi yang bisa-bisanya ketiduran di meja. Dia pasti sudah terlalu lapar tersugesti oleh bau roti karena merasa ingin tersenyum. Pasti itu!

Kau tidak ke mana-mana.
Back to top Go down
View user profile
Ushitaro Shima

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 162,5cm/47,5kg
Trivia : Get your CRAYON! Get your CRAYON!! Get your Cray--Get your CRAYON!!!
Posts : 92
Join date : 2012-05-04
Age : 21

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Thu Jan 17, 2013 9:35 am

Shima tahu dia cuma tertidur singkat. Tahu dalam waktu singkat itu kapan ia berada antara batas alam sadar dan mimpi karena dia masih bisa merasakan samar belaian menenangkan pada pundaknya. Dan lebih tahu lagi bahwa dia sudah bermimpi karena saat dia merasakan kepalanya menoleh untuk menatap yang tengah membelai--bukan wajah teman sekelasnya yang dilihatnya. Tapi...

"Hei...susumu,"

Satu sapaan dan sentuhan biasa membangunkannya. Aneh, karena dia tadi sedang bermimpi kan. Semudah itu kah dia terbangun? Dan semudah itu juga kah kepala otomatis mendongak ke arah sumber suara. Mendongak seolah tidak mengetahui apa yang baru terjadi atau pun menyadari seberapa naas wajah yang terpampang; mata sembab, bekas lipatan jas yang menjejak pada pipinya, atau (mungkin) jejak leleran ingus (sedikit saja) pada sudut hidungnya.

Hanya sadar ketika maniknya menatap siapa yang tengah memanggilnya.

...

Mengalihkan kepala ke mana pun asal tidak ke arah sana. Semua gara-gara rasa panas samar yang perlahan membakar pipinya. Bukan karena dia baru saja menangis. Atau fakta wajahnya seperti apa sekarang (yang dirinya sendiri belum sadar sebenarnya). Tapi...

Satu ulas senyum. Bukan cengiran.
Satu ulas senyum untuk seseorang yang baru saja membelainya.


...GARA-GARA MIMPI LAKNAT!!!


Mungkin dia harus memeriksakan kepalanya.

Kenapa dalam 1 hari ini dia bermimpi 2 hal yang nyata-nyatanya sesuatu-terlalu-AJAIB-untuk-jadi-nyata.
Back to top Go down
View user profile
Kagami Shoui

avatar

Side / Jurusan : Negau 302
Kelas / Semester : 3
Tinggi/Berat : 181/72
Trivia : Kadang tinju dan tendangan lebih cepat daripada kata, homo(in denial)phobic
Posts : 267
Join date : 2012-02-17
Age : 22

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Fri Jan 18, 2013 3:59 pm


Ia mengutuki dalam diam, dimana saraf pelipat otomatis di wajahnya. Kenapa saraf sialan itu tidak bekerja melipat alisnya seperti biasa, malah melipat bibirnya jadi lengkungan senyum tipis yang nyaman. Apa? Oh dia tidak baru saja berpikir betapa mudahnya tersenyum hanya dengan melihat wajah berantakan si bangun tidur Ushi kan?

Harusnya dia terkekeh. Harusnya ejekan yang biasa!

Sementara jemarinya masih bertahan di sisi leher pemuda sapi. Benaknya sibuk memburu setiap ekor kupu-kupu yang mengepak tanpa ijin di rongga perutnya. Bunuh mati setiap ekornya agar semua delusi karena lapar ini menghilang.

Tidak mungkin, merasa seperti ini hanya dengan melihat wajah beringus seorang pemuda lain. Tidak. Mungkin.

Tusukkan sekali lagi satu jari ke sisi leher empuk. Abaikan--sekali lagi abaikan!--rasa gelitik ringan dari ujung rambut pendek Ushi. "Kubilang susumu."

Jajarkan satu per satu kotak susu di meja yang pemiliknya enggan melihat. Perlukah dia keplak satu kali kepala itu biar diam memilih lalu menyedot salah satu isi kotak susu dengan tenang?

Shoui memutar satu kursi menghadapkan ke meja Ushi. Buka satu bungkus rotinya sendiri. Robekan keras terdengar lebih daripada yang diperlukan. Dan kunyahan galak menyusul.

Sudah jelas bukan salah roti isi nanas yang sedang terkunyah. Dia tahu. Ushi tahu. Mereka tahu.
Back to top Go down
View user profile
Ushitaro Shima

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : III
Tinggi/Berat : 162,5cm/47,5kg
Trivia : Get your CRAYON! Get your CRAYON!! Get your Cray--Get your CRAYON!!!
Posts : 92
Join date : 2012-05-04
Age : 21

PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   Wed Jan 23, 2013 9:30 pm

Satu tusukan lagi terasa pada sisi lehernya. Geli. Tapi ada juga samar-samar rasa panas yang tertinggal di sana. Rasa panas yang harus diabaikannya kalau tidak mau rasanya menjalar ke seluruh tubuhnya. HII!! Berkali-kali Shima mendaratkan pukulan mental di dalam kepalanya. Dia tidak boleh dipermalukan (oleh diri sendiri) lebih dari ini.

Pandangannya masih beralih. Tidak mau menoleh kepada si listrik yang sudah berbaik hati membawakan susu rasa--mata melongok dari sudut mata--urghh, ada rasa original kesukaannya.

Cuma sesaat, tapi rasanya hening sekali. Dan Shima mensyukuri suara kresekan plastik roti yang tengah dibuka atau pun bunyi kunyahan rakus Shoui. Setidaknya tidak perlu usaha untuk mengisi keheningan ini dengan sebuah percakapan.

Dia tahu. Shoui tahu. Mereka tahu.

...

Urrgghhh...

Rasanya isi kepalanya memang sedang ngawur. Hampir-hampir tidak mengerti apa lagi yang melintas di sana. Mungkin tidak perlu berpikir. Mungkin cukup mengambil satu kotak susu original dan menikmati satu istirahat siang berlalu damai apa adanya. Mungkin lebih baik begitu. Bukannya menangkap bayangan sebuah pack tissue. Dan sesuatu seperti tertendang masuk ke dalam batok kepalanya.

BRAKK!

Sontak berdiri.

" Ka---kamar mandi!"

Dan berlalu begitu saja.

Hanya untuk meratapi satu muka naas di depan cermin toilet.
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Orange and Milk [P]   

Back to top Go down
 
Orange and Milk [P]
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 2Go to page : 1, 2  Next
 Similar topics
-
» orange, red smoking brew and a Lamborghini
» Barista milk....
» Beautiful Orange plantation
» Milk & Honey Contest Entries!!!
» Milk & Honey Class colors & supply list needed please :)

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Beta Version: Katsushika Akademia :: Class III-
Jump to: