Daily School Life
 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 [O]Banting Saja Bukunya, Biar Ramai!

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Hare Maruko

avatar

Side / Jurusan : Mirai
Kelas / Semester : I-3
Tinggi/Berat : 168/55
Trivia : Ga semua yang lo denger itu bener.
Posts : 81
Join date : 2012-12-21

PostSubject: [O]Banting Saja Bukunya, Biar Ramai!   Sat Dec 22, 2012 7:12 pm

Timeline: Sore, musim dingin.

Ciyuz miapah deh, tempat ini SEPI BANGET. Iya, pake banget.

Y-ya namanya perpustakaan memang sudah pasti sepi, sih. Kalau mau cari yang ramai jangan ke perpus, kalau kata orang. Ke pasar saja. Tapi di sini mana ada pasar. Kalau mau cari tempat ramai, yang ada lapangan olahraga yang dipenuhi oleh bau keringat para penyamun di padang pasir ini, males banget.

Ada yang bilang, biar ramai pecahkan saja gelasnya. Tapi berhubung tidak ada gelas di sini, plus memecahkan gelas terlalu berkesan seperti remaja labil, maka Maruko (atau mulai sekarang, akan disebut Marco agar lebih jantan) memutuskan untuk memilih jalan lain yang lebih aman dan hemat.

Diambilnya setumpuk buku asal dari deretan biologi. Setumpuk berarti ya, setumpuk, ada sekitar sepuluh buku di tangannya. Lalu banting keras-keras ke atas lantai, BRUK-BRUK-BRUK-BRUK!

Sampai suaranya terdengar jelas sekali.

Sedang apa, kau tanya? Iseng kok. Tidak ada kerjaan.

Tidak tanya, kau bilang? Ya, ya sudahlah. Anggap saja tanya deh.
Back to top Go down
View user profile
Guntai Hirameki

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : II
Tinggi/Berat : 185cm/72kg
Trivia : Selalu bicara dengan bahasa level sudra, smoker, gamer, sister complex, mengencani anak kuliahan.
Posts : 37
Join date : 2012-05-07
Age : 22

PostSubject: Re: [O]Banting Saja Bukunya, Biar Ramai!   Sat Dec 22, 2012 9:58 pm

I don't usually go to the library, but when I do, I sleep.

Yes, right. Gun sedang tidur dengan lucunya di salah satu meja pojok, dekat lemari buku-buku Fisika, dengan posisi jidat beradu buku yang terbuka, plus rambut yang terburai. Kedua tangan tergantung lemas nyaris kena lantai. Pantat menempel manis dengan kursi kayu. Dilihat dari sudut mana juga, manusia bersurai singa lupa rebonding ini tidak ada ganteng-gantengnya. Jangan pula dipikirkan genangan air liur yang membuat pulau kecil di lembaran kertas--yang ditransformasikannya dengan seenak udel menjadi bantal darurat. Apa boleh buat. Sepertinya uang jajan minggu ini akan ia habiskan dengan... Ganti rugi buku perpustakaan.

Tapi mana ia berpikir? Ia 'kan, sedang tidur?
Lelap--sampai suara BRAKBRUKBRAKBRUK membuat kedua bahu lesunya sedikit tersentak.

Lemas dan malas, Gun mengangkat kepalanya. Mata bolor tidak membantu. Kacamata di saku kanan, tapi yang ia rogoh saku kiri. Dengan menyipit-nyipitkan mata, berharap pandangannya membaik, padahal tidak, Gun mencoba mencari sumber suara. Dan menemukan anak cowok bermuka stoic (kok dia teringat Sai-nya Naruto, ya?) berdiri dengan berbagai buku jatuh di hadapannya. Sumber keributan?

"...perlu gue bantuin ngangkat?"

Kalau perlu, ya dibantu, kalau tidak... Ya tidur lagi.
Back to top Go down
View user profile
Yamaguchi Ko

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : I-2
Tinggi/Berat : 178cm/70kg
Trivia : boxer kidal dan drummer, homophobic, tukang bully waktu smp, mood yang naik turun, pemarah dan keras kepala, tapi suka makanan manis
Posts : 311
Join date : 2012-07-23
Age : 21

PostSubject: Re: [O]Banting Saja Bukunya, Biar Ramai!   Sat Dec 22, 2012 10:52 pm

Tidak sedetikpun matanya berhasil terkatup semalam. Bukan sebab isi kepala terlalu ramai dengan pikiran-pikiran mubazir yang biasanya menjadi penyebab utama, namun karena tidak ada apapun dikepalanya. Semalaman matanya terbuka memandang langit-langit kamar asrama. Suhu yang dingin seakan menggigit tulangnya menjalar sampai ke ulu hati. Suara angin yang seperti siulan ringan membuatnya tetap terjaga.

Seharian ini bibirnya terkunci rapat, matanya setengah tertutup, arwahnya seakan setengah melayang dari tubuhnya, semangatnya seakan memudar bersamaan dengan lingkungan yang semakin memucat oleh butiran-butiran salju. Membalas hutang semalam, dia berniat menyandarkan kepalanya di meja perpustakaan, tempat sempurna untuk dirinya yang tidak ingin mendengar bunyi sekecil apapun. Suara murid yang pada heboh mengobrol, dan langkah kaki yang lalu lalang dikelas terlalu berlebihan untuk kepalanya yang seperti gelas penuh ini, satu getaran saja airnya bisa tumpah kemana-mana.

Namun belum selang beberapa menit ia menutup matanya suara gaduh dari tumpukan buku yang dijatuhkan seorang murid membuatnya mengangkat kepala dengan gerakan yang tiba-tiba. Kursi yang didudukinya sampai tergeser hampir jatuh kebelakang. Shock, kaget, suara tumpukan buku itu seperti palu yang mematuk kepalanya, membuatnya spontan mengelus-elus dahinya yang berkerut.

Suara sialan apa ini?

Matanya yang berputar-putar mencari asal suara itu mendapati seorang murid mirai berambut hitam sedang berada didekat tumpukan-tumpukan buku yang tidak jauh darinya.

“Kau ini...bodoh atau idiot?" dengan suara yang ditahan Ia memandang tajam anak itu. wajahnya seperti seperti petarung yang ingin mematahkan papan kayu dengan kepalanya. Kalau ini bukan perpustakaan ia akan membentak dengan penuh nafsu seperti singa yang baru saja dibangunkan dari tidurnya.
Back to top Go down
View user profile
Hare Maruko

avatar

Side / Jurusan : Mirai
Kelas / Semester : I-3
Tinggi/Berat : 168/55
Trivia : Ga semua yang lo denger itu bener.
Posts : 81
Join date : 2012-12-21

PostSubject: Re: [O]Banting Saja Bukunya, Biar Ramai!   Sun Dec 23, 2012 12:26 am

Setidaknya, Marco nggak sampai berniat lari ke hutan dan berteriak segala, kan. Dikira kurang kerjaan.

Seperti yang sudah diduga, beberapa mata dan desisan 'ssssh!' segera terdengar dari beberapa sudut perpustakaan. Beberapa wajah ngantuk, terutama. Ha, pasti sengaja ke perpustakaan untuk tidur. Padahal jelas-jelas perpustakaan itu bukan tempat untuk tidur, benar kan?

Padahal sendirinya juga sering tidur siang di sini.

Satu anak yang bertampang Rambo tapi sepertinya berhati Helo Kiti datang menhampiri, bertanya perlu ia bantu tidak. Wah. Baik hati. Untungnya tampangnya nggak bishie bak anggota Johny's seperti sebagian siswa di sini, jadinya Marco nggak usah sirik. Untung juga dia bukan penyamun bertampang perawan karena bisa-bisa jiwa lurus yang berusaha dirinya pertahankan selama bersekolah di sini berakhir bengkok seperti yang sudah terjadi pada sebagian siswa yang ada di sekolah sini.

"Hu-uh, tengkiu." Boleh dibantu pungut buku, maksudnya. Walau bicara begitu, Marco tidak langsung memungut buku-buku yang barusan ia jatuhkan. Soalnya ada suara lain lagi, sayang kali ini bukan menawarkan bantuan juga. Terus sayang orang yang ngomong kedua ini tampangnya... gitu deh. Pokoknya tipe-tipe yang ia benci banget, lah. Sepertinya tipe bad-ass yang sering di-kyaa-kyaa-in cewek-cewek mau lagi napas, makan, minum atau buang angin sekalipun.

"Aku? Aku ganteng."

Habis dia bilang bodoh atau idiot, jadi boleh pilih yang lain, dong.

Ngomong-ngomong, itu diucapkan tetap dengan wajah sedatar avatarnya, kok.
Back to top Go down
View user profile
Guntai Hirameki

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : II
Tinggi/Berat : 185cm/72kg
Trivia : Selalu bicara dengan bahasa level sudra, smoker, gamer, sister complex, mengencani anak kuliahan.
Posts : 37
Join date : 2012-05-07
Age : 22

PostSubject: Re: [O]Banting Saja Bukunya, Biar Ramai!   Sun Dec 23, 2012 5:39 pm

Akhirnya kacamatanya ketemu. Gun langsung memakai benda keramat tersebut. Seketika dunianya yang buram dan berkabut menjadi begitu jelas. Sejelas ia melihat jumlah buku yang berserakan di lantai. Terlalu ganjil kalau dibilang tidak sengaja, tapi toh dia terlalu malas untuk peduli. Karena lawan bicaranya yang bermuka unyu (tetapi tidak menarik perhatian Gun secara seksual, red) sudah konfirmasi untuk dibantu, ya akhirnya Gun bantu. Pemuda jangkung, kurus, tidak menarik, masih untung ada cewek yang mau jadi pacarnya, itu, membungkuk dan mengambil lima buah buku, lalu diletakkan di meja terdekat.

Sisanya... Tanggung sendiri.


“Kau ini...bodoh atau idiot?"

Gun menoleh ke sumber suara. Murid lain. Satu asrama dengannya. Mungkin pernah papasan di lorong asrama tapi Gun tidak ingat. Yang jelas, ditengarai dari muka dan nada suara, si rambut putih itu kesal karena tidurnya terganggu. Meh. Yang satu bikin ribut, yang satu cari ribut.

"Santai, bos. Marah-marah bikin cepet keriput, lho." Gun mengatakan dengan nada santai. Tidak berniat menambah keributan--kayaknya.

"Aku? Aku ganteng."

"..."

O~ke. Yang barusan di luar dugaan. Entah bocah ini memiliki selera humor yang bagus atau menyerempet ke tidak sayang nyawa. Gun sendiri sempat menahan tawanya. Ogah memikirkan yang berat-berat, toh interaksi antara dua manusia di hadapannya ini bisa jadi menarik. Ia cukup jadi penonton sajalah. Sayangnya tidak ada tukang popcorn lewat. Si kepala kribo mundur dari titiknya berdiri, mendekatkan pantat dengan jajaran kursi sambil berganti-ganti melirik si Mirai dan si Negau. Menunggu apakah akan ada sesuatu yang... Di luar akal sehatnya.

"Gue baru tau ada orang tua ngasih nama 'Ganteng' buat anaknya." Gun berkomentar ringan. Langsung duduk di kursi terdekat, "Kreatif juga."

Pembicaraan macam apa ini.
Back to top Go down
View user profile
Yamaguchi Ko

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : I-2
Tinggi/Berat : 178cm/70kg
Trivia : boxer kidal dan drummer, homophobic, tukang bully waktu smp, mood yang naik turun, pemarah dan keras kepala, tapi suka makanan manis
Posts : 311
Join date : 2012-07-23
Age : 21

PostSubject: Re: [O]Banting Saja Bukunya, Biar Ramai!   Wed Jan 02, 2013 10:38 am

"Santai, bos. Marah-marah bikin cepet keriput, lho."

Ia menoleh mendapati seseorang dengan rambut yang membuatnya tergelitik untuk melempari kertas atau benda apapun hanya untuk melihatnya nyangkut atau tidak. Kalimat orang itu membuatnya memalingkan muka, tertawa kecil dengan nada terdengar janggal dan kaku seperti mendengar lawakan yang tidak lucu. Sebuah kalimat yang tidak asing dan dia pun tidak memungkiri kebenarannnya. Dadanya naik turun menarik nafas menyuruh detak jantungnya menjinak namun apa daya bukannya melemah hormonnya malah semakin mengganas. Ia membayangkan dirinya jika lepas kendali. Tanpa sadar kalimat itu malah menjadi pelatuk.

“Aku? aku ganteng.” Balas si muka papan itu...jawaban yang aneh.

Otomatis ada beberapa opsi yang terpikir dikepalanya. Yang pertama bocah ini tuli, yang kedua bocah ini mungkin baru saja mendarat dengan kepalanya setelah terjungkir balik dari tangga sehingga jalan pikirannya sama lurusnya dengan rambut kribo orang itu, atau naas, sudah bawaan dari lahir. Yang ketiga bocah ini sedang bosan hidup atau suka berenang dalam bahaya. Mungkin bocah itu tahu tampang sepertiku gampang terpancing kail, mungkin dia tidak mengganggapku serius, ya dia sedang memperolok-olok. Dia ingin melihatku mengamuk dengan kepala keringatan, merah seperti kulit babi, dia ingin cari sensasi, bukan… cari mati!

Ko memiliki hukum sendiri soal kemungkinan, yaitu yang paling terdengar negatif adalah yang paling benar. Begitu memikirkannnya kedua ujung alisnya langsung berkerut seperti mau membuat simpul, sekarang wajahnya bak petarung yang ingin membengkokan baja dengan kepalanya. Meski telah ia pelototi, mukanya tetap saja datar tak bergeming seperti pemeran utama film yang ia benci, model rambutnya seperti kumpulan boyband yang membuatnya ingin berteriak “homo!” setiap musiknya diputar. Segala gerak gerik bocah itu tiba-tiba saja membuatnya kesal bahkan caranya bernafas sekalipun. Ingin sekali dia lompat dari tempat duduknya lalu menghentikan nafas orang itu dengan kedua tangannya sendiri. Segala prasangka dan pikiran busuk yang ia tahan-tahan di waktu lain terlepas dari sangkarnya. Darahnya mulai berlomba-lomba melaju kekepalanya, Ia dapat merasakannya seperti ribuan semut yang menjalar ditubuhnya, mematikan akal sehatnya. Kini pelurunya telah lepas landas dari tempatnya.

“Jangan main-main denganku sialan!” Seketika tangannya menghantam meja diikuti kedua kakinya yang berdiri tegap sampai-sampai kursi itu terguling bergesekan dengan lantai. ‘Dilarang berisik di perpustakaan’ kata-kata itu tidak ada lagi di kamusnya. Baginya masa bodoh dengan peraturan, masa bodoh dengan apa yang akan terjadi berikutnya, masa bodoh dengan semuanya.
Back to top Go down
View user profile
Hare Maruko

avatar

Side / Jurusan : Mirai
Kelas / Semester : I-3
Tinggi/Berat : 168/55
Trivia : Ga semua yang lo denger itu bener.
Posts : 81
Join date : 2012-12-21

PostSubject: Re: [O]Banting Saja Bukunya, Biar Ramai!   Tue Jan 22, 2013 3:05 pm

Ini jadi semacam uji kebaikan orang lewat saja. Selamat, si rambut kriwil lulus karena dia tanpa pamrih membantu Marco memunguti buku-buku yang berserakan di sana. Kalau yang berambut keperakan, nggak lulus. Marco sedikit berharap dirinya sekarang jadi bagian dalam acara televisi tertentu yang kemudian mengeluarkan uang dan mengatakan, 'selamat, anda dalam acara anu. Karena anda sudah baik hati membantu saya, maka anda mendapat sepuluh ribu yen!' begitu.

Tapi kalau sepuluh ribu yen sih, Marco juga mau.

Bicara soal si rambut kriwil, dia bilang namanya unik, 'Ganteng'. Marco berharap juga kok ayahnya menamainya 'Ganteng' 'Kakkoi' 'Hansamu' atau apa kek yang sejenis itu daripada 'Maruko' yang sekarang ini. Nama sok bule nggak jadi, malah seperti nama anak perempuan pula. Siapa tahu juga kan kalau dinamai 'Ganteng' wajahnya juga jadi lebih baik daripada sekarang.

"Hu-uh, orangtuaku kreatif banget." Maka mulai hari ini, nama Marco adalah Ganteng. Bila mengenalkan diri, ia akan mengenalkan diri kepada orang dengan nama Ganteng, yup, begitu saja. Hare Ganteng. Biar kalau ada yang sebut namanya, secara tidak langsung seperti mengakui kualitas wajah si rambut emo ini. Oke juga kedengarannya.

Terus---whuaa, yang ganteng (beneran) itu malah ngamuk, menimbulkan suara yang lebih keras lagi di seantero perpustakaan. Beberapa pasang mata segera menatap mereka, beberapa mendesis 'sssh!' keras, beberapa memilih diam karena takut, sepertinya.

"Sssh, jangan berisik."

Dengan kalem (dan mulai sekarang, ganteng), Hare Marco mengucap lirih sambil meletakkan jari telunjuk di depan wajah.

"Peraturan di perpustakaan, masa' ga tau. Ganteng-ganteng nggak sensitif."

Mari hitung, sudah ada berapa kata 'ganteng' dalam post ini.
Back to top Go down
View user profile
Guntai Hirameki

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : II
Tinggi/Berat : 185cm/72kg
Trivia : Selalu bicara dengan bahasa level sudra, smoker, gamer, sister complex, mengencani anak kuliahan.
Posts : 37
Join date : 2012-05-07
Age : 22

PostSubject: Re: [O]Banting Saja Bukunya, Biar Ramai!   Tue Jan 29, 2013 11:48 am

Ha-ha-ha. Garing parah. Gun sampai bingung, bercandaannya yang garing atau si poni emo yang menanggapi kegaringannya dengan kegaringan lain. Situasi sementara benar-benar kriuk super. Ditengarai karena si 'ganteng' yang terucap tanpa beban, padahal sepertinya kata itu agak sakral karena yang ganteng (beneran) cuma ada satu di antara tiga. Maaf kalau Gun tidak dianugerahi muka bishonen dan terlahir mirip Kongou Agon* versi KW sekian. Buktinya perempuan yang mau sama dia cuma Neneul seorang. Hiks...

Cukup, Gun. CUKUP! ...ahem.

“Jangan main-main denganku sialan!”

WUANJING! Nyaris Gun mengumpat karena kaget. Untung refleksnya hanya sekedar bahu yang tersentak dan bukannya balas teriak macam banci jalanan. Tapi wajar dong, kaget? Soalnya yang terdengar kencang tidak hanya umpatan, tetapi juga benda malang yang berguling-guling. Wah. Benar-benar preman sejati, di perpustakaan pun cari ribut, membuat Gun terkenang tokoh cowok di shoujou manga yang tsundere-tsundere-gimana-gitu kesukaan adik perempuannya. Huft. Menenangkan diri sebentar. Elus-elus dada sendiri dulu. Barulah ada reaksi dari si ganteng (self-proclaimed) yang sungguh... Di luar dugaan.

"Peraturan di perpustakaan, masa' ga tau. Ganteng-ganteng nggak sensitif."

Gun bertaruh anak ini penganut falsafah YOLO.
You only live once.

"...berminat pergi ke dojo, both of you?" tawar Gun setelah mati-matian menahan tawa karena arah pembicaraan yang bisa disandingkan dengan acara komedi, "Gue siap jadi wasit. Atau tim medis. Just in case ada yang mampus."

Berminat? Jarang-jarang lho, Gun baik.
Back to top Go down
View user profile
Yamaguchi Ko

avatar

Side / Jurusan : Negau
Kelas / Semester : I-2
Tinggi/Berat : 178cm/70kg
Trivia : boxer kidal dan drummer, homophobic, tukang bully waktu smp, mood yang naik turun, pemarah dan keras kepala, tapi suka makanan manis
Posts : 311
Join date : 2012-07-23
Age : 21

PostSubject: Re: [O]Banting Saja Bukunya, Biar Ramai!   Tue Apr 30, 2013 3:59 pm

"Sssh, jangan berisik. Peraturan di perpustakaan, masa' ga tau. Ganteng-ganteng nggak sensitif."

Alisnya tambah mengkerut, sebelah bibirnya makin naik dengan mata hampir keluar. Ironis pikirnya, yang keluar dari mulut nggak sesuai dengan perilaku. Apa dia nggak ngaca? "Bukankah itu yang barusan kamu lakukan hah, mengganggu tidur orang?" Balasnya. Memang benar mereka sedang perpustakan, tapi siapa yang mulai duluan? kalau mereka senang bermain api maka merka harus merasakan akibatnya, dan dia hendak memberikannya, sekarang, biar tahu rasa.

"Tunggu, coba kamu pikir-pikir dulu apa penyebab kamu marah. Apa pantas? tidak ada gunanya bertindak impulsif. tidak baik menyelesaikan perselisihan dengan kekerasan." Lagi-lagi ia mendengar suara familiar. suaranya sendiri yang dilembut-lembutin.

"Udah buang aja kata-kata itu ke dalam toilet terus siram sampai hilang layaknya kotoran. Orang bilang agresif itu tindakan bodoh. tapi mereka tau apa? Kalau sudah menyulut api maka mereka harus merasakan panasnya. Yang sudah main-main dengan kamu harus merasakan kerasnya benturan dikepala mereka supaya sadar sedang berurusan dengan siapa!" Balas suara lain, suaranya sendiri yang ngebass dan serak.

hal ini sudah familiar baginya. Suara-suara seperti perdebatan antara setan dan iblis setiap dia hendak bertindak dan kebingungan. Dia sangat setuju dengan si "setan" tapi si "malaikat" ada benarnya juga. Namun lagak orang satunya mulai menyulut api kemarahannya sekali lagi. Raut muka yang terbaca seperti sedang menahan tawa. si kribo ini apa nggak baca suasana? apa kemarahnnya terlihat seperti lelucon baginya? tapi mungkin benar? akan terlihat konyol sekali kalau dia marah hanya karena masalah sepele begini kan?

"Gue siap jadi wasit. Atau tim medis. Just in case ada yang mampus."

Tidak. Tarik ucapan. Ko sedang tidak nafsu bercanda. Dan dia akan tunjukkan pada mereka sekarang. "Kamu yang bakal mampus sana!" Ko menarik kerah si kribo agar badannya turun kebawah, lalu menghujam perutnya dengan lututnya.

Spoiler:
 


Back to top Go down
View user profile
Dice Roll



Trivia : Hanya sebuah dadu
Posts : 161
Join date : 2012-02-14

PostSubject: Re: [O]Banting Saja Bukunya, Biar Ramai!   Tue Apr 30, 2013 3:59 pm

The member 'Yamaguchi Ko' has done the following action : Dices roll

'100' : 88
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: [O]Banting Saja Bukunya, Biar Ramai!   

Back to top Go down
 
[O]Banting Saja Bukunya, Biar Ramai!
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» JENIUS :Munarman FPI Sandiwara Digebukin BIAR Batal Jihad ke Gaza
» 75% mualap Inggris murtad lagi
» YESUS BUKAN ANAK TUNGGAL ALLAH
» Kerusuhan Mei 1998
» Has anyone been sleeved by Mr Simon Banting in Melbourne?

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Beta Version: Katsushika Akademia :: Library-
Jump to: